"Apa dia calon penggantiku?"
Kyungsoo meletakan Taeoh perlahan, mencabut dot yang sejak tadi masih saja setia menempel di sela bibir anak itu.
Sejenak, Kyungsoo menatap botol bergambar beruang coklat. Jika dipikir-pikir, Taeoh selalu antusias dengan segala hal yang berhubungan dengan beruang.
Bahkan, boneka beruang kecil milik Kyungsoo kini telah berpindah tangan pada Taeoh. Anak itu selalu membawanya dimanapun dan kapanpun.
"Apa ini karena kau terlalu imut seperti Aegi Gom?" gumam Kyungsoo seorang diri, gadis itu menarik selimut bergambar beruang sebatas dada, sebelum akhirnya berjalan ke arah luar.
Langkahnya terdengar pelan. Langkah demi langkah ia buat hati-hati, berusaha untuk tak membuat bunyi sama sekali. Ia tak ingin menggangu konsentrasi Chanyeol yang tengah bergelut dengan setumpuk pekerjaan di ruang kerjanya.
Langkahnya yang kian dekat belum juga disadari oleh pria dengan kacamata bundar yang menggantung di hidungnya.
Hingga tanpa sengaja kaki itu menginjak satu lembar kertas yang tercecer di lantai, membuat keseimbanganya goyah.
Kyungsoo telah pasrah apabila tubuhnya harus bersalaman dengan kerasnya lantai, namun hingga beberapa saat ia tak merasakan apapun.
Hanya terdengar suara pecahan cangkir yang tadi Kyungsoo bawa dari dapur.
"Kau tak apa?" pelan-pelan Kyungsoo membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah raut khawatir seorang Park Chanyeol.
Kyungsoo terpaku, ia baru menyadari jika Chanyeol bisa terlihat setampan ini. Rahangnya yang tegas, juga hidung mancung dan jangan lupakan mata besarnya sukses membuat sesuatu dalam diri Kyungsoo berdegub lebih cepat dari biasanya.
Bruk!!
Kyungsoo mengaduh begitu Chanyeol menjatuhkanya dengan tega, Kyungsoo mengelus bagian belakangnya yang terasa nyeri.
Ia memandang sebal ke arah Chanyeol yang memalingkan wajah, entah apa yang pria itu pikirkan hingga wajahnya menjadi merah padam.
"Maaf menganggumu, aku hanya ingin membuatkan mu kopi," baru saja Kyungsoo hendak memunguti pecahan cangkir, Chanyeol menahanya lebih dulu.
"Biarkan saja," yang terjadi selanjutnya adalah. Kyungsoo juga Chanyeol duduk berhadapan dengan keadaan canggung.
Beberapa kali Kyungsoo berdehem keras, ia sungguh tidak nyaman dengan suasana saat ini. Sedang Chanyeol, pria itu masih asik mengamati wajah Kyungsoo tanpa berniat memulai pembicaraan lebih dulu.
"A..., ada sesuatu yang ingin dibacarakan?" Kyungsoo berujar gagap. Entahlah, sejak beberapa hari lalu, apabila ia bersitatap dengan Chanyeol, Kyungsoo selalu merasa gugup hingga tak sanggup bicara.
Berbeda dengan saat pertama kali gadis itu menginjakan kakinya di sini, dengan terang-terangan ia berani menatap Chanyeol. Bahkan mengibarkan bendera perang pada pria itu.
"Apa besok kau ada acara?"
Kyungsoo berpikir, semenjak ia berhenti dari pekerjaanya ia tak mempunyai kegiatan apapun selain mengurus rumah, dan juga Taeoh. Sedikit mengurus Chanyeol juga.
Kyungsoo menggeleng pelan, membuat senyum sumringah mendadak muncul di wajah Chanyeol.
Hingga Kyungsoo setengah mati menahan napas.
"Besok bersiaplah, kita akan jalan-jalan,"
Mata Kyungsoo berkedip beberapa kali, apa katanya? Jalan-jalan?
"Maksudmu..., kita?" hanya memastikan, Kyungsoo tak ingin besar kepala jika 'kita' yang Chanyeol maksud ....
KAMU SEDANG MEMBACA
Eomma? (ChanSoo GS)
FanfictionMenikah? aku tak pernah memikirkan hal itu sebelumnya, apalagi menjadi seorang IBU? CHANSOO GS Cover by : @Alizrobear
