Bagian Lima Belas

19 2 0
                                        

Carissa segera menutup matanya saat mendengar suara pintu dan bunyi langkah kaki.

"Aku tidur disofa ini. Aku pergi ke taman belakang dulu ya" kata Guntur, Carissa diam tak bergeming

"Kamu udah tidur?" tanya Guntur lagi

Guntur melihat Carissa lebih dekat, mata wanita itu tertutup. Eh? Apa tadi itu? Carissa baru saja membuka matanya sedikit dan Guntur melihat itu.

"Aku tahu kamu pura-pura tidur" kata Guntur

"Dari tempat ini, kalau lihat bintang bagus banget. Mau lihat sama-sama?"

Asatga melihat bintang? Itu yang sering aku dan Damon lakukan! Batin Carissa

"Kamu ga mau ya?"

"Carissa kamu kenapa? Aku tadi lihat kamu buka mata"

Guntur mendekatkan wajahnya dengan wajah Carissa. Jantung Carissa berdegup kencang sekali saat merasakan deru hangan napas Guntur diwajahnya. Carissa membuka matanya sedikit dan melihat Guntur yang sedang tersenyum jahil. Tanpa babibu wanita itu refleks menampar Guntur yang wajahnya begitu dekat dengan wajah Carissa.

Guntur mengelus pipihnya "Kasar banget"

"K-k-kamu. Jangan macam-macam!"

"Kamu kenapa?" tanya Guntur lalu duduk disamping Carissa

"Aku gapapa"

"Kenapa kamu ninggalin meja makan gitu aja?" tanya Guntur

"Aku kenyang" jawab Carissa cepat

"Kenapa kamu pura-pura tidur?" tanya Guntur tak kalah cepat

"Aku ga pura-pura"

"Kenapa kau tidak menghiraukan aku ngomong?"

"Karena aku ga mau ngomong sama kamu"

"Kenapa kamu ga mau ngomong sama aku?"

"Karena aku kesal"

"Kenapa kamu kesal?"

"Karena kamu ga nganggap Putri ada"

"Kenapa kamu nampar saat aku mau menciummu?"

"Kenapa kamu mengalihkan pemicaraan?"

"Aku tanya, kenapa kamu nampar saat aku mau menciummu?" tanya Guntur pelan-palan

"Karena aku belum siap" jawab Carissa jujur

Guntur tertawa, lelaki itu tertawa terbahak-bahak dibuat Carissa. Carissa sungguh-sungguh menjawab pertanyaan bodoh itu? Padahal Guntur tak ada niatan sedikitpun ingin mencium Carissa.

"Kenapa kamu ga nganggap Putri ada?"

Pertanyaan Carissa membuat Guntur menghentikan tawanya. Lelaki itu menghembuskan napasnya pelan lalu menatap lurus kedepan.

"Aku kecewa padanya" jawab Guntur jujur. Lelaki itu sangat sangat kecewa pada adiknya itu

"Tapi bukan berarti kamu engga nganggap dia Guntur. Dia itu adikmu. Kalian adalah saudara"

"Aku tahu Carissa, aku tahu itu"

"Terus?"

"Siapapun orangnya, sekalipun telah buat aku kecewa, dia adalah sampah dimataku"

Carissa menggeleng cepat "Jangan gitu"

"Dengar, semua orang itu tidak luput dari kesalah Guntur, kamu, aku, bahkan mama tidak luput dari kesalahan. Kita hanya manusia biasa yang hidup masih bergantung pada maha kuasa, tidak baik membenci sesama bahkan menanggap seperti sampah" jelas Carissa

Guntur diam, pria itu mencerna kalimat Carissa.

"Jangan benci Putri, atau gadis itu akan semakin tertekan. Dia sayang kamu Guntur. Dia sedih kamu ga anggap dia ada dalam hidup kamu"

"Jadi maumu aku harus gimana?" tanya Guntur sambil menatap Carissa yang sejuknya bagaikan salju pertama dimusim salju

"Jangan hindari Putri, jangan tatap dia seakan kamu benar-benar benci. Jangan suruh Putri menjauh dari pandanganmu"

"Tidak akan" jawab Guntur

"Jangan benci Putri" kata Carissa lagi sambil mengusap pelan punggung tangan Guntur

"Akan kucoba demi kamu"

Carissa tersenyum, sungguh kalimat Guntur barusan membuat Carissa sangat tersanjung. Guntur juga heran keberanian dari mana yang ia dapat hingga bisa berkata seperti itu.

"Mau lihat bintang?"

You're My JanuaryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang