27

2.7K 307 37
                                        

○○○

Hari itu bisa dibilang sangat cerah, matahari tak sungkan menyoroti serta menerpa tepat di wajah Lisa, sehingga kedua mata gadis itu sedikitnya menyipit, sebelum akhirnya masing-masing dari tanganya menutupi laju sinar tersebut.

Lisa tengah duduk terdiam di sisi kolam renang yang berada di kamarnya, ia dan kakinya memasuki kolam, sementara pikiranya melayang entah kemana, tampaknya gadis itu sedang kalut, terlihat dari caranya melulu meneguki botol wine yang ia curi dari kamar sang ayah, ternyata benar saja apa yang Jennie bilang kemarin, dengan lantang ayahnya bilang bahwa ia akan memberikan uang untuk pengobatan ibunya, hanya jika Lisa dan dirinya sudi menikahi Seok jin dalam kurun waktu satu bulan dari sekarang.

"Ah..stress..." keluh Lisa sambil memegangi kepalanya yang bukan main penatnya.

Sementara itu, di sisi lain Handphone-nya melulu berdering, seakan memanggili Lisa untuk segera mengangkat telpon yang ternyata dari Kim Taehyung kekasihnya, satu seringaian mencuat di bibirnya, tatkala ia menatap layar Handphone-nya serta mendapati 58 panggilan tidak terjawab dan tolong garis bawahi semua itu dari Kim Taehyung, sehingga ia mulai berbicara dalam hatinya seperti "ah...sebegitunyakah pria ini sangat menyukaiku ?"

"Hallo pacar..." sapa Lisa lengkap dengan nada khas seorang pemabuk, karena tak bisa dipungkiri gadis itu memang tengah mabuk.

"hmm...aku sedang minum wine."

"Di rumah, tentu saja.."

"Aku tidak marah, kenapa kau melulu bersikukuh kalau aku marah ? aku tidak menjawab telpon tadi karena sedang tidur."

"Apa ? hyak..aku bukan seorang gadis labil yang bilang tidak marah padahal marah, sungguh, bagaimana caranya aku meyakinkanmu kalau aku tidak marah.."

"Astaga aku tidak marah !" bentak Lisa yang tiba-tiba membuat ia kembali berbicara.

"Ya aku marah sekarang ini karena kau bersikukuh menuduhku marah, aku tidak marah oke? jangan berlebihan."

"iya, aku juga mencintaimu, merindukanmu, menyayangimu."

"Apa ? aku tidak habis menangis kok.." ucap Lisa bohong yang tentu saja Taehyung mengetahuinya karena gadis itu tengah cegukan sekarang ini.

"dan aku bukan menangis karenamu, jangan terlalu percaya diri, nanti akan aku ceritakan.."

"Nanti saja langsung ciumanya ya? aku tidak suka ber-ilusi, mencium telpon genggam itu tak berasa."

"Araa, dah pacar.." ucap Lisa mengakhiri panggilanya.

Lisa dan langkah kakinya mulai memasuki kamar, ia memijit nomor telpon rumahnya dengan hanya sebuah angka satu, lantas beberapa saat kemudian beberapa pelayan mulai memasuki kamarnya.

"Ahjuma, tolong ambilkan aku beberapa botol wine lagi beserta camilan, ah..buatkan juga dua piring omelet mungkin? kurasa Kim Tae akan menyukainya, aku juga ingin kalian tidak menggangguku untuk beberapa jam kedepan, pacarku akan datang, dan pastikan jika seseorang bernama Jennie datang, kau tahu dia adiku bukan ? jangan biarkan dia masuk." ucap Lisa panjang lebar yang mana hanya di iyakan oleh para pelayan tersebut sebelum akhirnya satu tangan Lisa mengisaratkan mereka untuk pergi lantas mengikuti titah itu setelahnya.

Lisa kembali menghembuskan nafasnya sebelum satu pikiran mulai melintasi kepalanya saat itu, sehingga membuat tanganya melipir meraih Handphone-nya.

Lisa
dek, jangan datang ke rumah hari ini ya ! pertama karena aku belum mendapatkan uang.

Kedua, Kim Taehyungku akan datang dan kau punya bakat 'jalang'.

Little Lili [ Taelice ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang