Bagian Dua Puluh Dua

14 2 0
                                        

Carissa tertawa saat mendengar pertanyaan konyol Guntur

"Kok malah ketawa?"

"Aku ini istrimu Guntur, ISTRI!" tekan Carissa lalu terkekeh

"Kita ini sepasang suami istri yang tidak saling mencintai, ingat itu" balas Guntur "Dan aku, sudah jatuh cinta deh kayanya sama kamu, mau ga jadi pacarku?"

Carissa tertawa "Kalau aku bilang iya, lalu kita pacaran? Terus kamu bakal melamarku lagi nanti? Dan kita akan menikah lagi?"

"Kita sudah melakukan pelamaran dan pernikahan, kita hanya belum pacaran. Makanya aku ingin lakukan itu" jawab Guntur "Kita sudah berteman, bersahabat, kita sudah berciuman. Tapi kita belum pacaran" tuntasnya

"Bisa tidak jangan pakai kata vulgar itu"

Guntur terkekeh "Jadi, apa jawabanmu?" kini Guntur menggenggam kedua tangan Carissa

"Kamu mau dengar jawaban apa?"

Guntur tersenyum "Aku mau dengar kamu bilang iya"

"Iya, aku mau" ucap Carissa lalu tersenyum

Tanpa babibu Guntur langsung memeluk Carissa, Carissa juga memeluk Guntur. Guntur memeluk wanita itu hingga ia terbaring, Carissa tertawa melihat tingkah Guntur yang begitu gembira.

"Kamu cantik banget sih dari jarak sedekat ini" ucap Guntur tapat didepan wajah Carissa lalu ia mencium bibir ranum Carissa

Carissa juga membalas ciuman Guntur yang begitu lembut. Lalu mereka berdua saling bertatapan dan tersenyum. Carissa suka sekali melihat mata gelap milik Guntur. Wanita itu megalungkan tangannya di leher Guntur lalu menarik wajah pria itu agar bibir mereka kembali bersatu

Clek... suara pintu terbuka

Carissa dan Guntur langsung menoleh kearah pintu dan mendapati Melinda sedang tersenyum senang. Lalu wanita itu cepat-cepat menutup kembali pintu kamar Guntur.

"Mama?!" ucap Guntur geram

"Maaf sayang, mama kira kalian belum tidur. Mama mau ngomong sama Carissa tadi" ujar Melinda sedikit berteriak

Guntur langsung membuka pintu dan menatap Melinda dengan kesal

"Kita memang belum tidur, mama mau tanya apa sama Carissa?" tanya Guntur

"Ini, mama mau tanya nama panjang nya Sarah siapa ya? Tadi Lynda minta tolong sama mama buat kirim sms sama tempat percetakan undangan. Tapi Lynda lupa kasih tau nama panjangnya Sarah

"Sarahbila Benson" jawab Carissa "Sarahbila nya disambung, jangan dipisah"

"Oh iya iya, makasih ya sayang. Sekarang kalian boleh lanjutkan" kata Melinda lalu tersenyum, tak lupa ia menepuk-nepuk pelan bahu Guntur "Mama turun dulu ya"

Guntur menetup pintu kamar lalu menatap Carissa yang sedang terkekeh kekeh melihat wajah Guntur. Guntur menghembuskan nafasnya gusar

"Mama emang gitu ya, engga ngetok?" tanya Carissa sambil menyandarkan kepalanya dibahu Guntur

Guntur terkekeh "Iya"

"Sama kaya ayah aku"

"Boleh gak, aku panggil beb?"

Carissa  menatap Guntur sebentar lalu tersenyum "Boleh"

"Beb, kamu mau kita punya anak berapa nanti?"

Carissa tertawa mendengar pertanyaan Guntur "Berapapun yang dititipkan untuk kita, aku terima aja"

"Wah, berarti kalau dua puluh kau mau?"

You're My JanuaryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang