Rencana

2.8K 178 5
                                        

"Kupikir, semuanya baik-baik saja."

"Semuanya memang baik, sayang. Apa yang kau khawatirkan, hm?"

Si pirang mulai melingkarkan tangannya di pinggang sempit sang gadis, memeluknya dari belakang.

"Hentikan, Naruto-kun. Kau membuatku geli." Sergah Hinata ketika Naruto mulai menyandarkan kepalanya di bahu si gadis bernetra amethyst itu.

Ia hanya belum terbiasa, ketika kekasih pirangnya ini berada sangat dekat dengannya. Seperti sekarang ini, Hinata bahkan bisa merasakan embusan napas Naruto- 'citrus dan mint' pikirnya geli.

"Jadi, apa yang membuatmu merasa tak baik, Hime?"

"Hanabi, ia sedang sakit." Lirih sang gadis dengan tatapan sendu.

Naruto mengerti. Ia mengerti bagaimana perasaan gadis yang dicintainya itu. Khawatir, tentu saja. Hanabi adalah adik satu-satunya, dan sudah pasti yang paling disayanginya.

"Ya, kita berdoa saja, semoga calon adik iparku cepat sembuh."

"Eh?" Seketika Hinata memasang raut wajah terkejut.

"Kenapa kaget begitu. Memangnya kau tidak mau menikah denganku? Padahal aku sudah akan membeli cincinnya, menyewa gedung pernikahan, membeli tiket untuk bulan madu- ough!"

Hinata menyikut perut sang pemuda, wajahnya kini bahkan sudah merah padam, bagaimana bisa Naruto melamarnya sekarang, disaat adiknya tengah sakit, dan yang terpenting,

"Kita ini kan masih SMA Naruto-kun!"

"Tidak apa, kan, jika aku membuat rencana sekarang?" Goda Naruto sembari menaik turunkan alisnya.

Hinata menunduk, ia benar-benar ingin pingsan sekarang.

NaruHina -Always And Forever- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang