03. Beach

7.9K 1.3K 169
                                        

"Appa! Appa! Ayo ikut dengan kami!"

Mendengar pekikan Naeun membuat Taeyong yang tengah berdiri di bibir pantai menggeleng pelan. "Tidak mau," ia berkata tanpa mengeluarkan suara, hanya dengan gerakan mulut.

Meski sangat menyukai pantai juga berenang, namun kali ini Taeyong tak berselera untuk ikut bergabung dengan suami juga anaknya yang tengah berendam didalam air. Perjalanan panjang dari Seoul ke Hawaii membuat ia tak enak badan. Namun, Taeyong tak ingin Jaehyun juga Naeun khawatir, alhasil ia tetap mengikuti dua malaikatnya itu meninggalkan hotel.

"Sayang! Disini ada saudaramu!" Jaehyun berteriak sembari melambaikan tangan lalu menunjuk kedalam air saat sang suami kecil menatapnya.

Taeyong sudah mendapat firasat jika Jaehyun akan mengatakan hal tak berguna lagi. Namun otak kanannya justru memberi stimulus agar lidahnya tak tinggal diam saja. "Siapa?!" Tanyanya sedikit berteriak.

"Bulu babi!" Teriakan Jaehyun sontak merubah raut wajah Taeyong yang telah suram semakin muram.

"Jaeyuk sialan," lelaki berahang tegas itu bergumam kemudian duduk diatas pasir putih setelah puas berdiri dan menatapi satu persatu objek yang membuat matanya terasa segar kembali.

"Sayang!"

"Apa lagi?!" Taeyong memekik kesal ketika sang suami kembali berteriak.

"Kau sangat sexy saat mengenakan baju kaos putih!" Teriakan Jaehyun membuat mata pengunjung pantai Waikiki tertuju padanya juga Taeyong.

"Berhenti mengucapkan kalimat tak berguna disamping Naeun, sialan!" Taeyong mendelik tajam, namun orang yang ia pandangi justru terbahak bersama putrinya.

Diam-diam hatinya menghangat melihat tawa bahagia dua malaikatnya. Namun, ketika ucapan Naeun di hotel tadi kembali terngiang, ia hanya mampu menggigit bibir bawah sembari menundukkan kepala.

Taeyong tahu, sudah waktunya ia dan Jaehyun memberi adik untuk Naeun. Namun bayangan-bayangan lima tahun lalu tetap saja membuatnya takut. Dadanya seolah dihujam ribuan batu ketika mengingat kejadian itu.

"Hei induk ceker ayam," Jaehyun menyadarkan Taeyong dari lamunannya, ia duduk dihadapan sang submissive lalu menggerakkan kepalanya kekiri dan kekanan bak sedang melakukan shooting iklan sampo hingga wajah suami kecilnya terkena cipratan air.

"Yak!" Andai saja Naeun tak berdiri dan terbahak disebelah Jaehyun, Taeyong sangat ingin menjambak suami gilanya itu. "Apa kalian sudah puas berenang?" Tanyanya lalu merentangkan tangan guna menyambut Naeun.

"Daddy!" Naeun memekik kesal ketika Jaehyun merebut pelukan Taeyong darinya. "Aku juga ingin memeluk Appa!" Ia merengek.

"Tidak boleh," Jaehyun menatap Naeun jenaka. "Appa milik Daddy," ucapnya lalu mengecup pipi kiri Taeyong.

"Naeun-ah, bagaimana ini?" Taeyong mengerucutkan bibir.

Meski baju kaos yang ia kenakan telah basah akibat ulah Jaehyun, namun Taeyong tak ingin membuang-buang waktu untuk marah dan memekik kesal. Sebab kini ia lebih tertarik untuk mengerjai putri kecilnya.

"Cepat berikan baby untuk Daddy, Appa." Naeun memainkan rambutnya sembari menatap kedua Ayahnya bergantian. "Supaya Daddy tidak merebut Appa lagi dari Naeun."

Kedua lengan Jaehyun yang semula melingkar erat pada pinggang suami kecilnya lantas melonggar. Ia melirik Taeyong sekilas dan mendapati lelaki mungil itu kembali menatap kosong sembari menggigit bibir bawahnya.

"Naeun-ah, ayo kita kembali ke hotel. Kau harus mandi," Jaehyun beranjak dari posisinya, menggendong Naeun dengan satu tangan sedangkan tangannya yang lain dijulurkan ke arah suami kecilnya. "Ayo." Ia menginstruksikan Taeyong untuk meraihnya lalu berdiri.

Hilarious | Jaeyong ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang