Senyum

1K 102 3
                                        

"Kau! Harusnya aku tahu sejak awal!" Hinata berteriak frustrasi.

"Tidak. Tenanglah, sayang. Aku tidak bermaksud-"

"Diam! Diamlah. Aku tak butuh alasanmu!"

"Hinata, kumohon."

"Tidak. Tidak akan lagi, Naruto-kun. Harusnya aku sadar. Sejak awal kau bahkan tak pernah berkata bahwa kau mencintaiku."

"..."

"Bodohnya aku. Ketika aku mengungkapkan perasaanku waktu itu, kau hanya bilang 'aku juga'. Juga apa? Kau juga mencintaimu dirimu sendiri kan? Bukannya mencintaiku."

Napas Hinata terengah. Dan Naruto hanya mampu menatap nanar gadis di depannya.

"Harusnya aku tidak naif. Tiap kali aku berkata aku mencintaimu, kau hanya mengiyakan. Aku benar-benar bodoh, atau kau yang terlalu pintar, hah?"

Naruto mulai melangkah pelan. Bermaksud mendekati si gadis indigo.

"Tidak! Jangan mendekat!" Hinata membuka pisau lipatnya dan mengarahkannya pada Naruto.

Namun seakan tuli dan tidak gentar, ia terus maju, mengikis jarak di antara mereka. Hinata mundur, hingga langkahnya harus terhenti karena tubuhnya telah menyentuh dinding kamar.

"Tidak. Jangan mendekatiku." Lirih Hinata sembari memejamkan matanya erat.

Naruto memegang mata pisau itu dengan tangan kanannya, darah mulai mengalir, namun ia tak menghiraukannya. Ia mulai menarik pisau itu hingga terlepas dari genggaman Hinata dan membuangnya ke lantai.

Kedua tangan kokohnya mulai merengkuh tubul mungil kekasihnya. "Maafkan aku, Hime. Aku minta maaf atas keluargamu. Kau tahu mereka itu mafia. Dan aku benar-benar mencintaimu."

Hinata diam. Tak berontak, maupun membalas pelukan si pirang. Isakan kecil mulai terdengar. Hinata menangis, kecupan lembut Naruto daratkan di kening yang tertutupi poni indigo itu.

"Cut! Kerja bagus semuanya. Terima kasih untuk hari ini." Sang sutradara mulai beranjak untuk melanjutkan pekerjaan lainnya.

Naruto dan Hinata melerai pelukan dan saling tersenyum. "Actingmu bagus sekali, Hime."

"Kau terlalu berlebihan."

"Bagaimana kalau kita makan malam sekalian kencan?"

"Bukan ide yang buruk."

Dan mereka kembali tersenyum satu sama lain.

NaruHina -Always And Forever- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang