Percayalah, kamu akan kuat bersamaNya

41 5 0
                                        

Untukmu yang tengah patah hati,

Dihari itu, gerimis memenuhi pipimu. Saat mata berkeliling pun, awan kelabu memenuhi pandangan. Enggan melangkah, enggan mengusir.
Kamu hanya diam terpaku menikmati takdir.
Luka itu begitu cepat menandatangani dirinya atas kontrak kerjasama untuk mematikan sistem kerja hati. Lalu ada pasrah yang tak memiliki arah, mengguncangkan dirimu dengan zat-zat khawatir yang dia punya. Ratusan kali kamu bertanya, “Salahkah jatuh cinta?” “Salahkah jika dia yang kamu cinta?” Untuk jatuh yang kesekian kali, apa benar kamu telah hilang kendali? Putaran-putaran waktu yang sempat terekam dalam kepala adalah kenangan-kenangan yang terasa begitu nyata dan cukup menyiksa.

Nada-nada sunyi di plokamirkan semesta. Dalam sebuah labirin, kamu mendikte dirimu sendiri agar coba melangkah menemukan pintu keluar. Entah bagaimana caranya, entah kapan selesainya, disebuah ketidakpastian ini kamu hanya berharap pada yang Maha Pasti. Saat luka mendengung, kamu menutup telingamu. Saat kecewa mengingatkanmu, kamu melupakannya dengan cara bersyukur. Saat apa yang dilihat mata jauh lebih menyakitkan dari yang dirangkum oleh kepala, kamu hanya percaya hati bisa lebih bijaksana meleraikan rasa. Saat inginmu tak selaras dengan inginNya, ini waktunya untuk bergegas menyerahkan seluruh percaya pada Ahlinya.

Saat segalanya terasa tak adil, sebenarnya cerita yang luar biasa sedang Tuhan cicil. Berhentilah berpikir bahwa Tuhan mengunci mulutnya. Diam yang tercipta mungkin hanya mendeteksi sejauh mana kamu telah percaya. Jika hari itu rasanya kelabu, hari ini melengkunglah pelangi diatas kepalamu. Bukan, bukan karena segala sesuatunya sudah selesai. Tapi karena kamu tak memperlama dan menunda tibanya bahagiamu. Jika kini kamu kuat, mungkin karena hari itu kamu tak membiarkan rasa takut memenjarakanmu. Kamu membungkusnya dengan doa dan membiarkan Tuhan mengambil alih semuanya.

Hari ini, kamu tersenyum. Bersyukur atas sebuah ‘tidak’ yang Tuhan berikan pada waktu itu dan berterima kasih untuk sebuah ‘iya’ yang Tuhan selipkan dalam sebuah formula bernama ‘bahagia’. Mempercayai rencanaMu memang tidak mudah saat melihat segalanya tak sesuai teori, tapi aku tetap ingin percaya.

Sebuah perjalananCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang