Taehyung berjalan masuk ke kelas, setelah mengetahui Jungkook lah yang memberi nomor WhatsApp nya pada Lisa, Taehyung berniat menjitaki kepala Jungkook sekarang juga.
Baru saja masuk kelas Taehyung dengan tiba-tiba menoyor kepala Jungkook yang sedang bermain gamenya.
"Eh buset dah, kenapa lo?"
"Lo yang kenapa?" Jungkook menautkan alisnya. "Lah kok gue? Rada setres nih bocah."
Taehyung tak meladeni Jungkook.
"Lo yang ngasih nomor gue ke Lisa?" Jungkook mematung, ia menelan salivanya.
"Lah, kok lo tau si brader?" Jungkook tertawa dengan wajah tanpa dosa, Taehyung menjitak kepala Jungkook.
"Aw.. eh gue itu baik, gue kasian sama Lisa jadinya gue kasih aja deh, lagian waktu itu yang minta Chaeyong, dia kan gebetan gue" Taehyung mendengus.
"Iya deh maaf, besok besok, gak gue kasih lagi." Taehyung menatapnya tajam.
"Udah terlanjur!"
"Nah tu lo tau, jalanin aja dulu sama Lisa, kali aja lo bisa punya hati buat dia, cinta itu bisa datang seiring berjalannya waktu, lo percaya teori itu kan?" Taehyung menghela nafasnya.
"Udah lah brader, gak usah dipikirin!" Taehyung mendengus lalu meninggalkan Jungkook, satu-satunya tempat yang bisa memuat tenang ialah perpustakaan.
**
Taehyung cukup merasa tenang karena di perpustakaan tidak ada pengganggunnya, sampai di kelas pun ia masih bisa tenang karena tidak ada Jungkook, ia sedang dihukum mengerjakan soal di depan kelas.
Tapi setelah bel pulang berbunyi, Taehyung lagi-lagi harus menghela nafas panjang dan kehilangan kedamaiannya.
Ia melihat Lisa yang berada di dekat motornya, lebih tepatnya duduk di atas motornya.
Taehyung tidak suka ada orang yang menduduki motornya, siapapun itu.
"Anterin pulang ya!"
"Turun dari motor gue, jangan duduk di situ!" Lisa merengut kesal.
"Loh kenapa gak boleh, Lisa kan cuma numpang duduk aja, pelit banget!" Taehyung mendengus kasar.
Ia menarik pinggang Lisa hingga turun dari motornya, membuat Lisa terkejut.
"Ihh kasar banget sih sama cewek."
Jika saja Lisa laki-laki mungkin Taehyung sudah menghabisinya, Taehyung melangkah mendekat, mengikis jarak diantara keduanya.
"Kayaknya ada sesuatu yang salah sama kepala lo!" Taehyung semakin mendekat, membuta Lisa menengang seketika.
"Pertama, jangan pernah duduk di motor gue!"
"Kenapa emangnya, motor aja pelit banget?" Lisa menghentakkan kakinya kesal.
"Kedua, gue gak mau antar lo pulang!"
"Loh itu udah kewajiban Taehyung sebagai pacar!" Sergah Lisa.
"Ketiga! Gue bukan pacar lo!"
"Kita itu udah pacaran Taehyung, sejak Lisa nembak Taehyung di bawah pohon beringin dan disaksikan Sama Mba Kunti, Taehyung udah resmi jadi pacar Lisa."
"Lo bener-bener gak waras!"
"Lisa waras kok!"
Tanpa peduli lagi Taehyung menggeser tubuh Lisa dan menghidupkan mesin motornya.
"Eh, Taehyung Lisa sendirian nih, gak ada yang jemput Taehyung tega sama pacar sendiri?"
"Bukan urusan gue!" Lisa memasang wajah sedih.
"Ihh beneran tau!" Taehyung geram, ia mengambil ponselnya di dalam saku, lalu memesankannya ojek online.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Mine
Fiksi Remaja[END] Satu hal yang dipegang teguh Taehyung, menghindari masalah dan semua penyebab masalah-masalah itu, menghindari kepopuleran yang ia sebut sebagai sumber masalah. Terutama pada gadis bernama Lalisa Jung. gadis pengacau waktunya, Lalisa yang seti...
