Setelah Percecokkan dihentikan, waktu pulang sekolah tiba.
Ets, bukan langsung pulang seperti anak rajin yang langsung pulang ke rumah, tapi Temen sepergilaan mampir ke caffe di ibu kota. Titi memang berhati batu, ia tidak memperdulikan keadaan Dara yang pulang tanpa kendaraan. Yah begitulah, Dara pulang dengan menggunakan ojek.
Sampai di caffe ...
Titi, Ema, Wawa, dan Husnul memesan makanan. Wawa menggetir melihat sedapnya menu yang tertera. Setelah setuju dengan menu pilihan Wawa, mereka menunggu beberapa menit untuk menanti pesanan mereka.
Husnul bergetir kesana kesini, badannya tak henti bergerak lincah tak tahan, tangannya memegang paha dan mengecutkkan dahi, gerak gerik Husnul mengherankan.
"Duuuuhhhhh" sengit Husnul tak tahan.
"Kenape lu? " tanya Ema.
"Temenin pipisssssss" manja Husnul.
"Yaudah"
Husnul Ema pergi ke toilet dekat caffe, masalah Husnul terpecahkan, tapi tingkah Wawa yang tak sabar menunggu pesanannya, membuat dirinya cemberut lapar.
Kalo nunggu Doi sabar mbak? Wkwkwkwk. #
"Mbaaaaakkkkk lama amat nih pesanan gueeeee " kesal Wawa.
Titi hanya diam seakan terbiasa dengan tingkah Wawa, Titi melirik arloji yang terpaksa di pergelangan tangan halusnya, jam menunjukkan pukul dua lewat lima belas menit. Sekali kali, Wawa menatap menu yang menggugah seleranya.
"Mbakkkkkk" kesal Wawa.
Bruk!!!
Suara hentakan batu yang dilapisi kertas bertuliskan
"Astaga! " kaget mereka. Gadget Titi hampir terlepas dari genggamannya, Wawa yang menopang dagunya diatas meja, kaget bukan kepalang, hampir saja batu keras itu mengenai kepalanya.
"Woi siapa yang lempar!" teriak Titi berdiri tegak, kepala Titi menoleh kesemua arah mencari pelaku pelempar.
"Huuuu selamat, hampir aja kepala gue engga copot" syukur Wawa mengusap dadanya beberapa kali.
Semua mata tertuju ke Wawa dan Titi, mereka keheranan melihat mereka berdua, heran karna teriakan Titi atau karna kejut Wawa. Tak sedikit orang tertawa karna aksi kejut Wawa yang mengundang dercak tawa.
"Batu gede Ti" beritahu Wawa.
"Yaiyalah batu, engga mungkin ayam goreng Kak Ros " nada kesal Titi.
"Sanntaaiiiiiii" goda Wawa.
Penasaran tapi heran, perlahan Wawa melihat isi kertas itu, yah sekali lagi kertas itu sangat membuat kejut. Apalagi reaksi Wawa.
"OMG! " Kaget Wawa, setelah membaca tulisan itu.
"Siapa sih buat ginian? Engga lucu tauk, Kenapa sih teror kita?" cerca Titi.
"Apa ini yang dinamakan teror? " tanya Wawa.
"Siapa yang teror kita? " tanya Titi.
*****
Syuuuuuurrrrrrrr......
Air meluncur menyentuh tangan halus Husnul, ia mencuci tangannya ,dan mengoleskan lipstick berwarna pink halus dibagian bibir bawah bak bibir orang yang demam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pesantren? Oh NO!!!
Roman pour AdolescentsJuluki mereka dengan Temen sepergilaan.Temen sepergilaan yang gokil dan terlope. Temen sepergilaan yang suka membuat onar, dengan petikan jari mereka bisa berbuat apapun.Karena ulah mereka, mereka akan dihukum karena perbuatannya yang heboh dan meng...
