DUA KOSONG SATU TUJUH (2017)

45 7 0
                                        

Untuk sederet hari, minggu, dan bulan yang dengan senang hati kau tawarkan.

Baru ditinggal ribuan detikmu yang lalu saja rasanya aku sudah rindu. Sebelum melepas pelukanmu, ada nafas ketakutan untuk menyambut pelukan teman baruku. Ada kaki yang mengeraskan telapaknya untuk tetap bertumpu enggan membiarkan peristiwa-peristiwa yang dihadiahkan olehmu berlalu begitu cepatnya. Aku cukup kehilanganmu, tahun terbaikku. Tahun dengan rentetan kisah yang menyuguhiku berbagai ramuan kehidupan. Saat membalik-balikkan ingatan pada tumpukan peristiwa yang terlewatkan, ada rindu yang bersahut-sahutan. Aku masih ingat betul caramu menjinakkan kerasnya hatiku. Lewat berkilo-kilo masalah, aku diajari untuk benar-benar berserah. Lewat berjuta-juta ketidakmungkinan, percaya kepada Tuhan adalah satu-satunya jurus terjitu yang begitu kuandalkan. Lewat setiap tetes tangis yang luntur dari gumpalan kekecewaan, lahir cerita bahwa aku masih bertahan. Lewat pelajaran yang kunamai menunggu, aku hanya bisa yakin manis akan kukecap setelahnya. Lewat kepergian mereka yang begitu kuprioritaskan, aku belajar rasanya merelakan dengan benar. Lewat seluruh pelajaran yang tahunmu berikan, aku berharap telah lulus ujian. Mungkin begini rasanya naik kelas dan pisah dengan kelas lama. Mungkin seperti itu rasanya ketika sedih dan bahagia timbul tenggelam dalam satu paket nan komplit.

Aku banyak berterima kasih untuk perjalanan sekaligus pelajaran serta kejutan yang Tuhan sengaja titipkan. Aku berterima kasih untuk rentetan peristiwa yang berhasil mendewasakan. Aku berterima kasih untuk resolusi yang telah tercentangi dan berharap resolusi lanjutan dari episode ini segera bisa tertamatkan. Semoga anak-anak kebaikan selalu dilahirkan dan selalu mengelilingi setelahnya. Semoga manisnya cinta tak berhenti menari hanya dalam dawai-dawai doa nan bisu. Semoga senyuman-senyumanpun masih selalu dihadirkan sebagai tanda kebahagiaan selanjutnya.

Lingkaran-lingkaran pada tanggal yang kutandai, manisnya masih menggigit hingga ke nadi hati. Jangankan untuk amnesia, untuk memutus ingatan yang saling berkejaran rasanya aku takkan sanggup. Karena meski kau berlalu, pecutan kenangan akan selalu mengudara sebebas-bebasnya menapak diatas kepalaku.

Dua kosong satu tujuh. Selamat berpisah, terima kasih telah mengukir sejarah. Semoga dua kosong satu sembilan adalah jawaban atas segala mimpi yang masih tertangguhkan dan tak bernasib sama seperti dua kosong satu delapan. Aamiin

Tertanda yang begitu dalam mencintai rangkaianmu.

Sebuah perjalananTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang