Dentuman musik mengiringi orang orang yang sedang menari, meliuk liukkan tubuhnya dilantai bar, tempat yang katanya bisa menghilangkan penat sehabis bekerja, minuman berbagai jenis alkohol ada disana, seorang pria berpakaian serba hitam duduk di depan bartender, memegang gelas yang berisi lemon tea menatap jalang sepasang manusia yang sedang bergoyang, hatinya dongkol matanya memerah, sumpah serah tak suka berkali kali meluncur dari mulutnya, tiap jari sang pria yang menari itu menyentuh sang wanita, tangannya mengepal menahan amarah. Semakin malam suasana di bar semakin ramai yang menari pun semakin banyak, pria yang duduk itu park chanyeol, berdiri mendekati wanita itu, menariknya tanpa disadari oleh pria yang mengajaknya menari, chanyeol menarik wanita itu ke sudut ruang bar yang agak sepi, menghempaskan sang wanita di dinding dan mengungkungnya
"kenapa kau lakukan ini?" bentak chanyeol
"apa pedulimu? Ini bukan urusanmu" jawab baekhyun, wanita itu baekhyun
"aku tak suka kau di sini"
"urus saja urusanmu"
"pulang" bentak chanyeol lagi
"kau bukan apa apaku, lepaskan" baekhyun mencoba melepas kungkungan chanyeol, medorong keras, kungkungan itu terlepas. Kedua tangan Chanyeol menelangkup pipi baekhyun, memajukan jawahnya kemudian meraup bibir pink baekhyun, chanyeol menciumnya dengan kasar, baekhyun memberontak, meronta, mendorong tubuh chanyeol lagi, tapi tenaganya tak sebanding dengan nafsu chanyeol, akhirnya dia berhenti meronta, membiarkan chanyeol menciuminya brutal, ciuman itu berubah melembut chanyeol melumatnya, tanpa sadar baekhyun membalasnya, mereka hanyut dalam suasana romatis alunan musik, Tiba tiba baekhyun tersadar melepas ciuman itu dan menampar pipi chanyeol
Plak
Chanyeol terhuyung ke samping kemudian bangkit menghadap baekhyun yang di penuhi amarah
"kembalilah padaku, baekhyunie"
"tidak akan,... dengar saatnya nanti aku akan menghancurkanmu" teriaknya
"baek"
'sebentar lagi aku akan menikah"
"Ya, dengan ku"
"cih dalam mimpimu" dan baekhyun pergi meninggalkan chanyeol, mencari sosok leon
"leon, kita harus pulang"
"kenapa terburu buru, nanti ya..."
"tidak, aku mau sekarang"
Dengan kesal leon mengikuti langkah baekhyun keluar bar, mengatar baekhyun pulang
Di dalam mobil hanya ada keheningan, baekhyun menatap kaca mobil di sampingnya dengan hati yang dongkol. Leon memperhatikan wanita itu aneh
"ada apa?"
"....."
" baekhyun"
Baekhyun mengalihkan pandangannya pada leon kemudian berucap "apakah kau mencintaiku?"
"hai, ada apa? Tentu saja aku memcintaimu, tapi kau menolakku terus, kenapa?" tanya leon tetap fokus menyetir
"menikahlah dengan ku"
leon langsung menghentikan mobilnya, untung jalanan lagi lengang
"kau serius?"
"kau tak mau menikah dengan ku?"
"gila, aku sangat mau, baek"
"besok bawa kedua orang tuamu ke rumah untuk melamarku"
"besok?" tanya leon tak percaya
"kalo tak mau, tak apa...besok aku akan mencari yang lainnya, aku tak peduli besok itu pria mana yang beruntung mendapatkanku, yang penting besok aku di lamar dan segera menikah"
"baiklah baiklah, besok aku akan melamarmu, puas"
"Bagus. Besok malam aku menunggumu"
.
.
.
.
.
.
Di atas ranjang kingsizenya chanyeol tidur tertelungkup, tangan kanannya mengusap usap bibirnya lembut
"baekhyun membalas ciumanku, apakah dia masih menyukaiku? Tapi kenapa tadi dia marah padaku? Apaakah dia malu?"
Dengan mengingat nya chanyeol senyum senyum sendiri, kemudian menyentuh dadanya yang masih berdegup kencang
"dengarlah baekhyunie jantungku berdetak tak normal karena mu, kau membuatku sakit jantung lagi"
Ommo itu bukan sakit jantung chanyeol, itu karena cinta.
.
.
.
.
.
Chanyeol mendatangi jiwon di taman seperti kemaren, hari terakhir jiwon pulang pagi , hari itu chanyeol berencana mengajak jiwon kesuatu tempat
"mau jalan jalan?" ajak chanyeol, jiwon mengangguk bersemangat
"bagaimana kalo ke lotte worfh?" tawar chanyeol
"yeeee lotte warth" jiwon berteriak kegirangan, tanpa menunggu lama mereka pergi ke lotte worth, tak lupa pamit dulu ke penjaga sekolah
"ajjussi dion, jiwon pergi dulu ya mau jalan jalan sama paman"
Mereka begitu senang si lotte worth, hampir semua mainan mereka naiki, kecuali wahana yang melarang anak kecil kurang dari 6 tahun. Mereka bermain sampai sore, sampai chanyeol lupa mengembalikan jiwon ke sekolah untuk di jemput baekhyun, sementara baekhyun panik mencari keberadaan jiwon, menanyakan pada pihak sekolah, tentu saja sekolah hanya mengatakan sudah pulang pagi karena ada rapat, dan sudah di titipkan ke penjaga sekolah, dan penjaga sekolah mengatakan jiwon di ajak jalan jalan oleh seorang paman yang audah di kenal jiwon 4 hari sebelumnya, baekhyun marah, mengerahkan orang orangnya untuk mencari jiwon, baekhyun sadar bahwa itu juga kesalahannya, karena jiwon sudah mengatakan hari itu pulang pagi terakhir, baekhyun meruntuti kebodohannya.
.
.
.
.
.
.
Tbs
.
Hm up langsung 2, bagaimana seru tidak
KAMU SEDANG MEMBACA
DESTROYED (chanbaek)
Randombetapa hancurnya baekhyun harus kehilangan calon suaminya 1 hari sebelum pernikahannya, dan calon suaminya itu mengatakan telah menikah dengan sahabat karib baekhyun 1 minggu yang lalu, mampukah baekhyun melalui harinya sepeninggal laki laki yang s...
