Eksposisi;epidermis.

70 9 1
                                        


Aku masih ingat kala lembayung
adalah satu-satunya yang
berkantung manja. Merekah
alum, merayu-rayu saban
tiba malam—meronta pangkat
tujuh puluh tiga setengah.

Aku ingat—sangat amat masih
tercetak dalam jemala
kala jemariku berpayah mencari
kata pengganti 'tuk simpan
seratus bungkamku yang sekarang
dalamnya hampir terkupas tuntas.

Saat satu betina 'ku jadikan rumah
tumpah saat tiga sekawan dijadikan
tempat membuncah. sekarang aku
sudah bebas lepas landas tanpa
mereka—yang sempat membuatku
merasa rumah.

Sekarang aku satu dikali satu. Aku
yang ada di dalam dan di luar
kurung. Aku kalimat penghubung
pula titik pada setiap yang urung.
Aku terisi penuh walau sempat
bercucur peluh. Aku ada, pula
aku pernah tiada.

Kali ini aku membuka mata dan
berhenti tutup telinga. Aku berkedip
untuk memijak bangkit. Aku ucap
syukur atas yang pernah ada dan
untuk yang sekarang memulai
mencari arkana. Atas aku dan
yang dahulu-dahulu, aku ucap
terima kasih banyak.

Sebuah perjalananTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang