Musim panas telah tiba menggantikan musim semi. Sudah berapa bulan aku menetap di sini? Sejak musim dingin sudah enam bulan. Enam bulan yang panjang dan menyedihkan. Aku sangat membenci musim panas, tidak bisa memakai pakaian hitam, matahari yang silau. Oh gosh.
Di musim ini pula aku harus lebih sering mengawasi konstruksi bangunan. Ingin sekali aku hanya memilih musim gugur hingga semi untuk bekerja. Di musim panas aku lebih memilih berhibernasi di kutub utara dengan membawa sweater, syal tebal dan lip balm, di pastikan aku bisa bertahan hidup di sana. Tapi sayangnya pekerjaan seperti ini lebih cepat di kerjakan di musim panas ini. Tidak ada salju, bunga atau daun yang sedikit menganggu proses kerja. Catat hanya sedikit menganggu, menurutku.
Tetapi....
Hari ini tidak menyebalkan seperti hari sebelumnya. Kenapa? Karena, aku menghabiskan waktu di ruang kerja menikmati pendingin ruangan bukan berpanas - panasan di luar.
Jemariku mengetik di atas keyboard membuat laporan mingguan seperti biasanya, dengan suasana dingin dan tenang seperti ini memang sangat membantu dalam kecepatanku mengerjakan sesuatu. Sangat membantu.
Kring...... Kring
Aku menggeser tombol hijau di ponsel pintar dan menjepitnya di antara telinga dan bahu "Ha-"
"ANGEL KING"
Dengan gerakan kilat aku segera melepaskan ponsel dari jepitan di bahu dan telinga serta melebarkan kedua mataku, mengangkat ponsel mensejajarkan dengan wajahku melihat ID penelepon yang tidak kuperhatikan tadi karena sibuk mengetik dengan otak lancar.
Queen. Yeah, i can take a wild guess and it will be hundred percent right.
Aku kembali menjepit ponsel di antara telinga dan bahu, jemariku kembali mengetik tombol keyboard komputer "Yes?"
"Oh, kamu masih hidup ternyata"
"Yup, still alive and guess what..... I HAVE AN IMPORTANT WORK TO DO"
"Shit...Aku tidak tuli"
Nada bicara Queen tidak keras tapi tinggi.
"Pembalasan. What do you want?"
"You"
Aku menaikkan alis mata kananku dan menghentikan jemariku. "Huh?"
"I want you to meet me"
"Why?"
"Because, i need my best friend? Duh..."
Aku memutar bola mataku dan kembali mengetik "Bukannya kamu sudah boleh kembali bertemu dengan James?"
"James adalah calon suamiku bukan sahabat. Tadi aku bilang sahabat"
Benar juga. Aku menekan tombol Ctrl + S di keyboard menyimpan laporanku setelah itu mencetak keluar hasilnya. Kemudian aku memegang ponselku "But, i'm busy"
"Stop mocking me"
Aku menaikkan alis mata kananku, merasa geli karena Queen merasa aku mengejeknya dengan menggunakan jawaban 'aku sibuk' seperti yang sering kali dia ucapkan.
"I didn't. I am really busy. Or you need me to take a photo of my paperwork pile?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Read Your Mind (End)
RomanceSpin-off dari Dengarkan Suaraku versi Indonesia Listen To My Voice versi English Baca dulu cerita Dengarkan Suaraku. Tokoh utama saling berkaitan. Setelah hampir empat tahun Angel King bersembunyi dari suaminya sendiri, Evan Black. Takdir mempertemu...
