Sejak kejadian malam itu kini hubungan key dan sam semakin berjalan baik.
Sedangkan dengan valdo sepertinya laki-laki itu menjauh dari key.
Tapi mungkin hanya key saja yang merasakan itu.
Entahlah yang pasti ia bahagia karena semuanya berjalan kembali dengan semestinya.Siang hari...
Di sebuah kantin sekolah kini mereka berempat tengah duduk sembari menunggu makanan yang tadi dipesannya.
Siapa lagi kalau bukan keyra, samudra, rahma, dan tentu ardan.
Mereka ber empat tampak asik bercanda gurau. Tak memperdulikan keadaan sekitar, padahal sejak tadi mereka menjadi tontonan gratis para murid lain.
Tapi sepertinya tak mengganggu mereka, seperti kata ardan
hidup juga hidup kita ngapain ngurusin orang lain toh yang ngejalanin juga kita bukan mereka.Entah takdir apa yang tuhan gariskan untuk mereka.
Persahabatan yang begitu indah dimata mereka, dan tanpa diketahuinya satu sama lain memendam perasaaan yang berbeda.
Memang perasaan mereka berbeda tetap pandangan mereka sama.
Yaitu sama-sama menjaga persahabatan mereka.." Eh lo tau nggk, masyaallah gue tadi lihat ada anak baru sumpah udah muontok, cantik, sexi aduh lengkap deh." ucap ardan dan membuat mereka bertiga terkekeh akan ucapan ardan yang tak berfaedah itu.
" Beuhh.. Kalau udah masalah montok aja tuh mata udah binar banget kayak nemuin uang sekarung aja lo." ujar rahma." Aduh.. Ayang bebep jelous ya.. Aduh jangan jelous dong, tenang hati abang cuma buat neng rahma kok." ujar ardan dengan nada menggoda dan membuat rahma jijik bukan kepalang.
" Makan tuh bebep." kesal rahma dengan menjitak kepala ardan dengan ponsel yang berada digenggamannya.Sedangkan key dan sam yang sejak tadi menonton hanya terkekeh geli.
Tak ada habisnya dengan kelakuan dua sejoli ini.
" Kalian berdua nggk ada berhenti-berhentinya gue doain jodoh." ujar sam dengan terkekeh." Hii amit-amit.."
" Amin-amin." ucap mereka bersamaan hanya saja yang satu amit-amit yang satu amin-amin.
Haha yang bener yang mana nie tor:-)"Tuh kan ngomong aja barengan, udah deh rah, kurang apa sih ardan dia juga baik, ganteng, keren lagi ya mungkin radak gesrek sih." ujar key dengan tertawa terbahak-bahak begitupun sam.
Sedangkan rahma hanya mendengus kecil." Tuh bep key aja muji-muji aku masak kamu nggk sih, ya udah key sama gue aja kalau gitu." canda ardan dan langsung mendapat tatapan tajam dari sam.
Sedangkan key hanya terkekeh pelan.
" Eh nggk jadi deh... Abang tamvannya jeoulesss..."" Udah deh lo nggk ada kerjaan lain apa selain gangguin gue, asal lo tau ya meskipun di dunia ini cuma ada lo sama kambing, beh mending gue nikah sama kambing daripada sama lo." ujar rahma dengan kesal.
" Rah ucapan adalah doa lo, awas ucapan lo mustajab." ujar key dengan tertawa.
" eh nggk ndeng... amit-amit gue nikah ama kambing." ujar rahma dengan mengetuk" kepalanya sembari mengusap-usap perutnya yang rata.Membuat ardan terkekeh pelan.
" Kalau gitu sama aku aja beb."
" Jangan panggil gue beb lo kira gue bebek apa."
" Udah ah gue capek denger kalian ngedumel aja dari tadi." ujar sam yang kini mulai jenuh akan kedua sahabtnya ini.Setelah keheningan cukup lama.. Akhirnya makanan pun datang.
" Akhirnya makananannya juga dateng, gue udah laper banget." ujar ardan dengan mata yang berbinar seakaan tak perna makan setahun.
" Gila lo kayak nggk perna makan aja lo."" Aduh beb kamu tuh nggk ngerti ya.. Aku kasih tau sama kamu
berjuang itu juga butuh tenaga apalagi ngedapetin yang kyk kamu kan juga butuh tenaga extra jadi makannnya juga harus extra."Sedangkan key dan sam hanya mengancungkan 2 jempol mereka. Dan jangan tanyakan rahma dirinya malah hanya mengangguk-angguk sambil memakan makanan yang ia pesan tadi. Seakan ia tak memperdulikan ardan yang gila itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Found You (Slow Update)
Teen Fiction√Follow dulu baru baca oke!!. "Tinggal hitungan waktu dan semuanya akan usai... Mungkin setelah ini semuanya akan berbeda kembali. Diriku tak tau apakah kita akan disatukan lagi oleh takdir atau mungkin sebaliknya, bolehkah aku egois dalam ha...