Das Ende [EPILOG]

189 3 0
                                        

Sudah setahun sejak kelulusan gue dari University Of Salzburg. Sekarang gue bergabung di Firma Desainer Interior disalah satu daerah di jakarta. Keadaan gue sekarang sangat amat baik daripada tahun-tahun kelam itu. Hidup tanpa ada percintaan atau kisah asmara nggak begitu buruk. Cukup cinta orangtua dan sahabat sudah sangat amat cukup dalam memenuhi kebutuhan.Tugas kuliah gue yang dulu gue kerjakan yang pasti sudah selesai. Mr.Munich sangat mengapresiasi usaha gue mengerjakan tugas kuliah walau di dalam tekanan.

Ranu sekarang menjadi Arsitek sukses di Jakarta. Waktu wisuda ternyata penggemar Ranu banyak sampe sampe gue jadi fotografer dadakan. Ya memang sahabat gue Ranu ini memang tampan, buat ukuran orang Indonesia dia memang cukup tinggi, brewok tipis, rambut klimis, bibir tipis dan yang pasti dompetnya nggak tipis. Tapi sayang masih jomblo.

Kak Lia sekarang sudah menikah. Suaminya adalah rekan kerja satu kantornya, sekarang ia tinggal di Vienna bukan di Salzburg lagi mengikuti suaminya. Beberapa hari yang lalu gue dan Ranu baru pulang dari Vienna untuk silaturahmi dengan Kak Lia.

Adhisa sekarang bekerja di cabang perusahaan ayahnya di Wina. Kabar mengejutkan baru gue ketahui setahun yang lalu. Dia sudah bertunangan dengan Aryo teman Ranu yang punya Restoran di Hallstat dan pernah flirting ke gue itu. Dan 3 bulan lalu menikah dan gue menjadi Bridesmaid.
Mereka berdua sekarang sedang bulan madu di Raja Ampat. Ceritanya mereka ketemu cukup unik. Jadi Adhisa ini kan orangnya hiperaktif, pas liburan musim panas pergilah dia ke Hallstat sendiri. Nah pas kapalnya mau bersandar di dermaga buat menuju ke Hallstat dia malah banyak gaya, loncatlah dia ke dermaga tapi nggak sampai. Dia nyebur ke danau dan jadi tontonan wisatawan disana. Kebetulan dia nggak bisa berenang,tiba-tiba ada cowok yang menyelamatkannya dan membawa Adhisa kembali ke darat dengan selamat.
Cowok itu adalah Aryo. Keren kan.

Kakak gue tercinta masih patah hati. Ternyata waktu dia ke Salzburg itu dia cuma baru pdkt dan pdkt-nya nggak berhasil karena ternyata Pradnya udah punya pacar bule disana. Sabar ya bang, ingat wejangan Mbah. Tapi baru-baru ini hengpong jadul menangkap bahwa kakak gue ini lagi di pdkt sama temen lamanya.

Undangan dari Aksara gue abaikan karena demi kesembuhan dari parah hati ini. Gue nggak mau tahu kabar terbaru dia, karena hidup gue bukan tentang mikirin dia dan hidup gue saat ini sudah cukup tenang tanpa bayang-bayang dia. My life is now like the genie who was released from the magic lamp. Hidup bukan tentang apa yang orang pikirkan dan kita memikirkan perkataan orang lain buat kita, nggak sesederhana itu saudara.  Hidupnya adalah hak dan tanggung jawab dirinya. Mungkin selama ini yang dia lakukan ke gue atau ke orang lain yang pernah dia kecewakan adalah hal yang menurut dia wajar.

_______________________________________

Saat ini gue lagi bahagia, karena sebentar lagi gue akan melepas masa jomblo gue. Akhirnya. Jam 10 nanti gue bakal di persunting oleh laki-laki yang selama ini nggak gue duga kalo dia jodoh gue. Ternyata dia yang selama ini tulus dan emang sayang sama gue.

Berbalut kebaya putih ibu saat menikah dulu gue tampil sederhana dengan polesan make up yang super natural. Sebentar lagi gue jadi istrinya orang. Dari Ms. Jadi Mrs. Perasaan baru dulu gue lulus SMA sekarang udah mau punya keluarga sendiri.

Terimakasih ibu buat wejangan dan nenek juga. Dia memang baik diluar dan di dalam. Dia menerima gue apa adanya. Tentunya teman lama gue, gue undang, berbekal alamat yang ada di buku tahunan sekolah gue kirim lewat kurir.

SAH!!!, Alhamdulillah..

Terdengar dari kamar gue suara khas bapak-bapak yang meyerukkan kalimat itu.

'Alhamdulillah'

Sekarang gue sudah resmi jadi istrinya orang.

"Rin, udah siap?"

rendezvouz [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang