semangat yang membara

482 38 0
                                    

Ditengah padang ruput istanah. Dengan angin yang berhembus. Yang diiringi dengan rumput bergoyang. Dulu tempat itu hanya dihuni oleh tiga orang pemilik. Tapi sekarang, bertambah dua.

Ray sedang duduk bersila. Menutup matanya. Ia merasakan gerakan angin yang mengarah kepadanya. Angin bergerak kepenjuru arah. Hal itu ia buat latihan sebagai penguat insting.

Saat membuka mata angin terhenti. Ia berdiri dan membalikkan badannya. Menatap Dyana dana Joe yang sedang melatih pedang mereka. Dyana terlihat sangat bersemangat. Apa karena Laysa ia jadi seperti ini.

Gerakannya susah ditebak. Ia meluapkan emosinya. Joe yang berharapan dengannya terlihat khawatir. Keringat bercucuran dari dahi dan juga lehernya. Bagaimana tidak, Dyana seperti mengamuk saat ini. Ia bisa membunuh Joe jika tidak dihentikan.

Tapi melihat itu, Ray tersenyum, kemampuan Dyana bisa dibilang mendapatkan dua jempol

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tapi melihat itu, Ray tersenyum, kemampuan Dyana bisa dibilang mendapatkan dua jempol. Kecepatan gerakan pedangnya seperti hanya terlihat bayangan yang lewat dengan cepat.  Saat Dyana mengakhiri duel tersebut. Joe mundur, menjatuhkan pedanganya, lalu terkapar lemas.

Terlihat tangannya membiru, sepertinya serangan Dyana membuat darah Joe terhenti sebentar. Membuatnya merasa tidak kuat. Hal ini menguntungkan bagi dirinya dan juga teman-temannya.

Mungkin Dyana siap melawan Alex. Karena Athena mempunyai ahli pedang yang sangat mengagumkan. Tidak ada yang dapat menandinginya untuk saat ini. Dan mereka juga memliki Archer yang hebat. Kecepatan memanahnya sangat tidak diduga.

Murid athena juga memeliki insting yang kuat terhadap serangan yang akan mengarah pada mereka. Lawan Ray adalah Yuan. Ia pernah kalah darinya saat merebut tahta kerajaan Athena.

Untuk Rendra, ia memiliki penciuman  yang tajam. Dari mulai mendeteksi lawan.,jejak hingga kelemahan musuhnya. Murid Mars berlatih keras untuk mengalahkan Murid Athena.

Kalau menurut Ray, Laysa belum mampu melakukan hal seperti yang temannya lakukan. Ia hanya manusia lemah, yang bodoh. Tapi kecepatan terbangnya tidak ada yang bisa menandingi.

"Kayla, bagaimana latihanmu hari ini? Tanya Ray menghampiri Kayla yang sedang asik menarik busurnya yang akan ia lepaskan pada titik targetnya.

Tepat ditengah. Kayla memang cerdas dalam memanah tepat pada sasaran. Tapi kecepatan panahnya masih stabil. Ray meminta Kayla supaya meningkatkan kecepatan panahnya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
The Last AngelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang