Episode 14 : Feelings

961 37 2
                                        

Warning! This episode contain sexual content. Read it only if you are already 18+



"Kamu tidak perlu malu untuk mengatakannya, Angel. Setelah sekian lama kepergianmu, Evan pasti sangat merindukanmu. Tiga tahun lebih bukanlah waktu yang singkat untuk memberi jarak yang bisa merenggangkan hubungan kalian berdua. Mungkin setelah sekian lama kalian tidak bertemu, untuk awalnya Evan masih menahan diri, tapi setelah hampir tiga bulan menunggu dia menjadi seperti itu, ganas. Kamu tenang saja, Mom akan memperingati Evan untuk tidak boleh kasar padamu"



Bree mengatakan semua itu sambil sesekali menepuk bahuku, aku hanya bisa menatapnya bengong. Ingin sekali aku mengatakan 'ini hanya masalah makan malam, Bree'. Tapi, tapi, tapi.



"Bree... Emm...."



Aku menyadari tatapan Bree padaku tidak seperti dulu lagi, dulu dia memandangku benar - benar seperti orang asing yang entah dari mana tiba - tiba menjadi anggota keluarga Black. Sekarang saat aku melihat ke dalam matanya, aku menemukan tatapan yang lebih....lembut. Jujur saja, setelah menikah dengan Evan, aku tidak pernah sekalipun membaca pikiran keluarganya. Aku bermaksud untuk menjalani kehidupan normal bersama Evan dan keluarga, tidak hanya itu, sebenarnya aku takut. Aku takut untuk mengetahui apa yang mereka pikirkan tentangku. Mendadak seorang wanita  masuk ke kediaman Black dengan status yang sudah menyandang sebagai menantu bukanlah kesan pertama yang baik.



"Aku...." aku menunduk, menatap jari - jemari yang ku letakkan di atas pangkuan.



Bree meraih tangan kananku "Angel, Mom tidak bermaksud membebanimu dengan tuntutan seputar anak. Hanya saja, Mom tidak suka tentang program tunda kehamilan. Mom tidak membencimu karena kalian telah membohongiku, Mom hanya merasa kecewa. Kenapa kalian tidak jujur dari awal? Mom bukan orang yang berpikiran sempit."



Bree menepuk pelan punggung tanganku "Mom minta maaf karena Mom, kamu harus berpisah dengan Evan hingga tiga tahun lebih"




'Bree, aku yang harus minta maaf. Kedua kalinya aku masuk ke dalam keluarga Evan dengan membawa kebohongan juga' Air mataku menetes batin ku berteriak ingin mengatakan itu semua, tapi kenyataannya sangat susah untuk dikatakan. Sangat, sangat susah.



"Aku minta maaf, Bree. Aku yang seharusnya minta maaf karena telah membohongimu. Aku dengan segala kekuranganku seenaknya memasuki keluarga Black tanpa ada persetujuan dari Bree sebagai wali Evan. Aku minta maaf"



Bree mengulurkan tisu ke hadapanku yang langsung aku ambil dan berterima kasih. Aku menghapus air mata di pipiku kemudian aku memeluk Bree "Aku....selama enam bulan aku menikahi Evan. Aku sudah menjadi menantu yang buruk untuk keluarga Black, aku juga mengambil keputusan yang jauh lebih buruk. Maafkan aku"



Bree menepuk punggungku "Sudah, niat awal Mom bukan membahas tentang masa lalu. Yang lalu biarlah berlalu yang terpenting adalah masa sekarang, kamu tenang saja. Mom akan membicarakannya dengan Evan"


Aku melototkan kedua mataku, kemudian melepaskan pelukanku pada Bree "Tidak, Mom tidak perlu. Emmm... Ekhem, aku akan berdiskusi sendiri dengan Evan" aku tersenyum kaku.



Bree mengernyitkan dahi melihat tingkahku tapi dia tetap mengangguk menyetujui usulanku, syukurlah dia tidak memperpanjang masalah ini, untung saja. Hufft.



"Grandma, apa Vallen bisa mendapatkan adik kecil?" aku baru menyadari Vallen sedari tadi bermain sambil memperhatikan obrolan kami.



"Tentu saja. Tapi tunggu ya. Tidak bisa secepat itu"


Vallen menunduk wajahnya terlihat sedih namun hanya sebentar, kemudian dia mengangkat kepalanya kembali "Baik Grandma, Vallen akan jadi anak baik seperti yang selalu Mom pesan. Mom bilang jika Vallen menjadi anak baik, maka permintaan Vallen pasti akan dikabulkan, dan sekarang Vallen berharap bisa mendapatkan adik kecil"


Read Your Mind (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang