Bagian Empat

40 5 0
                                        

Pagi hari, Carissa terbangun lebih dulu yaitu jam 8 pagi. Carissa membuka satu matanya, dan melihat dinding kayu yang indah masih sama seperti semalam. Pikirnya dinding itu telah rusak akibat guntur semalam. Ketika ia akan bangun, badan nya tertahan. Carissa melihat apa yang menahan nya. Tangan? Carissa menengok kebelakang. Ia menjerit ketika melihat Guntur tidur dibelakangnya dan melingkarkan tangan nya diperut Carissa. Carissa memukul tangan Guntur dengan keras

"BANGUN! Kamu ngapain?!"

"Apaan si?" Ucap Guntur dengan suara parau sembari matanya yang masih tertutup rapat.

Carissa menangis "Guntur, aku ga hamil kan"

"Ya ampun, aku kan suami kamu" Balas Guntur sambil mencoba untuk duduk.

"Guntur!" bentak Carissa "Nanti aku mual-mual ya?"

"Kamu ngomong apa si?" Guntur mengucak matanya

"Kamu bilang aku nanti hamil"

"Aku ngga ngomong gitu" jawabnya "Aku ngga ngapa-ngapain Sa"

"Bener?"

"Sumpah"

Carissa tersenyum tipis menanggapi Guntur, ia cukup lega karena ternyata Guntur menepati janjinya.

Carissa membuka pintu dan melihat pemandangan yang begitu indah, pemandangan yang tidak akan ia dapatkan dikota Jakarta. Carissa terkagum-kagum melihat lingkungan yang begitu alami dan bersih itu.

"Mau berdiri terus disana? Gamau sarapan?" tanya Guntur

"Aku datang" Teriak Carissa sambil mengikuti langkah Guntur.

Tidak dipungkiri, Guntur memang pandai memasak. Pagi ini dia membuatkan nasi goreng untuk mereka berdua. Mereka makan disamping rumah kayu itu. Disana terdapat dua satu meja dan 4 kursi.

"Aku suka tempat ini" Carissa membuka suara lebih dulu

"Kamu suka?"

"Iya, kenapa kita gak tinggal disini aja?"

"Kamu tau sendiri kan kita berdua sama-sama sibuk" Balas Guntur kemudian memasukkan sesendok nasi ke mulutnya.

"Kalau gitu, kapan kita datang lagi?" Tanya Carissa sambil mengedarkan pandangannya

"Minggu depan. Kalo kamu mau sih"

"Mau" Carissa tersenyum. Begitupun dengan Guntur, Carissa baru saja menyadari bahwa pria maskulin yang tengah duduk dihadapan nya ini begitu menawan jika senyumnya tidak ia buat-buat.

"Jangan dilihatin terus, nanti kamu meleleh" sindir Guntur, Carissa terkekeh

"Emang aku lilin apa"

***

10 menit baru sampai dirumah, tiba-tiba saja ada suara keras berasal dari pintu. Seperti biasa, Guntur dan Carissa saling tawar menawar. Hingga akhirnya Carissa yang kalah, dan ia harus membuka pintu itu. Padahal, ia ingin sekali beristirahat.

"Guntur mana? Semalam kalian kemana?" tanya seorang diambang pintu itu dengan sangat panik

"Tenang Sasa, Guntur ada didalam kok" jeda satu detik, "semalam kita dipun—"

Belum selesai Carissa menyelesaikan kalimatnya, Sasa dengan seenaknya masuk begitu saja dan berlalu dengan cepat melewati Carissa. Selain Tessa, Sasa juga orang yang mengetahui bagaimana hubungan rumah tangga Carissa dengan Guntur. Aku Guntur pada Carissa bahwa mereka baru berpacaran 2 minggu yang lalu.

"KELUAR!!!" teriak Guntur dari dalam kamar tidurnya. Carissa terkejut setengah mati mendengar suara Guntur, bahkan ia belum pernah mendengar Guntur membentak seperti itu. "KELUAR GUE BILANG!" teriaknya sekali lagi

Sasa berlari keluar, dan masih mendapati Carissa mematung didepan pintu. Carissa sengaja membuka pintu rumahnya dengan sangat lebar dan tersenyum iblis. Sasa menggelengkan kepalanya tidak percaya pada Carissa. Sasa keluar dengan wajah yang penuh dengan kekecewaan

"Aku takut kalau kamu bisa seperti guntur dilangit" kata Carissa sambil duduk disoffa kamarnya

"Aku ga bakal lakuin itu ke kamu kok" Carissa diam, seakan-akan bibirnya keluh untuk berbicara "Gausah baper, aku gamau aja buat cewe cengeng kaya kamu nangis"

"Tidur aja sana, gausah ngoceh ga jelas"

"Udah ga ngantuk" jawabnya "Sa, kamu ga cemburu apa?"

"Cemburu karena?" Tanya Carissa kembali tanpa melihat wajah Guntur

"Karena malam itu Sasa nyium aku, dan tadi dia datang ke kamar pribadi kita"

"Padahal itu mau kamu juga kan" Balas Cariss sinis. Guntur terkekeh mendengar jawaban Carissa

Carissa menyalakan ponselnya yang sejak semalam mati total. Ia melihat banyak pesan masuk dari grup chat anggota keluarga Benson. Tidak biasanya grup itu penuh dengan pesan. Carissa membuka dan melihat banyak sekali pesan tentang olokan dirinya dan yang mengirimnya adalah Sarah dan Raisa.

Carissa lagi sibuk, dia kan lagi malam mingguan sama pak dokter (SarahBenson)

Iya dong, kan bentar lagi ka Carissa bakal ngidammmm! @Mandel.Guntur @CarissaB (RBenson)

Carissa berapi-api membaca pesan yang sudah dikirim sejak tadi malam. Carissa melihat lebih banyak lagi. Ternyata awal mula pesan itu adalah ajakan dari ayah Carissa, untuk membuat pesta ulang tahun nya dengan kembarannya Jonathan dan juga ulang tahun Sarah.

Ulang tahun 3 anggota keluarga itu sama. Maka Johnny memutuskan agar semua anak-anaknya pulang ke Bandung untuk merayakan hari ulang tahun tersebut.

"Kamu udah baca?" tanya Guntur yang juga sedang memainkan ponselnya

"Udah"

"Tanggal berapa ulang tahun mereka?"

"Tiga hari lagi" jawab Carissa "Kita pergi?"

"Iyalah, aku lumayan suka sama keluargamu"

"Emang kamu ga sibuk sama sweet heartmu?"

"Stop ya panggil dia sweet heart!" Guntur menutup badanya dengan selimut dan membuang ponselnya kesembarang arah.

You're My JanuaryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang