pertemuan

662 43 0
                                    

Tubuh Laysa jatuh kebawah. Karena panik dia jadi tidak bisa mengendalikan sayapnya. Pasrah, itu yang dirasakannya sekarang. Ia menutup matanya.

"si-siapa? "

Laysa membuka matanya. Terlihat wajah Yuan persis didepan matanya. Pria itu menangkapnya?. Tapi dari mana dia tahu kalau dirinya ada disini? Jangan-jangn sedari tadi memang mengikuti.

"kau benar, aku mengikutimu? "

"lagi-lagi"

Yuan membantu Laysa bediri diudara.

"mau belajar terbang? Pegang tanganku, lakukan seperti ini, setelah itu padangan lurus, mengerti"

Laysa mengangguk. Ia mengikuti semua cara yang Yuan lakukan. Setelah yakin bahwa ia benar-benar bisa. Laysa menantang Yuan untuk berduel. Walau Yuan meragukan hal itu, tapi Laysa tetep bersi kukuh untuk mengajaknya berduel.

Yuan menganggukkan kepalanya. Duel dimulai. Setelah terlihat cahaya putih, maka pertandiangan dimulai. Laysa mengamati benda yang Yuan keluarkan. Cahaya putih keluar. Laysa dengan cepatnya terbang.

Yuan tertinggal, ia tidak menyadari kemampuan terbang gadis itu. Diluar pikirannya. Dia belajar dengan cepat. Lalu sebuah ide muncul dalam pikirannya.

Yuan sedikit menggunakan mayanya untuk memperlambat laju Laysa. Tidak disangka, gadis itu menyadarinya. Ia juga menyimak dengan jelas bagaimana Yuan mengeluarkan maya.

"aku bisa melihat apa yang akan kau lakukan"

Tatapan Laysa tidak lurus. Ia menabrak seseorng dari depan. Dan mereka jatuh bersamaan kebawah. Yuan berusaha mengejar, tapi raihan tangannya tidak sampai.

Laysa jatuh tepat disemak-semak. Dan orang itu ,dia jatuh kesungai.

"kau tidak apa? " tanya Yuan setelah mendarat didepannya.

"tidak, ba-bagaimana keadaannya? "

Orang itu mencul dari permukaan air. Terlihat ia mengenakan sayap hitam. Wajahnya masih tertutupi oleh rambut yang basah. Tapi saat ia menyisihkan rambutnya. Wajah itu terlihat jelas.

"Dy-Dyana..?" gumam Laysa pelan.

"hei.., kalau jalan itu pakai ma.....  Laysa!?"

Mereka berdua terlihat kebingungan. Kenapa? Kok bisa ada disini. Saat melihat kearah Yuan, Dyana mengerti,Laysa bersama dengan Athena sekarang. Takdir memang aneh y?.

Dyana dan Laysa akan saling bertarung, demi mendapatkan kunci elemen. Juga menaklukan Eagle  twilight.  Mereka berdua tertunduk. Dan saat itu juga tatapan Dyana mengarah kepada gelang cantik yang Laysa kenakan.

"gelang itu...? "

Dyana mendongakkan kepalanya. Ia mendekati Laysa dan mendorongnya hingga tersungkur. Yuan menghalangi nya saat ia mengeluarkan maya miliknya.

"berhenti, bukan saatnya sekarang kita bertarung".

"minggir kau, karena dia, aku gagal menikah dengan Alex, dan karena dia juga, kami bergabung dengan Mars"

Mendengar ucapan terakhir, membuat Yuan waspada akan hal yang akan datang. Mars adalah musuh besar athena. Pengikut Mars bertujuan menghancurkan alam semesta. Dan membentuk dunia baru sesuai keinginannya.

"kita pergi"

Yuan membawa Laysa pergi. Mereka kembali menuju istana Athena. Laysa terdiam saat berhadapan dengannya. Juga dengan sayap yang masih terlihat. Yuan menceritakan segalanya.

"apa..!!?, para Lucifer mengikuti Mars, tapi bukankah putri dari Raja Elf telah menikahi Alex? "

Laysa mendongakkan kepalanya. Ia meminta maaf, karena kedatangannya menyebabkan pernikahan itu batal. Dan mengakibatkan hal yang tidak ia duga.

The Last AngelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang