Evan dan aku sedang di rumah sakit menunggu hasil pemeriksaan dokter. Aku berusaha menguatkan diri sendiri agar tidak histeris dengan apapun hasil dokter nanti. Aku menunduk sambil memainkan jemariku di atas pangkuan.
Sebuah tangan terulur meraih jemariku, aku mendongak. Evan membawa tanganku ke bibirnya dan menanamkan kecupan di sana.
"Tenang. Aku ada di sini"
Aku mengangguk, menggenggam erat tangan Evan meminta kekuatan padanya.
"Selamat siang, Mr dan Mrs Black"
"Siang dokter" aku semakin mengeratkan genggamanku, Evan mungkin menyadari betapa gugupnya aku, dia menepuk pelan punggung tanganku.
Dokter Clara mengeluarkan sebuah kertas dan di letakkan di atas meja.
"Hasil pemeriksaan telah keluar hari ini. Saya menemukan penyebab infertilitas ini, karena ada masalah pada sel telur Mrs Black. Anda memiliki masalah pada sistem reproduksi anda"'Yeah, no shit' aku sedikit kesal. Kalau masalah itu aku sudah tahu empat tahun yang lalu. Rasa gugup pun kian menghilang. Bagus.
"Sebelum melanjutkan lebih jauh, saya ingin tahu apakah anda ada mengkonsumsi obat tertentu dalam jangka waktu panjang atau anda memiliki ketergantungan pada obat khusus?"
Tidak tahu kenapa, sedetik aku seakan merasakan jantungku berdetak keras. Aku menatap dokter Clara dan mengangguk "Saya mengkonsumsi aspirin sudah tujuh tahun dan obat tidur sejak empat tahun yang lalu"
"Seberapa sering anda mengkonsumsinya?"
Aku mencoba mengingat, aspirin. Aku mulai minum obat sakit kepala sejak bekerja dengan owner, beliau meminta kami bereksperimen setiap hari. Kepala aku tidak sanggup menahannya, bisa di bilang hampir setiap hari dan obat tidur aku memakainya sejak aku kabur dari Evan, tidak seekstrim aspirin. Tapi lumayan sering.
"Selama tiga tahun pertama, sejak pertama kali meminum aspirin hampir setiap hari saya bergantung pada obat itu,namun sekarang sudah berkurang menjadi 1 minggu 2 kali dan pil tidur dalam satu bulan sekitar lima atau enam kali sampai sekarang"
Aku merasakan tubuh Evan menegang walau hanya dari genggaman tangannya.
Dokter Clara menghela napasnya, "Ketergantungan anda pada obat - obatan terbilang tingkat yang cukup berat. Apalagi pada aspirin, obat tersebut termasuk golongan anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) yang dimana menyebabkan kesulitan pada proses kehamilan dan anda bilang mengkonsumsinya sudah tujuh tahun, kemungkinan terjadinya infertilitas semakin tinggi"
Dokter Clara membuka halaman baru di kertas laporannya "Sel telur anda tercatat mengalami kerusakan dan lemah, terhitung sisa selnya sangat sedikit akibat kerusakan yang terjadi sehingga tidak dapat mengalami pembuahan terhadap sel sperma yang masuk"
Setiap mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut dokter Clara aku merasakan harapanku terkikis semakin menipis. Aku hanya bisa memandang kosong pada kertas yang berisi laporan tentang kesehatanku.
"Apakah anda masih sering mengkonsumsi obat - obatan itu Mrs Black?"
"Tidak dokter, selama beberapa bulan ini dia sangat jarang kembali mengkonsumsi obat - obatan itu"
Evan menggantikanku menjelaskan pada dokter Clara, aku tidak mempunyai kekuatan membuka mulut walau hanya untuk sekedar menjelaskan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Read Your Mind (End)
RomantikSpin-off dari Dengarkan Suaraku versi Indonesia Listen To My Voice versi English Baca dulu cerita Dengarkan Suaraku. Tokoh utama saling berkaitan. Setelah hampir empat tahun Angel King bersembunyi dari suaminya sendiri, Evan Black. Takdir mempertemu...