Duduk seharian di kantor nyatanya membuat tubuh Taeyong kelelahan, padahal biasanya ia akan tetap prima meski mengelilingi gedung Manson House sekalipun. Kehamilannya yang kedua kali benar-benar berbeda dari sebelumnya. Jika saat mengandung anak pertama dulu Taeyong terlalu sensitif juga posesif, maka kali ini ia justru belum merasakan keluhan apa-apa di usia kandungannya yang sudah memasuki bulan ke-dua.
"Taeyong, kenapa kau belum pulang?"
Lelaki manis yang tengah merenggangkan otot di meja kerjanya tersenyum tipis ke arah pintu, rekan kerja sekaligus mantan kekasihnya itu menghampiri sembari membawa berkasㅡyang ia tebak untuk ditanda tangani.
"Kau ingin meminta tanda tanganku kan? Jadi bersyukurlah karena aku belum kembali ke rumah," jawab Taeyong sembari meraih map berisi kertas dari Taehyung.
"Tae, apa hanya aku yang merasakannya?"
Taeyong sontak mengangkat alisnya lalu mendongak dan menatap Taehyung dengan mata melebar. "Merasakan apa?" Ia mendesis, "Jangan bilang kau ingin menyatakan perasaanmu padaku? Taehyung sadarlah, akuㅡ"
"Ck, apa kau ingin melihatku tewas dibawah kaki Jaehyun?"
"Lalu?" Taeyong menyengir.
Taehyung memiringkan wajahnya sejenak sembari berpikir, "Sepertinya kehisterisanmu berkurang sejak kau hamil," Ia terkekeh. "Biasanya teriakanmu selalu menggema setiap menit, tapi sekarang kau sangat tenang."
"Benarkah?" Taeyong mengerucutkan bibir seraya mengembalikan berkas yang telah ia tanda tangani pada Taehyung. "Aku juga merasa aneh, Taehyung-ah. Tapi apa kau tahu? Justru Jaehyun yang bersikap tak biasa belakangan ini."
"Apa?!" Taehyung seketika histeris. Raut wajahnya sangat menggambarkan ketertarikan untuk membahas hal yang dialami Taeyong juga Jaehyun. Hitung-hitung menambah pengetahuan sebelum mempersunting kekasihnya. "Ada apa dengan Jaehyun?" Tanyanya penasaran.
Taeyong meringis saat teringat kejadian kemarin malam, dimana sang suami tiba-tiba membeli gummy bear, cookies, juga lasagna. Jaehyun membangunkannya tepat jam dua belas malam hanya untuk menemaninya menghabiskan semua makanan itu.
"Jaehyun biasanya tak terlalu suka dengan makanan itu," Ucap Taeyong setelah menjelaskannya pada Taehyung. "Lalu kau ingin tahu apa yang lebih aneh lagi?"
Taehyung mengangguk dengan gerakan cepat.
"Setiap pagi Jaehyun selalu mual," Taeyong kembali meringis. "Dia seperti mengalami morning sicks, padahal aku sendiri belum mengalaminya hingga usia kandunganku dua bulan seperti sekarang."
"Whaaat?!" Taehyung menganga lalu membekap mulutnya.
"Apa menurutmu hal ini lazim?" Taeyong menjatuhkan bahu. "Aku kasihan dengan suamiku. Kelihatannya dia sangat tersiksa."
"Aku memang pernah mendengar jika suami juga bisa mengidam seperti pasangannya," Taehyung berucap sembari memasang tampang takjub. "Tapi baru kali ini aku menemukan orang seperti itu di sekitarku."
Taeyong terkekeh melihat ekspresi mantan kekasihnya. Pria yang selama bertahun-tahun ia anggap bajingan akhirnya berubah dengan sendirinya. Bahkan kini ia merasa jika Taehyung sudah seperti Tenㅡteman yang selalu mendengar cerita juga keluh kesahnya.
"Ngomong-ngomong aku masih penasaran, kenapa kau dan Ten masih belum akur?" Taeyong menopang dagu diatas meja. "Apa kalian punya dendam masa lalu?"
"Tidak," jawab Taehyung. "Aku juga tidak tahu kenapa teman sesama amoeba mu itu sangat membenciku."
Percakapan keduanya terhenti ketika ponsel Taeyong berdentingㅡtanda sebuah pesan masuk. Sang manager Manson House tersenyum tipis sebelum memasukkan layar persegi miliknya kedalam saku celana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hilarious | Jaeyong ✓
Fiksi Penggemar❝I love being married. It's so great to find one special person you want to annoy for the rest of your life❞ M/M | GENFIC | M-PREG | MATURE | BOOK 2 a sequelㅡread 'Secret Romance' first Kehidupan pernikahan Jaehyun dan Taeyong nyatanya tidak semulus...
