Part 12

22 5 0
                                        

Bahagia itu nggk perlu banyak paspor Bahagia itu nggk perlu banyak uang yang penting bahagia itu...
Punya sahabat yang selalu setia sama kita.

-----------

Kini key dan rahma tengah bergulat dengan pikirannya masing-masing.
Tanpa mau ada yang bicara satu sama lain. Key merasa kamarnya kini berubah menjadi canggung, ia berdiri dan mulai berjalan menuju balkon rumahnya.
Ia menikmati angin yang menerpa seluruh rambut key membuat rambutnya ikut berterbangan mengikuti arah angin..

Ia ingin sekali menghilangkan rasa kecanggungan, tapi ia tak pandai dalam mencairkan suasana.

" Kadang gue iri sama kehidupan lo key." ucap rahma yang kini sudah berada disamping key, dan membuat key menoleh menatap rahma.
" Maksutnya."

" Iya kadang gue bener- bener iri sama kehidupan lo, lo bisa disayang sama keluarga lo.. Sedangkan gue..nggk ada yang sayang sama gue." ucap rahma dengan lirih
" hey siapa bilang nggk ada yang sayang lo!!  gue, mama, bang rey, bang rando semuanya sayang sama lo..."
" beda key gue juga pengen ngerasain gimana kasih sayang orang tua gue.. Bahkan dari kecil gue sama bang rando udah ditelantarin sama orang tua gue. Mereka nggk perna sayang sama gue dan bang rando key...." isak rahma.

" hey lihat gue.... Mereka nggk  ngelantarin lo rah, cukup!!! jangan bilang kalau mereka nggk sayang lo nggk ada orang tua yang nggk sayang sama anaknya..."
" Gue capek key, kadang gue mikir seharusnya gue nggk ada disini. Kenapa takdir nggk perna baik sama gue... Apa gue harus ikut oma aja ya.."

" rahma cukupp.... Gue nggk suka lo jadi lemah, gue nggk suka lo bilang kayak tadi.... Lo boleh marah sama gue karena perkataan gue tadi.." ucap key yang kini ikut terisak.

" Nggk key lo bener ngucap kayak gitu, nggk ada yang salah kalau lo bangga punya mama kayak tante sila, dan gue juga nggk berhak buat iri sama lo.. Gue sadar gue cuma anak nggk tau diri yang lahir di dunia ini." ucap rahma dengan tersenyum

Sedangkan key langsung menutup mulutnya dengan terkejut, bagaimana bisa rahma mengatakan seperti ini.

Key langsung memeluk rahma begitu erat ingin menyalurkan bahwa ia tak sendiri, ada key yang kini selalu disampingnya.
" rahma lo bisa anggap mama gue seperti mama lo sendiri." ucap key
" Makasih key... Tanpa lo suruh juga gue akan anggap tante sila kayak mama gue sendiri, seharusnya gue yang tanya sama lo. Lo siap buat bagi mama sama gue." ucap rahma dengan menghapus air matanya.

" kalau key nggk mau bagi tante yang akan paksa dia buat berbagi." ucap sila yang tiba-tiba masuk kedalam kamar key.
" Mama... Tante.." ucap mereka bersamaan.
" Sini peluk donk. kenapa putri- putri mama jadi cengeng begini."

Mereka berpelukan cukup lama.
" Hey sudah ya.. Sampai kapan kalian akan ngeluarin air mata ini...."
" Sudah sekarang kalian istirahat saja ya.. Ini sudah hampir maghrib.. Kalian siap- siap sholat terus istirahat ya..." ucap sila
" Rahma nginep disini kan." tanya sila
" Iya tan, lagipula kalau dirumah rahma sendirian."
Sebelum meninggalkan kamar key Sila tersenyum melihat keakrapran mereka.

" Rah... Maafin gue ya..." ucap key yang merasa bersalah.
" Kapan gue.. Marah sama lo, udah lah lupain. Sekarang sholat dulu baru kita lanjutin.

Kini setelah sholat mereka berdua kembali duduk di sebuah sofa panjang yang ada di kamar.

"Nah sekarang lo harus cerita kenapa lo bisa kenal sam." ucap rahma.
" Aduhh rah gue ngantuk nie... Hoamm.."
" Key gue gorok nie...." ucapnya dengan menatap tajam kearah key.

" Heheh iya- iya gue cuma bercanda." ucap key dengan mengangkat jari tengah dengan jari telunjuknya membentuk angka 2 peachh....

Rahma hanya menghembuskan nafasnya kasar, ia sudah sangat terbiasa jika sikap key seperti ini.
Kadang sahabtnya ini membuat rahma jengkel tapi bagaimanapun rahma sangat bahagia memiliki sahabt seperti key..
Apapun keadaan rahma sahabtnya ini tak perna sedikitpun pergi.....

Kini ia bahagia...

" rah jadi nggk.. Gue critain... Kalau nggk gue tidur beneran ni..."
" eh jadi lah.. Enak aja lo janji- janji nggk jadi"
" ya habisnya lo diem.. Gue jadi takut kalau lo kesambet setannya ardan lagi" ucap key asal.
" Eh enak aja lo.." ucap rahma dengan menoyor kepala key.

" Oke gue crita ya... Jadi gini..."
Akhirnya key menceritakan kejadian- kejadian saat ia mulai kenal dengan sam. Sedangkan rahma terus mendengar dengan tenang. Sampai tiba- tiba rahma berteriak dengan sangking kagetnya.

" Apa!! Lo tinggal sama sam."  teriak rahma dan membuat key langsung terlonjak kaget.
" Ishh rah jangan teriak nanti mama denger."
" hehe sorry gue kelepasan."
" oke gue lanjut."
" eh bentar lo belum jelasin kenapa lo bisa tinggal sama sam."
" gue nggk tinggal sama sam. Gue cuma dikasih tempat tinggal sama sam."
" Gue nggk ngerti." ucap rahma sambil menggeleng- gelengkan kepalanya tanda ia bingung.

" Ishh... Bodo... Jadi gini waktu itu sam ngasih tempat tinggal sama gue.. Tapi bukan berarti gue tinggal berdua sama sam. Waktu itu sam nawarin gue buat tinggal sama dia dan mamanya.. Tapi waktu itu gue nolak gue nggk mau buat mamanya sam ngira kalau dia nyulik anak gadis... Hehe..." ucap key dengan terkekeh sedangkan rahma hanya memutar bola nya malas.

" Akhirnya sam nyerahin apartemennya buat gue tempatin, ya walaupun cuma sementara."
" What...what.. Gue nggk nyangka dia sebaik itu sama lo.. Padahal gue kira dia itu cuek ternyata dia juga bisa manis ya sama perempuan."ucap rahma yang membayangkan bagaimana jika ia yang berada disana. Pasti ia akan terbang setiap hari.

" lo aja yang denger crita gue langsung gitu respon lo gimana gue yang perna dibaperin sama dia." gumam pelan key dan masih bisa didengar oleh rahma..
" Eh gila lo perna dibaperin ah.. Gue ngerasa dia kayak suka sama lo.."
" sembarangan lo.."
" Kalau nggk suka kenapa dia sampek ngebaperin lo..." Ucap rahma
" ah tau ah..." ucap key yang langsung merebahkan tubuhnya.

" kalau dia bener cinta sama gue.. Kenapa dia bilang kalau kita cuma sahabt" ucap key pelan.
" hah.. Dia bilang kayak gitu..."
" Iya..."
" Yahh potek deh..." ucap rahma dengan nada melas.

" Rah gue boleh cerita nggk."
" dari tadi lo juga cerita kali."
" Ih beda!! Ini tentang perasaan gue."
"Hemm."
" jujur ya gue nyaman setiap gue dekat sama sam, gue ngerasa ada yang aneh sama diri gue saat deket sam rah. Salah nggk sih kalau gue cinta sama dia."
" Hahahaha... Ihh sahabat gue udah gede ya..." Ledek rahma
" Ish loh kok malah ngeledek in gue sih." Cemberut key.
" Menurut gue jangan terlalu ngambil keputusan kalau lo cinta sama dia, lo belum terlalu kenal kan sama dia, ya mungkin aja lo cuma ngerasa nyaman sama dia bukan berarti lo cinta kan.
Gue sih cuman nyaranin buat lo nggk terlalu cepet ngambil kesimpulan lagipula lo sendiri masih bingungkan. Jalani aja dulu, kalau emang takdir nyatuin lo suatu saat lo akan bersatu ama dia." nasihat rahma

Key hanya tersenyum mendengar nasihat shabatnya. Kalau begini sifat dewasanya keluar.
" Kayaknya yang udah gede bukan gue deh..." Ucapnya dengan nada menggoda.
" ish kok malah lo yang nggoda gue sih."

" sini peluk dulu donk bukannya sekarang kita saudara."
Tanpa butuh waktu lama rahma sudah berhambur kepelukan key.

Sekarang hidupnya benar- benar berubah.:-)

--------------

See you♡
Jangan lupa votment kalian...
Buat kalian yang bilang kalau cerita ini kurang greget... 
Maklumin ya..:-)

Aku butuh dukungan kalian nihh...😃

Found You (Slow Update)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang