Episode 23 : Third Time

925 40 4
                                        

Setelah kejadian dari rumah sakit, sikap Evan padaku berubah 180°, dia mulai terbuka padaku tentang beban pikirannya dan Evan juga lebih sering menghabiskan waktu berdua denganku sekarang.

Tapi, aku juga berubah terhadapnya. Aku hanya berbicara seperlunya pada Evan dan hanya pada saat ada yang penting aku baru akan memulai pembicaraan dulu dan biasanya tidak akan lama.

Saat keluar dari rumah sakit hal pertama yang aku minta adalah Evan mengurus perceraian kami, tapi dia terus - terusan mengulur waktu dan mengalihkan pembicaraan. Aku merasa sia - sia dengan usahaku, jadi aku memilih apa yang membuatku nyaman dan menjaga jarak dengannya.

Bree, awalnya dia masih mendiamkanku dan Evan, dia mendiamkan kami hampir satu minggu hingga akhirnya kembali seperti biasanya. Mungkin karena tidak tega melihat anak satu - satunya sedih dan terbebani.

Pekerjaan? Aku masih di antar dan pulang bersama Evan, rutinitas itu tidak berubah hanya saja aku lebih banyak diam saat menghadapinya sekarang.

Aku juga lebih sering keluar dari kediaman Black, mengurangi kesempatan bertatap muka dengan Evan dan menghabiskan waktu bersama yang lainnya seperti saat ini.

"Queen, selamat ya. Akhirnya pernikahanmu hanya tinggal beberapa minggu lagi"

"Terima kasih, Angel. Jangan lupa kamu harus menjadi Bridesmaidku, aku sudah menyiapkan gaun untuk kalian dan warnanya ungu. Jangan ingkar janji"

Aku memutar kedua bola mataku "Okay, future bride"

Queen dan aku terkekeh.

Queen dan James akhirnya bisa bersatu kembali. Mungkin sudah merupakan takdir jodoh yang tidak bisa di pungkiri. Butuh usaha yang menguras keringat memang, tapi yang jelas hasilnya baik. Dan yang pasti aku turut bahagia atas pernikahan mereka.

Queen mentoel bahuku, membuat aku menoleh padanya. Queen mendekatkan wajahnya ke telingaku.

"Evan masih setia menunggumu di sana. Kamu serius tidak mengacuhkannya?"

Aku mengangguk pelan. Queen memandang ke belakang kami tempat di mana Evan duduk.

"Dia terlihat berantakan" ucap Queen yang hanya aku balas dengan mengedikkan bahu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dia terlihat berantakan" ucap Queen yang hanya aku balas dengan mengedikkan bahu.

Queen menghembuskan napasnya berat "Angel, kamu merasa langkah yang kamu ambil ini benar? Kamu tidak merasa tersiksa?"

Aku mengangkat kedua bahuku, "Yang pasti aku tidak lagi merasa sakit dan kecewa"

Queen menatapku dalam aku mendengar suara hatinya "Aku tahu, aku egois bersikap seperti ini. Tapi, sikap ini adalah bentuk perlindungan pada hatiku"

Queen menghela napasnya "Angel...."

Aku menggeleng, "Aku tidak ingin kecewa lagi Queen. Rasanya menyakitkan. Aku sudah memintanya menceraikanku, tapi dia tidak mahu"

Read Your Mind (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang