Sepasang suami istri itu kini sedang menunggu pesanan mereka. Carisaa daritadi lebih banyak diam, lebih tepatnya ia tidak tahu harus berbicara apa dengan Guntur. Akhir-akhir ini mereka selalu dalam situasi canggung.
"Kamu ga apa-apa?" tanya Guntur
"Iya" jawab Carissa "Kenapa?"
"Hari ini kamu kelihatan beda" jawab Guntur, Carissa diam lagi
"Tadi ayah telpon" kata Guntur, Carissa menoleh kearah Guntur bermaksud agar pria itu melanjutkan kalimatnya. "Katanya dia bakal ke Jakarta"
"Sarius?"
"Iya, dia bakal menginap dirumah Ciko. Karena disana ada Raisa" jawab Guntur
"Kapan ayah datang?"
"Sebentar sore mungkin"
Beberapa menit kemudian, setelah mereka menghabiskan makanannya. Mereka berdua berbincang-bincang ringan. Sesekali Carissa tersenyum simpul. Guntur memang pandai mencairkan suasana.
Setelah dua detik akhirnya telepon tersambung, Carissa langsung mengoceh pada ayahnya.
"Ayah, kenapa menginap dirumah Ciko? Aku kan juga punya rumah sendiri di Jakarta, kenapa harus rumah Ciko?"
"Ayah tidak mau ganggu kamu dengan Guntur"
"Engga dong, justru kalo ayah lebih memilih rumah Ciko, itu artinya ayah tidak sayang Ica. Apa iya?"
Johnny tertawa "Kamu dan Raisa itu harta ayah sekarang. Okelah, sampai jumpa dirumah" Johnny memutuskan sambungan sepihak
Carissa masih mengoceh tidak jelas saat Johnny mematikan telponnya dengan sengaja. Guntur terkekeh melihat tingkah Carissa. Menurut dari omongan saudara-saudara Carissa, Carissa adalah anak yang paling cerewet dan bawel. Namun, entah mengapa Guntur tidak pernah melihat Carissa seperti itu.
"Antar aku pulang, ayah mau kerumah" kata Carissa
"Oke"
"Oh ya Guntur, aku mohon, selama ada ayah, jangan pernah bawa Sasa kerumah ya"
"Aku ga pernah bawa wanita itu kerumah" sanggah Guntur cepat "Waktu itu dia datang sendiri"
"Pokoknya, jangan pernah suruh dia datang kerumah. Aku takut kalo ayah berpikir macam-macam"
"Aku udah ga punya hubungan lagi dengan Sasa, sudah tidak lagi"
Carissa menghela napasnya gusar "Kalaupun masih juga tidak apa-apa, asalkan jangan sampai ayahku tahu"
"Kami sudah putus Ica"
"Tapi kenapa harus putus? Sasa kurang apa? Dia cocok sama kamu"
"Carissa aku mohon ga usah dibahas ya"
***
Carissa meyiapkan makan malam begitu spesial untuk ayah dan suaminya. Carissa mencoba menjadi isteri yang penyayang didepan ayahnya. Carissa mengambil tempat duduk tepat disamping Guntur. Jarang sekali mereka berdua makan bersama dimeja makan ini.
"Besok pagi, sebelum ke klinik antar ayah ke rumah Ciko ya Guntur" ujar Johnny
"Iya"
"Ngapain ayah kesana?" tanya Carissa sewot "Kalau ada ayah disini Carissa ga bakal berangkat kerja. Kita jalan-jalan keliling Jakarta"
"Ayah sudah bosan lihat kota ini di TV" kata Johnny "Ayah mau ketemu Raisa"
"Tadi kan sudah" jawab Carissa cepat
"Ayah juga mau ketemu Diego" ucap Johnny lagi, Carissa diam "Diam kan, bagus"
Guntur terkekeh, Carissa terlihat sangat lain jika dihadapannya. Namun, saat dihadapan keluarganya, Carisaa yang diceritakan itu memang nyata.
KAMU SEDANG MEMBACA
You're My January
RomanceJatuh cinta sewajarnya saja, jangan terlalu berlebihan. Jika ditinggalkan sakitnya itu bukan main Sebaliknya, benci itu secukupnya saja, jangan terlalu berlebihan. Jika jatuh cinta itu sudah pasti seperti jilat ludah sendiri:) selamat membaca ini bu...
