Episode 11 : Heart Pierce

934 37 1
                                        

"Heart"

"Yes aunty?"

"Kamu merasa nyaman duduk di tempat sempit begini?"

Heart melihat ke kanan kiri, seakan mengukur batas sempit yang aku deskripsikan. "Ini sudah luas Aunty, saat aku tidur, Mama memelukku erat, aku tidak merasa itu sempit, aku nyaman"

"Kamu lebih suka berada dekat - dekat dengan Mama?"

Heart mengangguk, "It's not just Mom, i like when i close to others too"

"Kenapa? Bukankah lebih nyaman di tempat yang lebih besar?"

Heart menggeleng, "Nay, Aunty. Jika lebih besar aku sendiri"

Aku merasa tertohok dengan jawaban polos Heart, anak sekecil ini sudah mengerti tentang orang yang berada di sekelilingnya dengan yang tidak.

"Jadi, karena itu kamu naik ke ranjang Aunty?"

Heart mengernyitkan dahinya "Bukankah Aunty yang memintaku menemani Aunty?"

Aku menatapnya bingung. Ya, aku memang memintanya menemaniku di sini, tapi bukan minta dia menemaniku di atas ranjang juga. Ya sudahlah, respon dia tidak salah juga sebenarnya.

"Mama juga selalu bilang, Aunty Angel butuh teman. Mama bilang kalau Aunty Angel mau berbicara, aku harus menemani Aunty Angel dan berbicara juga"

Aku sedih mendengar tutur kata Heart, aku sadar aku menghindari anak - anak ini dengan alasan yang egois. Air mataku menetes tanpa ku sadari.

"Aunt Angel don't cry, is it because of me? I am sorry, Aunty"

Heart mulai ikut menangis, aduh bagaimana ini aku belum pernah menjaga anak kecil. Aku kelabakan seketika, kemudian aku menghapus air mata milikku dan mengulurkan tangan mengusap air mata Heart.

"You didn't do anything wrong, Heart. It just something got my eyes"

Heart mendekati wajahku dia melihat mataku, kemudian meniup pelan mataku, aku terkekeh geli. Heart ikut tertawa sepertinya dia sudah melupakan tangisan tadi.

Aku tidak pernah melihat wajahnya dari dekat. Aku baru menyadari Love melahirkan anak yang begitu cantik dan pintar. Love adalah wanita yang sangat hebat dia berhasil mendidik Heart menjadi anak kecil yang sangat menggemaskan pantas saja Heart di kelilingi oleh orang yang mencintainya dan hari ini aku Angel King resmi menjadi salah satunya.

Seorang suster masuk membawa jatah snack sehat, awalnya dia ingin menurunkan Heart tapi aku menahannya, aku ingin Heart berada di sampingku. Makanan rumah sakit yang hambar dan dingin, yuck. Aku menoleh ke arah Heart yang menatap sup labu dan kue pisang. Sepertinya dia lapar, tapi makanan rumah sakit ini tidak akan cocok untuknya.

"Heart, kamu lapar?"

Heart mengangguk,

"Kamu tunggu Aunty habiskan ini dulu, nanti kita ke kantin mau?"

"Okay" Heart tersenyum sangat manis.

Aku membalas senyuman Heart dan mencubit pipinya pelan. Aku menyuapkan sup itu ke mulutku, ya sesuai dugaanku hambar. Dengan susah payah aku menghabiskan sup labu dan kue pisang yang sedikit lebih baik daripada sup labu, tetapi tetap saja tidak enak.

"Aunt Angel"

Aku mengusap mulutku dan menoleh memandangnya.

"You look tortured. Is it because of the food?"

Read Your Mind (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang