Aku mengerjapkan kedua mataku perlahan, hal yang pertama kali aku lihat adalah selang infus yang menancap di punggung tangan kiriku. Aku mencoba mengingat apa yang terjadi sehingga aku bisa berada di sini.
Pintu terbuka menampakkan sosok seorang suster masuk ke ruang inapku, aku mencoba berbicara tapi suara ku terdengar sangat kecil dan tenggorokan terasa kering.
Suster itu menyadari aku telah sadar, dia segera keluar dari kamar ini. Mungkin untuk memanggil dokter. Tidak lama kemudian muncul dokter dan suster yang tadi beserta dua orang di belakangnya, mataku tidak dapat melihat jelas siapa saja yang masuk.
"Selamat pagi, Mrs black"
"Pa....gi" suaraku terdengar serak.
"Bagaimana perasaan anda sekarang, Mrs?"
"Ha...us, le.....mas" aku menelan ludahku yang terasa mengering.
"Baik, kondisi anda masih lemah, saya menyarankan anda rawat inap untuk 2 hari ke depan. Saya sudah menjelaskan keadaan anda pada Mr Black. Sebaiknya anda segera mengkonsumsi sesuatu, tapi ingat anda belum boleh makan makanan berat. Saya permisi"
Aku mengangguk pelan. Seluruh tubuhku terasa lemah dan lemas seperti berenang sepanjang 100m tanpa mengambil napas.
"Angel, kami sangat khawatir kamu tahu?"
"A..ku ha...us"
Kemudian aku merasakan punggungku di angkat seseorang dan segelas air putih di sodorkan padaku. Tenggorokanku yang sudah sangat kering meminum air itu sampai habis, aku memandang orang yang menopangku, Evan.
"Terima kasih"Evan kembali merebahkan punggungku perlahan, aku sudah merasa lebih baik.
"Maaf, Queen. Aku membuat kalian semua khawatir"
Queen memandangku dengan mata berkaca - kaca. Kemudian melempar tubuhnya menindihku, aku mengaduh dan terkekeh pelan. "Aku baik - baik saja, Queen" aku menepuk punggung Queen pelan,
"Ngomong - ngomong aku sudah tertidur berapa jam? Dan kenapa aku bisa ada di sini?"Aku menuntut jawaban penglihatanku sudah mulai jelas. Aku menatap Queen, Queen menghela napasnya kemudian menatap Evan tajam.
"Sekarang jam sembilan pagi" Evan bersuara dari keterdiamannya sedari tadi.
Aku membolakan kedua mataku aku tertidur hampir dua belas jam?
"Kamu pingsan saat aku memelukmu Angel, dokter tidak memberikan informasi kesehatanmu pada kami. Dia hanya memberitahukannya pada Evan"
Aku menoleh menatap Evan yang masih setia duduk di samping ranjang tidurku. Evan seakan mengerti arti pandanganku, dia meminta privasi untuk kami berdua, membuat Queen keluar dari ruangan.
"Aku hanya akan menunggu sepuluh menit setelah itu tidak peduli kalian sudah selesai diskusi atau belum aku akan langsung masuk" Queen berbalik meninggalkan aku dan Evan.
Tubuhku masih sangat lemah, aku menghadap Evan menuntut penjelasan dari dokter tentang kondisiku.
"Angel, kapan terakhir kali kamu makan?"
Aku mengernyitkan dahi "Siang sebelum berangkat pesta"
"Apa yang kamu makan?"
"Yogurt"
"Setelah itu?"
"Sponge cake di acara launching"
Evan menghela napas "Kapan terakhir kali kamu makan - makanan berat?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Read Your Mind (End)
RomansaSpin-off dari Dengarkan Suaraku versi Indonesia Listen To My Voice versi English Baca dulu cerita Dengarkan Suaraku. Tokoh utama saling berkaitan. Setelah hampir empat tahun Angel King bersembunyi dari suaminya sendiri, Evan Black. Takdir mempertemu...