"Jaehyun Hyung."
Mendengar namanya dipanggil, sang aktor yang tengah terduduk dalam sel tahanan lantas menoleh. Ia mengangkat alis lalu berdiri dan menghampiri sang detektif yang tengah berdiri didepan pagar besi; pintu sel.
"Apa Taeyong sudah datang?" Tanyanya dengan raut wajah penuh harapan.
Sejak mendengar tekad Taeyong tga hari yang lalu, Jaehyun tak henti-henti berharap semoga suami kecilnya bisa menemukan dalang dibalik kasusnya saat ini. Ia ingin keluar dari sel tahanan. Ia merindukan Taeyong, Naeun dan si jabang bayi dalam perut si submissive.
"Um... Sebenarnya bukan Taeyong Hyung." Mark berdeham pelan. "Tapi Haechan."
"Ah, begitu." Jaehyun mengangguk paham. "Kalau begitu izinkan aku bertemu Haechan."
"Tentu."
Mark kemudian kembali memborgol tangan Jaehyun lalu membawa sang tahanan ke ruang besuk. Haechan yang telah menunggu didepan meja sontak tersenyum tipis ketika kakak iparnya itu datang bersama si musuh bebuyutan.
"Bagaimana kabarmu?"
Haechan mendengus. "Bukankah harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, Hyung?" Ucapnya lalu mendelik ke arah Mark. "Permisi detektif, Lee. Bisakah kau menjauh dari kami sedikit?"
"Tapi aku harus mengawasi Jaehyun Hyung," balas Mark.
"Kalau begitu awasi dia disudut ruangan ini, keberadaanmu disitu sangat mengganggu." Haechan menatap sang detektif masih dengan tampang datar.
Tak ingin memperpanjang masalah dengan Haechan, Mark pun dengan berat hati melangkahkan kaki ke sudut ruangan. Padahal ia sangat penasaran informasi apa yang akan Haechan sampaikan kepada sang tahanan.
"Dimana kakakmu?" Tanya Jaehyun saat merasakan suasana disekitarnya sudah kondusif.
Ia tidak tahu apa yang terjadi dengan Haechan dan Mark dimasa lalu. Namun melihat aura membunuh ketika kedua lelaki yang muda itu bertemu membuat Jaehyun yakin jika Haechan dan Mark memiliki dendam terselubung. Atau mungkin hutang yang belum terbayarkan? Entahlah.
"Dia ada disini," Haechan tersenyum tipis. "Taeyong Hyung sedang berbicara dengan detektif Park di ruang sebelah."
Jaehyun mengangguk paham. "Aku sangat merindukannya," padahal baru tiga hari mereka tidak bertemu. "Tapi apa yang dia bicarakan dengan Detektif Park?" Tanyanya.
Haechan menipiskan bibir. Kedua tangannya yang saling bertautan diatas meja semakin ia eratkan. "Mereka membicarakan kasus yang menimpamu, Hyung."
Senyum Jaehyun merekah. Ia yakin suami kecilnya yang konyol namun diam-diam memiliki otak jeniusㅡ disamping pikirannya yang hanya tertuju pada ceker ayam pedasㅡtelah menemukan titik terang.
"Apa Taeyong sudah menemukan orangnya?" Tanya Jaehyun tak sabaran.
Haechan mengangguk pelan. Ia tersenyum tipis melihat raut kebahagiaan diwajah Jaehyun. Dia pasti sudah sangat tidak sabar untuk terbebas dari sel tahanan.
"Siapa?" Jaehyun menatap lurus kedalam mata Haechan. "Beritahu aku, Haechan-ah. Setelah dibebaskan dari penjara aku akan mengajaknya makan malam di Restoran Ayam Yuri Eomma."
"Heh?" Haechan mengangkat alisnya, terkejut mendengar penuturan sang kakak ipar. "Jaehyun Hyung, kenapa kauㅡ"
"Aku akan memaksanya memakan sepuluh porsi ceker ayam pedas level teratas," potong Jaehyun lalu tertawa pelan. "Melihat musuhku sakit perut dan berbolak balik ke toilet sangat menyenangkan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Hilarious | Jaeyong ✓
Fanfiction❝I love being married. It's so great to find one special person you want to annoy for the rest of your life❞ M/M | GENFIC | M-PREG | MATURE | BOOK 2 a sequelㅡread 'Secret Romance' first Kehidupan pernikahan Jaehyun dan Taeyong nyatanya tidak semulus...
