21. Weekend

5.7K 1K 93
                                        

Jaehyun–bersama Naeun–yang yang tengah menunggu Taeyong didepan gedung Manson House menatap jam pada pergelangan tangannya untuk kesekian kali. Sudah kurang lebih dua puluh menit sejak jadwal pulang si submissive, namun batang hidung lelaki manis itu tak kunjung nampak. Jaehyun percaya, Taeyong tidak mungkin diam saja ketika berada dalam bahaya. Meski tiga hari belakangan suami kecilnya itu bertingkah seperti balita yang sedang merajuk, namun Jaehyun tahu bahwa Taeyong melakukannya agar ia menyetujui rencana untuk berkunjung ke Ulsan diakhir pekan.

"Dad, kenapa Appa belum datang?" Tanya Naeun yang sudah mulai jenuh berkomunikasi dengan boneka beruang pemberian Jaehyun.

"Mungkin ada pekerjaan tambahan yang harus Appa selesaikan, princess." Jaehyun mengusap pucuk kepala anaknya. "Apa Naeun lapar?"

"Iya," jawab Naeun, "Tapi Naeun ingin makan dengan Daddy dan Appa."

"Baiklah, kalau begitu Daddy menelpon Appa dulu, ya?" ucap Jaehyun dan dibalas anggukan kecil oleh Naeun.

Alasan mengapa Jaehyun tidak menelpon si submissive sedari tadi hanya satu–ia tak ingin mendengar Taeyong kembali berteriak dan mengumpatinya dalam posisi sedang berada di kantor. Jika Taeyong sudah mulai lelah memohon dengan berbagai cara agar Jaehyun ikut ke Ulsan, maka pekikan dan umpatan lah yang menjadi senjata ampuhnya.

"Taeyong, kau dimana?" Ucap Jaehyun saat lelaki diseberang sana menjawab panggilan teleponnya.

"Memangnya dimana lagi? Apa kau kira aku bekerja di kebun binatang?" jawab Taeyong dengan suara serak.

Jaehyun lantas mengerutkan keningnya sebelum berseru. "Yah! Jangan bilang jika kau ketiduran lagi di ruanganmu?!"

"Aish, kenapa kau berteriak?! Lagipula masih jam tiga sore, Jaeyuk!"

Darah Jaehyun seketika mendidih. Andai saja ia tak sedang memprogramkan diet dalam hal menghambur-hamburkan uangㅡsebab ia pengangguranㅡmaka saat ini ponselnya telah ia jadikan alat untuk melempari gedung Manson House.

"Apa di ruanganmu tidak ada jam? Sekarang sudah jam tujuh sore, idiot! Aish!"

"Tak perlu berteriak!"

"Kau juga berteriak!"

"Ayo kita ke Ulsan!"

"Tidak akan!" Jaehyun memekik sebelum memutus sambungan teleponnya. Ia menghela napas panjang sebelum menoleh ke arah Naeun yang menatapnya lekat-lekat. "Naeun-ah, Daddy dan Appa tidak bertengkar, oke?"

Anak perempuan disamping Jaehyun mengangguk kecil. Naeun seolah telah paham dengan tingkah kedua orang tuanya yang memang berbeda dengan Ayah orang lain. On another level.

"Naeun ingin menunggu disini atau ikut dengan Daddy kedalam untuk menyeret Appa?" Tanya Jaehyun pada putrinya.

"Naeun menunggu saja, Dad." Jawab anak perempuan itu.

Mengangguk paham, Jaehyun kemudian keluar dari mobilnya lalu memberitahu petugas keamanan untuk menjaga dan mengawasi Naeun. Setelah itu, dengan sigap Jaehyun memasuki gedung Manson House guna menjemput suami kecilnya.

"Eoh, Jaehyun!"

Jaehyun menghentikan langkah tepat didepan pintu ruangannya. Ia lantas menoleh saat mendengar namanya dipanggil, tepatnya diteriaki seperti pedagang ikan keliling di Ulsan.

"Kenapa kau ada disini? Bukannya Taeyong sudah pulang daritadi?" Ucap Taehyung saat sampai dihadapan si lelaki berlesung pipi.

"Pulang?" Jaehyun mengerutkan kening. "Tapi aku baru saja menelfonnya, dia ketiduran lagi seperti tiga hari lalu."

Hilarious | Jaeyong ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang