Taeyong menatap kosong ke arah meja dihadapannya. Kini ia dan Jaehyun duduk saling berhadapan dalam diam. Kedua tangan sang suami telah diborgol, pakaian yang dikenakan sang aktor sebelum datang ke kantor polisi tadi pun telah berganti menjadi setelan tahanan.
"Taeyong-ah," Jaehyun memberanikan diri untuk angkat bicara. "Kau harus pulang dan beristirahat. Naeun menunggumu diluar."
Tersenyum miring, Taeyong mengepalkan tangan sembari menatap tajam ke arah sang suami dihadapannya. "Beristirahat katamu?" Ia tertawa hambar. "Apa kau kira aku bisa setenang itu, Jung Jaehyun?"
"Tak perlu memikirkan ku," Jaehyun tersenyum. "Jika kau merindukanku sebut saja namaku sebanyak tiga kali lalu minum lah dua gelas air putih."
Taeyong menatap suaminya tak percaya. "Apa kau memang terlahir dengan otak sebesar atom?" Ia menggertakkan gigi. Jika saja tak ada petugas yang mengawasi, sang suami telah terkapar dengan wajah lebam sedari tadi. "Candaanmu tak akan bisa membuatmu keluar dari penjara, sialan." sambungnya lirih.
Jaehyun menjatuhkan bahu. Ia tahu saat ini pikiran Taeyong sedang kalut dan candaan apapun tak akan mampu membuat si submissive bersikap seperti biasa.
"Maafkan aku," pada akhirnya Jaehyun hanya mampu mengucapkan kalimat itu.
"Kenapa kau menggunakan obat-obatan itu?" Taeyong berusaha keras untuk tak meneteskan air matanya lagi. "Kenapa, Jaehyun? Jawab aku, jangan hanya diam saja!"
"Aku tidak tahu," Jaehyun menghela napas panjang. "Aku tidak pernah mengkonsumsi atau menyuntikkan obat-obatan terlarang pada tubuhku, Taeyong. Tapi hasil tesku justru..."
"Itu artinya kau menggunakannya, bodoh." Taeyong menoleh ke arah lain. Raut kecewa masih terpancar diwajahnya.
Jaehyun lantas menatap lurus ke arah wajah si submissive. "Jadi kau tak percaya lagi padaku?"
"Bagaimana aku bisa percaya jika kenyataannya kau seperti itu!" Taeyong sudah berada diujung kesabarannya. Ia gelisah, kecewa, dan marah karena masalah yang dihadapi Jaehyun saat ini.
Sang aktor menipiskan bibir. Ia paham posisi Taeyong saat ini. Tak akan ada seorang pun yang memercayainya lagi. Hasil tes urin tak mungkin dimanipulasi, dan Jaehyun tak memiliki bukti kuat untuk terus menyanggah tuduhan itu hingga saat ini.
"Lalu apa lagi yang harus kulakukan agar kau percaya?" Jaehyun berucap dengan nada pasrah.
"Ayahku hanya menelpon dari Ulsan lalu mengucap sumpah serapahnya, dia bahkan tak datang ke Seoul untuk melihat dan mendengar penjelasanku. Apa kau juga akan seperti itu, Taeyong? Apa satu-satunya orang yang kuharapkan memercayaiku juga akan meninggalkanku?" Sambung sang aktor lirih.
Taeyong kembali meneteskan air mata. Tenggorokannya seolah diganjal batu besar hingga ia tak mampu berkata-kata. Ia yakin Jaehyun tak mungkin mengkonsumsi obat-obatan itu hanya untuk menghilangkan penat juga demi hiburan semata. Namun bukti nyata yang ada didepan matanya lantas membuat ia sedikit ragu.
"Aku tahu berat bagimu untuk menghadapi semua ini," Jaehyun seketika merasa bersalah pada si submissive. "Tolong jaga dirimu juga anak-anak kita, jangan membuka sosial media atau menonton berita dan ambil lah cuti untuk sementara."
Sang aktor menghela napas panjang. "Aku akan keluar dari tempat ini secepatnya. Akan kubuktikan jika aku tidak bersalah," Jaehyun bangkit dari kursi tanpa melepas tatapannya pada Taeyong. "Berhentilah menangis, air matamu tak akan membuatku keluar dari tempat ini, dasar ceker ayam pedas."
Taeyong menatap Jaehyun lamat-lamat, pria berlesung pipi itu masih menyunggingkan senyum yang ia tahu sangat dipaksakan. "Aku membencimu," ia berkata sebelum bangkit dari duduknya. Taeyong kemudian berbalik, melangkah menjauhi Jaehyun yang tengah mematung ditempat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hilarious | Jaeyong ✓
Fanfiction❝I love being married. It's so great to find one special person you want to annoy for the rest of your life❞ M/M | GENFIC | M-PREG | MATURE | BOOK 2 a sequelㅡread 'Secret Romance' first Kehidupan pernikahan Jaehyun dan Taeyong nyatanya tidak semulus...
