Calon

916 83 3
                                        

"Naruto-kun! Bentar lagi buka puasa, nih."

"Ya. Aku tahu."

Begitulah Hinata. Gadis itu kerap kali menyambangi rumah tetangganya hanya untuk memberitahu hal-hal yang sudah pasti.

Naruto tetap fokus, berkutat pada komputer di depannya.

"Naru."

"Hm. Ada apa?"

"Jalan-jalan, yuk!"

"Nonton tv sana. Aku masih belum selesai."

"Tapi cepat, ya."

"Aku tidak janji."

.

.

.

"Have you ... a gun?"

"...."

"Kau pasti berharap untuk memilikinya sekarang?"

"I don't know. Sepertinya tidak perlu. Karena kepala kalian ada di tanganku."

"Kau ... apakah kau?"

"Apa kalian bahkan mengenali pemimpin kalian? Meh. Pasti tidak. Dasar tidak berguna."

"Jadi pergi, tidak?"

"Eh, sudah selesai? Jadi dong."

Hinata segera mematikan tv dan beranjak mengikuti sang pemuda keluar rumah.

"Tidak naik motor?" gadis itu mengernyit heran.

"Katanya mau jalan-jalan?"

"Eh. Begitu ya."

"...."

"Um, Naruto-kun sudah salat asar belum?" Hinata kembali bertanya sembari menyejajarkan langkahnya dengan sang pemuda.

"Sudah."

"Kau tidak menanyaiku?"

"Kau sendiri?"

"Tentu saja sudah."

Diam. Hinata kehabisan topik.

"Eng ... ngomong-ngomong, kita akan kemana?"

"Yang ngajak kan kamu, kenapa malah tanya padaku?"

"Yah, tadi aku kan cuma iseng. Biasanya juga Naruto-kun tidak mau."

"Hah. Ke taman kompleks saja."

"Okey. Kau memang selalu bisa diandalkan."

"Tentu saja, aku kan calon imammu."

"Duh, jangan diperjelas dong. Kita kan gak pacaran. Tapi pernah sih, dulu kita sempet pacaran kan 3 hari. Naruto-kun ingat tidak?"

"Tentu saja. Kau kan mantanku, tapi sekarang kau calon istriku."

"Eh, kapan nglamarnya?"

"Waktu itu kita putus karena kau bilang 'pacaran itu gak keren, ah' lalu kita berteman saja, tapi rasa pacar. Lebih keren katamu. Trus aku ngomong kalo ...." Naruto mengalihkan pandangannya ke langit, guna menghindari tatapan kepo Hinata.

"Oh ... he he he. Naru masih ingat, ya?"

"Tentu saja, my ex girlfriend." Naruto mencubit hidung mungil Hinata gemas.

"Ish, Naru. Udah sampe nih. Simpen aja tenaga kita buat pulang nanti."

"Iya, iya. Calon bidadari surgaku."

NaruHina -Always And Forever- Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang