Part 21

6 1 0
                                    

Key berdecak pelan lalu memutar bola matanya dengan malas.
"Harus banget ya gue ngehabisin hari-hari gue di diruangan ini, kan gue juga butuh refreshing." batin key dengan bersamaaan pintu terbuka menandakan jika ada seseorang yang datang menemuinya.

" Udah bangun key, abang kira kamu masih ngebo!." ujar rey dengan membawa sekantong kresek dan menaruhnya di nakas meja.
" Ih bang kenapa lama banget sih keluarnya, key bosen disini bang key mau jalan-jalan." Mohon key kepada rey.

" Key udah berapa kali abang bilang jangan keluar dulu kamu masih sakit, sekali aja jangan bandel bisa kan."
" Nggk pokoknya key mau jalan-jalan disekitaran taman ini aja deh bang, kalau mau abang deh yang temenin key. Mau ya.. Ya ..ya.." pinta key dengan nada memelas.

" Oke tapi sebentar aja ya."
"Tap..ta.."
" sebentar atau nggk sama sekali."
" Yaudah." nyerah key.

---------

Key berjalan dengan wajah yang terus ditekuk, jelas kenapa tidak sebab dari tadi abangnya terus saja mengomel.. Membuat key ingin sekali membuang abangnya ini ke sungai amazon.

" Bang nggk capek apa tadi ngomel terus."
" Kenapa kamu kesel sama abang, ini juga karena kamu."
" Kok aku sih bang."
" Tau ah."
" Gajelas loh bang."

Daripada harus lama-lama berdebat dengan abangnya itu ia lebih memilih berjalan mendekat kearah kursi panjang yang berada di tengah-tengah taman tersebut.
Sedangkan rey cengo, ia tak menyangka key meninggalkannya padahal ia belum selesai memakinya.

" Key ih kok malah ninggalin abang sih." kesal rey. Kemudian ia berjalan mendekat kearah key yang kini sudah duduk dengan tenang.

Bibirnya kini terangkat membentuk senyuman kecil, ketika matanya tak sengaja melihat seorang anak laki-laki dan perempuan sedang bermain bersama di ujung taman tersebut.
Mereka tertawa bersama seakan dunia milik mereka berdua.

Senyumannya kini luntur kala ia kembali mengingat masa kecilnya dulu bersama shbt kecilnya.
Tak disangka setetes cairang bening itu menetes begitu saja dipipi mulusnya.
Rey yang melihat jika adiknya kini tak baik-baik saja ia memilih melangkah mundur dan memilih meninggalkan key, rey tau jika key butuh sendiri.

Tiba-tiba sebuah tangan kecil memegang kedua tangan key.
" Kakak kenapa nangis." tanya anak laki-laki tersebut.
Nampak terkejut dengan kedatangan anak kecil laki-laki yang sempat tadi membuat key teringat akan masa lalunya, kini sudah berada dihadapannya.

" Eh, adek kenapa disini." alih-alih menjawab pertanyaan anak laki-laki tersebut key malah kembali bertanya. Membuat anak laki-laki tersebut menyengritkan matanya.
" Tadi aku kesini karena lihat kakak nangis." jawab ank laki-laki tersebut.

" Sini duduk sama kakak, kakak mau tanya kesini sama siapa, dimana orangtuamu. Tadi kakak lihat kamu bersama teman perempuanmu bukan." tanya key. Setelah beberapa detik laki-laki itu tak menjawab satupun pertanyaannya membuat key bingung. Apakah ia salah berbicara atau apa.
" Kamu kenapa?."
" A..aku nggk punya orang tua kak, tadi perempuan kecil yang bersama ku dia pergi karena dibawa pergi sama mamanya." melihat raut wajah anak laki-laki tersebut membuat key merasa bersalah karena telah menanyakan hal yang tidak seharusnya ia tanyakan.

" Siapa yang sakit, atau kamu menjenguk saudara/Teman."
" Tidak... Aku disini berobat kak."
" Kamu sakit apa.. Kayaknya kakak nggk liat kamu kayak lagi sakit deh."
Laki- laki tersebut terkekeh pelan.

" Aku disini buat kemo kak, aku sakit kangker." ucap anak laki-laki tersebut membuat key terkejut.
Ia tak menyangka jika anak sekecil ini mengalami penyakit seperti ini. Apalagi penyakit itu sangat ganas.

" Kamu yang sabar ya..."
Anak laki-laki tersebut hanya mengangguk lemas.
" Ouh ya kita belum berkenalan, nama kamu siapa."
" Nama aku Arga." ucapnya mengenalkan diri dengan tersenyum membuat lesung di pipinya tercetak jelas.

" Kakak namanya siapa."
" Nama kakak.... Ke..." belum selesai key berbicara tiba-tiba seorang wanita remaja berteriak memanggil arga si anak kecil yang kini duduk bersama key.
Keduanya kini menoleh kearah sumber suara.

" Kakak... Aku udah dipanggil, semoga kita bisa bertemu kembali." ujarnya kemudian berlari menghampiri wanita tersebut.
Keyra hanya memandang punggung laki-laki tersebut semakin menjauh bahkan kini tak terlihat kembali.

Sudah jelas beberapa kali hembusan nafas dikeluarkan key. Gadis itu benar-benar bosan disini....
Matanya menyapu taman dengan mengulum bibirnya.
Kemudian matanya tak sengaja melihat seseorang yang hari-hari ini tak perna memunculkan dirinya.

Ia mulai memincingkan matanya apakah itu valdo atau bukan.
Semakin dekat semakin jelas jika benar itu valdo.
Senyum key kini terbit saat mengetahui jika laki-laki itu berada disini...
Saat key ingin berteriak memanggil valdo.

Kini tenggorokannya tercekat saat mengetahui jika valdo tengah berpelukan dengan seorang laki-laki paruh baya.
Jantungnnya kini berpacu lebih cepat, tangan dan badannnya kini sudah panas dingin.
Ia menerjapkan matanya beberapa kali mungkin saja penglihatannya salah tapi ternyata tidak.

Benar key telah menemukan sepercik harapan kembali..
Dia Argio bramanta alexander papa sam.
Senyumnya kini mengembang ternyata dugaannya benar itu argio berarti sam ada disini..
Tapi dimana ia tidak melihat keberadaan sahbtnya itu

Dan pikirannya kini kembali berputar kenapa valdo seperti sangat akrab kepada argio.. Apakah argio adalah papa tiri valdo...
" Arghssss.." key memegang kepalanya yang merasa berdenyut keras.
Ia harus segera masuk kedalam karena ia sudah terlalu lama disini.
Belum beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba kepalanya kembali berdenyut alhasil ia tak lagi bisa menahan.
Ia pun jatuh dalam keadaan tak sadarkan diri.

------------

Segini dulu ya......
Kalau ceritanya ngebosenin
Harap maklum ya ini udh sekuat hati, tenaga, pikiran, jiwa dan raga
Eaakkk.....
Alay deh tor.:-)
Aku cuman butuh dukungan kalian
Dan jangan lupa buat ikutin terus cerita aku!!.

See you♥

Found You (Slow Update)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang