Still on Flashback
Aku menatap kaget sosok di depanku, di waktu seperti ini dia pulang ke rumah?
"Kamu mau kemana bawa koper?"
Aku diam dan menunduk, aku tidak merencanakan back up plan jika bertemu dengan Evan. Aku sama sekali tidak mengira dia akan pulang. Bagaimana ini?
"Jawab aku, Angel" Evan mencengkram bahuku, membuatku meringis.
"Sakit"
"Jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku. Apa yang ada dalam pikiranmu, aku sudah pusing dengan semua masalah dan tanggung jawab, kamu ingin menambah beban pikiranku juga?" nada suara Evan sebenarnya tidak kasar, tapi otakku memproses setiap kata - katanya menjadi terdengar kasar.
"Ya, aku tidak ingin menjadi patung di sampingmu lagi. Aku bosan dengan kehidupan seperti ini. Lebih baik aku mencari kehidupan yang lebih baik untukku"
"Tenangkan diri kalian berdua"
Jack? Sejak kapan dia di sana? Jangan - jangan, aku menoleh ke belakang Evan, mendapati Hannah berdiri di sana menikmati pertengkaran kami.
"Aku tidak akan mengizinkan kamu keluar dari pintu ini"
"Aku tidak membutuhkan izinmu"
Wajah Evan memerah, dia mencengkram pergelangan tanganku dan menarikku mengikutinya, aku meninggalkan koperku di tempat. Aku menoleh ke belakang mendapati Jack menatapku sedih dan Hannah tersenyum miring.
Evan menarikku masuk ke kamar kami dan menghempas tubuhku ke atas ranjang.
"Kamu jangan harap bisa kabur dari tempat ini. Aku akan mengurungmu di kamar ini, pikirkan kembali keputusanmu. Pernikahan bukanlah sebuah permainan"
Evan meninggalkanku dia keluar dan menutup pintunya, aku mendengar bunyi kunci di putar dua kali. Aku menangis. Lagi - lagi aku menangis. Hanya bisa menangis.
***
Sudah empat hari terlewati sejak Evan mengurungku. Selama itu juga tubuhku tidak menerima asupan yang teratur. Bukan Evan tidak memberiku, dia tetap meminta pelayan menyiapkan semua kebutuhan. Tapi aku sama sekali tidak selera untuk memakan apapun.
Kring.... Kring....
Ponselku berdering, aku segera mengangkatnya.
"Hello?"
"Angel, kami sudah menyiapkan rencana untuk membantumu kabur dari rumah itu, sekarang giliranmu mencari jalan untuk bisa keluar dari kamarmu"
Di malam saat Evan mengurungku, aku langsung menghubungi para sahabatku untuk menyelamatkan aku dari kesakitan ini.
"Terima kasih, Queen. Tenang saja, kita pasti akan berhasil dengan rencana ini"
Aku mematikan ponselku. Otakku berputar memikirkan cara keluar dari kamar ini, aku tidak bisa meloncat dari jendela atau merusak pintu. Satu - satunya cara dengan membaca pikiran salah satu orang yang akan menemuiku berharap dia mempunyai dark secret yang bisa ku jadikan tameng dan senjata.
Knock knock
Pintu terbuka
"Angel"
"Jack?"
"Kamu baik - baik saja, Angel?"
Jack harapanku, aku harus memanfaatkan kesempatan ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Read Your Mind (End)
RomanceSpin-off dari Dengarkan Suaraku versi Indonesia Listen To My Voice versi English Baca dulu cerita Dengarkan Suaraku. Tokoh utama saling berkaitan. Setelah hampir empat tahun Angel King bersembunyi dari suaminya sendiri, Evan Black. Takdir mempertemu...
