Bagian Enam Belas

19 2 0
                                        

Guntur dan Carissa duduk di rumput hijau didepan villa Guntur yang begitu luas. Rumputnya begitu hijau dan bersih. Setiap hati pak Nanda merawat rumput dan bunga-bunga di villa ini.

"Tuan muda, saya dan istri saya mau pamit pulang kerumah ya" pamit pak Nanda

"Tidak usah pak, pak Nanda sama bu Idah disini aja" sahut Carissa

"Tidak apa-apa nyonya, besok pagi-pagi sekali saya kesini lagi"

"Bu Idah, tadi saya bilang apa waktu nyonya suruh ibu makan?" tanya Guntur pada bu Idah

"Tidak boleh menolak perintah nyonya" jawab bu Idah

"Ucapkan ulang pada pak Nanda" pintah Guntur, Carissa menyikut perut Guntur

"Tidak boleh menolak pertintah nyonya mas" kata bu Idah pada suaminya

Pak Nanda tersenyum "Iya nyonya, iya tuan muda saya tidak pulang"

Guntur dan Carissa melihat kepergian bu Idah dan pak Nanda hingga bayangan mereka menghilang. Lalu Carissa tertawa sambil menggeleng-geleng

"Kamu ya, kamu tuh ga boleh gitu, ga sopan tau"

"Aku mau mereka juga nurut sama kamu"

Carissa tersenyum lalu mendongakkan kepalanya dan kembali melihat bintang.

Perut Carissa berbunyi dikehiningan yang menyelimuti mereka berdua. Guntur langsung tertawa

"Kalau masih lapar, jangan sok-sok an pergi terus bilang kenyang" sindir Guntur

Carissa tertawa "Apa cumi bakar masih ada?" tanya Carissa

"Masih, mau aku temani makan?"

"Mau, tapi sambil lihat bintang"

Bu Idah membawa cumi bakar kesukaan Carissa dan menghidangkannya diatas meja kayu putih yang berada di teras villa.

"Nyonya lagi hamil ya tuan? Makan nya banyak sekali" tanya bu Idah pelan

"Iya bu, Carissa lagi ngandung anak saya" jawab Guntur

"APA?!" Carissa terkejut mendengar tutur kata Guntur barusan

Guntur berdecak "Kalau makan ga boleh ngomong"

"Alhamdulillah nyonya, bu Idah doakan semoga anaknya cewek biar cantik kaya nyonya"

Carissa tertawa

"Memangnya kalau anaknya cowo kenapa bu? Jelek? Karena mirip saya?" tanya Guntur

"Yaiyalah, masa kamu ga bisa tafsirkan maksud bu Idah. Udah gede harusnya pintar mengartikan sesuatu" jawab Carissa

"Tidak tuan muda, bukan begitu maksud saya" kata bu Idah

"Lantas apa maksudnya?" tantang Guntur

Carissa berdecak "Kamu ini lama-lama mirip ibu kos! Bu Idah, masuk aja istirahat"

Bu Idah langsung meninggalkan dua insan tersebut. Setelah kepergian bu Idah, Guntur tertawa setengah mati.

"Bu Idah emang ga kenal aku dengan baik" kata Guntur. "Kalau bu Inem, dia seperti mama keduaku"

"Siapa bu Inem?" tanya Carissa

"Asisten rumah tangga di Medan. Dia kerja dengan keluargaku sejak aku masih dalam kandungan. Sejak papa masih berdomisili di Bandung"

Carissa mengangguk-angguk "Nanti kenalin aku sama dia ya"

"Pasti itu"

Hari sudah mulai larut, Guntur dan Carissa masuk kedalam rumah. Langkah mereka terhenti ketika melihat Putri sedang menonton drama di TV sambil makan beberapa makanan ringan.

You're My JanuaryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang