Nothing Impossible 5

2.6K 280 77
                                        

Matahari sudah berada tepat di atas kepala, tapi kedua namja yang masih terlelap dengan saling memberikan kehangatan belum juga menunjukkan adanya tanda-tanda akan segera bangun, keduanya masih menyelami alam mimpi.

"Eunghh~~"

Mata bulatnya terbuka sayu, menatap langit kamar dengan pikiran kosong, memutar kembali apa yang dilakukannya semalam membuatnya menghela nafas panjang, matanya menatap namja yang masih terlelap disebelahnya dengan bibir hati sedikit terbuka, lengan kekar memeluk pinggangnya.

Mencoba bangun dari tidurnya dengan hati-hati tidak ingin mengusik tidur nyenyak Yunho, meringis kecil saat dirasa bagian analnya terasa sakit.

"Mau kemana Yeolie?"

Chanyeol terperanjat saat lengan kekar Yunho kembali menarik pinggangnya, membuat kembali jatuh tertidur diatas ranjang, Yunho memeluknya erat dan menggesekkan wajahnya di ceruk leher Chanyeol.

"Aku harus pulang, Hyungku pasti mencariku"

Chanyeol cukup bodoh ternyata.

"Sebentar saja, biarkan aku memelukmu"

Chanyeol mengangguk dan mulai menyamankan posisinya memeluk tubuh polos Yunho, melupakan hari sudah siang dan ada pertemuan dengan keluarga Kwon. Yunho tidak akan peduli, dia tidak pernah tertarik dengan perjodohan yang direncanakan orangtuanya jadi biarkan saat ini dirinya tetap diatas ranjang bersama Chanyeol dalam pelukan.

Mata Changmin terbuka saat bunyi ponsel cukup mengganggu tidurnya, mencoba meraba ponselnya yang tergeletak diatas nakas dan mematikannya, dia masih mengantuk, semalaman dia tidak tidur dan baru bisa memejamkan matanya pukul 4 pagi, sungguh pengalaman yang tak pernah terbayangkan.

Mata bambinya tak sengaja menemukan mata bulat yang menatapnya polos, dengan tatapan anak anjing yang minta disetubuhi, Changmin tergoda untuk kembali menyentuh Jaejoong, hanya saja ada pekerjaan yang harus dia lakukan.

"Jangan menggodaku dengan tatapan polos mu itu Jae"

Jaejoong mengerjapkan matanya dan menatap Changmin kesal, siapa juga yang berniat menggoda? Dia hanya sedikit mengagumi wajah tampan Changmin.

"Ck, aku tidak menggoda mu Tuan"

Changmin terkekeh dan mengecup bibir Cherry Jaejoong yang semalam terus mendesahkan namanya.

"Aku harus ke kantor, mungkin kita bisa melakukannya lagi, lain waktu"

Jaejoong tersenyum kecut saat tangannya menerima selembar cek dari Changmin, dilihat nominal yang tertulis lebih dari yang bisa dia bayangkan, matanya kembali menatap tubuh polos Changmin yang berjalan kearah kamar mandi, sebelum menghembuskan nafasnya.

Jaejoong tersenyum lebar saat melihat siluet Chanyeol memasuki apartemennya, segera saja dirinya bangkit dari sofa dan berjalan mendekati Chanyeol yang sedikit tertatih, Jaejoong cukup tau apa yang terjadi.

"Chan, bagaimana?"

Chanyeol menatap Jaejoong sekilas dan mendengus setelahnya, memilih duduk disofa dan menghembuskan nafas panjang.

"Tanpa menjawab kau pasti sudah tau Hyung?" Tekan nya membuat Jaejoong tersenyum kecil.

"Bagaimana rasanya melakukan pertama kali? Aku yakin kau menyukainya. Dan berapa bayaran mu?"

Cecar Jaejoong membuat Chanyeol tertunduk sedih dengan kepala menunduk, merasa menyesal juga terlena dalam satu waktu, hanya saja Chanyeol cukup tau diri, jika kejadian semalam tak lain hanyalah sekedar partner sex.

"Cukup memuaskan, dan bayaran ku setara dengan gaji kita selama lima tahun di club yang lama"

Jaejoong membolakkan matanya setelah berhasil menghitung berapa bayaran yang diterima Chanyeol.

"Ternyata partner mu tidak seburuk yang aku bayangkan, tapi ingat jangan terbuai dengan pekerjaan kita, singkirkan perasaan yang bisa membuat hatimu lemah"

Chanyeol cukup tau tapi bisakah dia melakukannya dengan orang yang berbeda setiap harinya? Membayangkan nya saja membuat hatinya bergejolak, mata bulatnya menatap mata bulat Jaejoong yang juga menatapnya.

"Tapi apakah aku bisa Hyung? Bekerja sebagai penggoda bukanlah sesuatu hal yang bisa dengan mudah dilakukan, aku harus bisa membuat pelanggan yang menyewaku merasa puas"

Jaejoong cukup tau kegelisahan hati Chanyeol, sahabat sekaligus adiknya ini baru pertama kali melakukan hubungan sex, meskipun dulu mereka bekerja memperlihatkan kebolehan diatas panggung tapi tidak untuk di ranjang.

"Tanamkan dalam hatimu jika kita melakukan sex sekedar untuk bekerja, bukan karena kita ingin"

Chanyeol menatap Jaejoong lekat, kemudian tersenyum setelah nya.

"Apa kita akan pindah apartemen? Kurasa cek yang kau dapat semalam, ditambah dengan cek milikku bisa untuk membeli sebuah apartemen yang sedikit lebih luas"

Chanyeol mengangkat bahu acuh dan menyandarkan tubuhnya di sofa, dengan mata terpejam.

"Terserahmu saja Hyung"

Dan Jaejoong mengangguk semangat dengan mata bulat penuh binar membayangkan apartemen baru yang akan mereka beli, setidaknya apa yang mereka lakukan semalam setimpal dengan bayaran yang didapat.

Tbc

Tbc

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nothing ImpossibleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang