Aku menjelaskan pada Evan situasi yang terjadi hingga pembicaraan dengan dokter Clara juga. Evan mendengarkan sambil mengelus perutku pelan dan menenangkan.
Evan mengecup pelipisku "Sekarang bagaimana? Kamu sudah merasa baik - baik saja?"Aku mengangguk,
"Kamu masih akan kerja? Atau istirahat saja di kamar?"
Aku menatap Evan dan menangkup tangannya yang berada di atas perutku "Aku baik - baik saja, Van. Lagipula di kantor nanti aku hanya akan duduk diam di depan komputer"
Evan mengelus punggungku dengan satu tangan bebasnya "Kamu yakin?"
Aku kembali mengangguk. Evan membungkukkan badannya hingga berada di depan perutku dan mengecupnya. Evan membisikkan kata- kata penyemangat di sana, senyuman bahagia kembali menghiasi wajahku. Aku mengelus kepala Evan lembut, kami berdua sangat tidak sabar menunggu kehadiran calon bayi ini. Bahkan malam hari Evan dan aku sekarang diisi dengan menebak jenis kelamin janin dan kami juga sibuk mencari nama - nama yang akan kami berikan padanya.
Evan kembali duduk di sampingku "Aku sudah membujuk calon bayi kita untuk tenang dan tidak membuat Mamanya kesulitan"
Aku terkekeh "Terima kasih. Aku sudah merasa lebih baik"
Aku mengecup bibir Evan sekilas."Ingat di kantor nanti kalau kamu merasa tidak nyaman segera hubungi aku"
"Okay Dad"
Evan mendekatkan wajahnya ke telingaku "What did i say about calling me, Dad?"
Aku mengangkat kedua bahuku sambil terkikik,
"You are lucky now Mrs Black. I will get you next time" Evan mengecup dan melumat bibirku lembut.
Aku tersenyum di sela ciuman kami merasa senang bisa mengerjai Evan lagi.
***
"Mr Walton, saya sudah menyiapkan dan menuliskan sistem konstruksi, struktur bangunan, bahan bangunan, serta biaya secara detail dan penjelasan dalam bentuk gambar, sistem diagram dan laporan tertulisnya sudah tercantum juga, anda bisa membaca semuanya di dokumen ini" aku meletakkan sebuah map hijau ke atas meja.
"Untuk map yang ini berisi dokumen pelaksanaan dalam bentuk gambar-gambar kerja, tulisan spesifikasi dan syarat-syarat teknik pembangunan yang jelas, lengkap dan teratur, serta perhitungan kuantitas pekerjaan dan perkiraan biaya pelaksanaan pembangunan yang jelas, tepat, dan rinci" aku meletakkan map biru menimpa map hijau tadi.
"Sudah saya siapkan semuanya berdasarkan yang anda minta Mr Walton"
Mr Walton mengambil dan membuka map hijau sekaligus biru membacanya sekilas, kemudian mengangkat wajahnya menatapku.
"Kerja yang bagus Miss King, sekilas saya lihat rincian ini sudah bagus, tapi untuk pastinya saya akan membicarakan dengan investor yang lainnya"
Aku mengangguk tegas "Baik Mr Walton tidak masalah"
Aku baru akan bangun dari dudukku, tiba - tiba Mr Walton memanggilku."Miss King"
Aku kembali duduk dan menghadapnya
"Ya, Mr Walton""Saya mendengar kabar bahwa kamu sedang menjalani proses kehamilan"

KAMU SEDANG MEMBACA
Read Your Mind (End)
RomanceSpin-off dari Dengarkan Suaraku versi Indonesia Listen To My Voice versi English Baca dulu cerita Dengarkan Suaraku. Tokoh utama saling berkaitan. Setelah hampir empat tahun Angel King bersembunyi dari suaminya sendiri, Evan Black. Takdir mempertemu...