Part 2

20 3 0
                                    

Happy reading....


Baru saja kakinya melangkah, seorang siswa laki- laki menabrak bahu kanannya dan membuat dirinya terhuyung kesamping.

Key merasakan bahunya yang begitu nyeri. Setelah beberapa detik ia fokus dengan bahunya ia menoleh ingin melihat siapa yang tadi menabraknya. Belum sempat ia melihat siapa yang menabraknya,
Orang tersebut malah meninggalkan key sendirian.

"Dasar, nggk punya ati tuh orang." gumamnya.

Sesampainya dikelas... Ia langsung mendudukan bokongnya untung saja guru yang mengajar belum datang, key benar" kesal mengapa hari ini buruk baginya. Ia tak mau berlama- lama memikirkan kejadian tadi.
ia mulai mengeluarkan sebuah polaroid kecil dari saku seragamnya yang disana terdapat sepasang anak kecil laki-laki dan perempuan yang sedang tertawa bersama disebuah rumah pohon.. Ia mulai memutar kembali memori masa lalunya
Dimana dirinya masih bisa tertawa bersama sosok sahabtnya.
Ia jadi merindukan sahbt kecilnya, bagaimana rupanya. Apakah ia akan menjadi yang diimpikan oleh key. Matanya yang indah berwarna hanzel, hidungnya yang mancung, rambut hitam pekat, bibirnya yang indah.. Eh ia jadi mendeskripsikan pangerannya hehe..

"Woiii ngapain loh senyum-senyum sendiri, loh kesambet ape.? Ujar seorang gadis yang kini duduk dihadapan key, dia adalah rahma. Sahabt+ partner curhat, ya mereka sudah lama berteman sejak key pindah dari rumah lamanya. Bahkan mereka selalu saja bersama kemana- mana.

"ihh ngageti aja sih." dengan kesal.
" hayo lo lagi mikiran apa, jangan- jangan lo mikirin bang rey lagi mandi ya." ucap rahma dengan nada menggoda
" ihhh nggk ya, gila lo."
" hahahahahah gitu aja marah." rahma tertawa dan mencoel-coel dagu key
Key hanya menatap tajam kearah rahma. Dan itu membuat rahma langsung menghentikan aksi menggodanya.

"eh key loh tau nggk ada anak baru loh, katanya sih ganteng gue jadi penasaran deh anaknya kayak gimana, mungkin aja dia bisa luluhin hati lo yang kaku itu." ucapnya sambil terkekeh.
Key hanya diam menanggapi ucapan sahabtnya itu. Tidak akan ada habis- habisnya rahma menggoda dirinya. Uhh ia jadi kesal sendiri.

"ssstttt.. Bu mia datang woi.." ucap ardan selaku ketua kelas.
Eh lupa ndeng kls mereka 11 ipa 2.
Semua pun berhamburan untuk duduk di bangkunya masing- masing.

" Assalamualaikum." ucap guru bahasa indonesia serta wali kelas tersebut.
" Waalaikumsalam." ucap serentak
" Ibu akan mengenalkan murid baru dia baru pindahan dari bandung, kemari nak kenalkan dirimu." ucap bu mia memanggil anak tersebut.

Deg..

"wajah itu." gumam key.
"Loh kenal dia.." tanya rahma yang mulai kepo.
" ehh nggk, cumak familiar aja di mata gue."
Enggak key.. Dia bukan sam, buang jauh- jauh semua tentang sam key. Batin key sambil menggeleng- gelengkan kepalanya mencoba melupakan kenangannya bersama sam.

" key... Keyra... Aneta keyra Atalarik" ucap bu mia memanggil key dan membuat seisi kls menatap ke arah key begitupun anak tersebut.
" ehh iy-ya bu ada apa."
" kamu kenapa geleng- geleng begitu."
" eh nggk bu.." jawabnya dan dibalas anggukan oleh bu mia.
" yasudah perkenalkan dirimu nak."

Anak tersebut hanya mengangguk dan mulai memperkenalkan namanya.
" kenalin nama gue samudra Alexander. Gue pindahan dari bandung."
" ihh ganteng deh." Ucap salah satu siswa perempuan.

" boleh minta no nya nggk."

" bolehlah di bawa pulang."

"Eh dasar loh cabe, ada anak mulus dikit aja udh jelalatan tuh mata." ucap boby menyahut..
" eh sewot ae loh sempak memel."

" ehh sudah apa-apaan ini, ya sudah silahkan duduk di samping ardan ya, ardan coba angkat tangan mu." ucap bu mia untuk mempersilahkan sam duduk.
Sam melewati bangku key dan ia tersenyum simpul kearah key dan membuat jantung key bergemuruh.
Deg...

Apakah dia samnya. Entahlah.. Ia sangat tak yakin. Tapi dari namanya saja sudah berbeda entahlah ia sangat bingung.

Jam pertama berjalan dengan lancar hingga bel istirahat berbunyi.

"key kekantin yok." ajak rahma.
" yaudah ayok tapi, ikut gue ketoilet dulu ya.." ucap key
" yehh itu mah udah jadi prioritas loh"
" hehe ayo udah kebelet ni." ucapnya langsung menarik rahma keluar kelas.

Setelah selesai ia menghembuskan nafas lega. Ia keluar dan segera menuju kantin.
" rame banget sih."
" yeh kayak nggk tau aja, udah biasa kali."
" ya ngantri lagi ni."
" ya udah lah, giliran lo ya yang ngantri nanti gua deh yang nyari duduknya." ujar key
" hmm oke deh, loh mau pesen apa?."
" kayak biasanya aja."
" oke tunggu ya..."

Key pun segera mencari tempat duduk untuk mereka berdua duduk, dan ia memilih untuk duduk di pojok.
Ia pun segera duduk dan mulai bergulat lagi dengan pikirannya.

" Tada... Udah dateng ni makanannya."
" oke."
" eh key tumben tadi di kelas biasanya lo paling gk bisa diem kok tadi loh diem aja sih, loh juga nggk fokus." tanya rahma
" hmmm lo tau nggk anak baru tadi, dia kayak sam rah."
" sam? Sam siapa?."
" sam sahabat kecil gue."
" ouh.."
" lo tau nggk si gue ngerasa ada kesamaan dari sam anak baru dan sam masa kecil gue."
" nggk semuanya yang lo harapin selalu terwujud key, gue tau semuanya nggk mudah buat lo jalani. Tapi lo juga harus bisa lupain masa lalu yang selalu buat lo teringat sama masa kecil lo. Jangan buat semuanya jadi boomerang lo sendiri. Kalau dia emang bener- bener sam sahabt kecil lo seharusnya tadi dia nyapa lo kan." ucap rahma.
Ia jadi memikirkan apa yang diucapkan rahma.

" eh tumben lo bijak." ucap key sambil terkekeh.
" loh ma gue gini salah, gue gitu salah." ucapnya kesal
" ihh sahabt gue kalau ngambek tambah lucu deh"
" apaan coba."
" udah ah cepetan, ini mau masuk loh." ucap rahma.
Mereka pun terlarut dalam obrolan dan sekali- kali mereka berdua tertawa. Sampai mereka berdua tak tau jika sejak tadi mereka diawasi oleh mata elang seseorang.

******

Salam dari

#Aneta Keyra Atalarik.

Jangan lupa vote&coment ya....

See you♡

Found You (Slow Update)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang