Bagian Tujuh Belas

22 2 0
                                        

"Pertanyaannya susah ya?" Carissa bersuara lagi kemudian wanita itu terkekeh

"Karena aku patah hati" jawab Guntur jujur

Carissa kini meluruskan punggungnya dan duduk berhadapan dengan Guntur, wanita itu ingin tahu lebih banyak tentang Guntur saat ini. Entah mengapa? Wanita itu hanya ingin tahu saja.

"Patah hati?" ulang Carissa

"Iya, patah hati. Karena wanita"

Carissa tertawa pelan "Ceritakan padaku"

"Aku ga bi—"

"Aku mohon" potong Carissa

Guntur menghela napas panjang lalu pria itu menerawang beberapa masa yang lalu

"Dia adalah wanita yang selalu buat aku percaya diri, dia yang selalu memberikan aku semangat dalam keadaan apapun, mana kala mama ga setuju denganku, dia selalu ada disampingku, dia adalah motivasiku untuk maju, dia wanita pemberani" kata Guntur sambil membyangkan wajah wanita yang ia maksud

"Dia tidak cantik, tapi ketika dia tertawa dan tersenyum dialah wanita tercantik yang pernah ada" kini bibir Guntur tak sadar membentuk lekukan senyuman.

"Kami sudah lama kenalan hampir sepuluh tahun, tapi kami berpacaran hanya empat tahun. Selama kami kuliah saja. Waktu itu kami sengaja mendaftar di universitas yang sama, agar..." Guntur menggantung kalimatnya lalu menatap mata Carissa, sama sekali tidak ada apa-apa disana, hanya warna mata cokelat khas milik wanita itu. Tidak ada kecemburuan disana

"Agar?" Carissa bersuara agar Guntur melanjutkan ucapannya

"Agar kami tidak terpisah"

"Waktu demi waktu berjalan, akhirnya dia banyak mengenal orang-orang yang lebih dari aku. Dia itu wanita yang cerdas, dia ikut penelitian yang dominan bersama seniornya dan tidak lama kemudian dia lulus hanya dalam waktu tiga tahun kurang" ucap Guntur

"Setengah tahunnya lagi saat di ambang kehancuran dia berubah, aku bisa pahami kalau dia sibuk karena melanjutkan bisnis ayahnya. Tapi, perubahan karena sibuk, aku sering terima itu. Karena pacaran dengan mahasisiwi berprestasi dan pintar risikonya ialah kamu bakal sulit dapat kabar darinya. Karena dia..." Guntur menggantung kalimatnya lagi berharap Carissa bisa melanjutkan nya

"Sibuk belajar" lanjut Carissa

"YA! Tapi, perubahan nya setengah tahun itu, bukan karena itu. Melainkan karena dia punya seseorang yang lebih pantas"

"Seseorang yang lebih pintar dan lebih mapan. Tidak seperti aku yang masih dibiayai kuliah oleh uang perusahaan papaku"

"Tak lama kemudian, dia minta putus, dia mau kami berakhir. Dan yang sangat menyedihkan, dia mengatakan itu hari dimana aku ingin memberitahu dia kalau aku bakal segera wisuda, dan hari itu juga aku ingin mengatakan happy fouth anniversarry sweetheart"

"Jadi maksudnya dia bilang putus dihari anniversarry kalian? Dan kado yang akan kamu kasih adalah berita kalau kau akan segera wisuda?" Carissa memperjelas, Guntur mengangguk mantap

"Iya, dia sangat menunggu-nuggu waktu aku akan mengatakan itu. Sayangnya, belum sempat ia dengar kami sudah berakhir"

Carissa menggenggam tangan Guntur lalu wanita itu tersenyum. Guntur juga tersenyum pada Carissa.

"Yang paling membuatku patah hati, dua bulan setelah kami putus dia menikah. Dan yang paling membuatku terpukul foto pre-wedding mereka diambil tiga bulan sebelum mereka menikah"

Carissa menutup mulut dengan tangannya. Sungguh wanita itu terkejut bukan main. Tega sekali wanita itu menyakiti Guntur. Pikir Carissa.

"Kamu datang kepernikahannya?" tanya Carissa

"Tidak, aku bahkan ga diundang"

"Berarti posisi kita sama, sama-sama ditinggalkan orang yang kita cintai. Hanya saja takdirnya yang beda. Aku ditinggalkan karena maut, sedangkan kau... karena orang lain"

Guntur tertawa renyah "Aku udah ga mencintai dia Carissa. Itu dulu, dulu sekali. Sakit hatiku sudah sembuh. Luka itu sudah sembuh"

"Syukurlah"

"Kamu mau tahu siapa penyembuhnya?" goda Guntur

"Siapa?"

"Orang yang masih berharap pada seseorang yang sudah tiada"

Carissa tertawa hingga bola matanya tak nampak "Aku?"

"Iya, kamu"

"Aku akan membantumu membuat luka itu benar-benar hilang, hingga tak berbekas"

"Aku tunggu"

You're My JanuaryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang