2- katanya Ngentrik

7.6K 227 1
                                        

Hari ini adalah hari senin.Titi,Salwa,Ema dan Husnul pergi bersama ke sekolah dengan menggunakan mobil Titi dan yang mengemudikannya adalah Titi. Seperti biasa, saat pergi ke sekolah temen sepergilaan akan mampir ke indomaret atau mall untuk membeli makanan,mereka tidak suka pergi ke kantin sekolah untuk berbelanja karna anggapan temen sepergilaan kantin sekolah jorok dan ramai dengan manusia manusia yang kelaparan.

Ketemu sahabat...
"Hi guys..." sapa Titi dari dalam Mobil dengan senyum ke sahabat nya Itu.

"wihh mobil baru Nih! " ujar Salwa dengan canda.

"Apaan sih...biasa aja kaleee" kata Titi dengan elak.

"udah masuk. Simpan dulu tuh pujian untuk gue"

suruh Titi dengan percaya diri kesahabatnya
Salwa pun masuk kedalam mobil Titi, dan duduk disebelah Titi.Di dalam Mobil Salwa ngombrol dengan Titi sebentar lalu temen sepergilaan berangkat kesekolah.

"Ti... Pasti kita kena hukum Lagi Nih!" ujar Husnul yang menduga.

"Bodo.... Memang tuh Guru suka banget ngukum kita... Kayaknya udah jadi hobi ngehukum kita!" ujar Titi dengan pandangan mata kearah depan.

Mobil yang dikendarain Titi adalah mobil barunya. Mobil yang baru dibeli yaitu mobil sport yang termahal berwarna Merah.

Tanggapan Ema ke Titi....

"Gila lu Ti.... Santai banget" ujar Ema yang memuji Titi dengan kesantaiannya Itu.

"Hidup mah harus Santai!" ujar Salwa dengan nada sombong dan senyum kecil.

"iyyye" kata Titi dan berso dengan Salwa. Omongan Titi yang memanjangkan huruf "y" dengan nada canda.

"Serah! " ujar Ema dengan singkat, raut wajah yang berubah seketika dan Ema kesal.

Karakter singkat Temen sepergilaan...

Ema adalah orang yang mudah sensi tapi asik. Husnul adalah orang yang mudah sabar tapi tetap suka bikin kesel. Sedangkan Salwa adalah orang yang humoris seperti Titi, mereka berdua seperti saudara kembar yang suka mengejek orang lain, mereka sangat-sangat suka membuat onar dan sangat-sangat suka menjahili orang lain. Salwa biasa dipanggil Wawa.Wawa adalah Panggilan biasa Mereka memanggil Salwa.

Kekesalan Ema...

"yah Ngembek bae" ejek wawa dengan nada candaan lagi dan tertawa pelan bersama Titi.Wawa merubah kata ngambek jadi ngembek.

"Ngambek! Keles.wkwkwk" ujar Titi dengan memperbaiki Kata Ngambek dan lagi Lagi tertawa.

Bibir Ema Mulai manyun (maju) dan melipat tangannya didepan dada dengan pandangan kesamping kaca mobil.
"ciiaaa ciiaaa Ngambek.. Nie yeee " ganggu Wawa lagi  menatap Ema Dan menyentil dagu Ema.

"cieee wa bukan ciaaa.wkwkwk" ujar Husnul dengan tawa.

"udah ah Jangan nganggu rasen dong... "Suruh Husnul.

"Rasen?" tanya Titi

"Ratu Sensi. Wkwkwk" canda Husnul yang membuat Ema kesal.

"Jangan dong ganggu Ratu Sensi " pinta Husnul Padahal dia juga mengganggu Ema.

"Ih nyebelinnn!!!bikesss (Bikin kesel)" marah Ema.

"Ti.... Kita engga usah deh...ke indomaret itu yah ...Hari Ini aja please. " pinta Husnul.

Pesantren? Oh NO!!! Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang