29. Panic [END]

11K 1K 147
                                        

Taeyong melenguh pelan saat merasakan hembusan angin musim gugur menyapa dermisnya. Cuitan burung di atas tiang listrik bersahut-sahutan, membentuk melodi indah di telinganya. Sinar sang surya yang masuk tanpa izin melalui celah jendela pun mengusik netranya.

Perlahan ia membuka mata, bibir tipisnya yang semerah Cherry lantas merekah ketika irisnya mendapati sang suami masih terlelap dalam damai. Jaehyun memeluk pinggangnya erat, kaki mereka pun saling bertautan dibawah sana.Jemari Taeyong kemudian bergerak tanpa didikte, menyusuri pahatan wajah nyaris sempurna dari pria disampingnya, Jung Jaehyun.

"Morning." Bisiknya lalu mengecup bibir penuh sang suami sejenak.

Taeyong terkekeh saat lelaki berlesung pipi itu melenguh dan kembali mendengkur kecil. Mungkin suaminya kelelahan, pikirnya. Sejak sampai di Jeju kemarin siang, Jaehyun memang tak memiliki istirahat yang cukup.

Setelah makan siang bersama dengan Taeil juga Doyoungㅡtetangga baru merekaㅡdi rumah pasangan itu, Jaehyun meminta izin padanya untuk masuk ke rumah baru mereka terlebih dahulu. Sebab, ada beberapa furniture yang Jaehyun beli dan baru sampai hari itu juga. "Kau dan anak-anak menunggu disini dulu. Aku ingin seisi rumah sudah tertata rapi sebelum kau juga masuk," katanya sebelum meninggalkan si submissive.

Sementara itu Taeyong yang masih merasa lelah karena perjalanan dari Seoul lantas mengikuti saran Doyoung agar ia, Naeun dan Gunho beristirahat sejenak di kamarnya. Namun niatnya untuk memejamkan mata beberapa menit justru melenceng. Taeyong terbangun ketika hari hampir petang.

Akibat insiden ketidurannya itu, Jaehyun bahkan berkata, "Bagaimana rasanya menginap di rumah tetangga bahkan sebelum kau melihat rumahmu sendiri, ceker-nim?"

Taeyong hanya mampu tertawa bersama rasa malunya. Lagipula Jaehyun juga tidak membangunkannya. Sang suami justru menunggunya terbangun sembari bermain dengan Naeun dan Gunho bersama Doyoung dan Taeil.

Kesibukan lain yang Jaehyun lakukan setelah sampai di Jeju pun berlanjut hingga malam hari. Taeyong yang semalam baru mengetahui jika sang suami telah membuka sebuah restoran tak jauh dari rumah mereka lantas mengomeli pria berlesung pipi itu. Pasalnya, Jaehyun bahkan menolak untuk makan malam bersama dengannya juga Naeun dan Gunho saat mendapat telepon dari bawahannya jika ada masalah kecil di restoran.

Taeyong yang awalnya ingin berpura-pura marah besar dan mendiami Jaehyun saat lelaki berlesung pipi itu kembali ke rumah lantas mengurungkan niat. Hati kecilnya justru iba saat mendapati sang suami masuk ke dalam kamar dengan wajah kelelahan.

Jaehyun kemudian menghampirinya diatas tempat tidur, berbaring disampingnya lalu memeluk tubuhnya erat. Sang dominan pun bergumam, "Maaf karena telah mengacaukan makan malam pertama kita di rumah ini, Taeyong." Dan tak lama setelah itu, Jaehyun terlelap.

Taeyong tahu, pasti sangat sulit bagi Jaehyun untuk memulai semuanya dari awal. Sang suami yang biasanya beraktivitas sebagai aktor dan selalu didampingi oleh Hyunjoongㅡsang managerㅡkini harus melakukan semuanya seorang diri.

Disatu sisi Taeyong bangga, suaminya akhirnya bisa keluar dari zona nyaman dan memiliki kesibukan sebagai bos dari restoran baru namun sudah cukup mempunyai nama di Jeju. Namun disisi lain, Taeyong pun takut jika sewaktu-waktu Jaehyun akan lebih banyak menghabiskan harinya di restoran hingga ia juga anak-anak mereka jarang memiliki ruang untuk bercengkerama.

Meskipun alasan dibalik kerja keras Jaehyun adalah agar ia dan anak-anak mereka tidak serba kekurangan, namun Taeyong pun khawatir jika hal itu yang membuat suaminya menjadi workaholic. Ia tak ingin kehilangan Jaehyun nya. Jaehyun yang selalu ada untuknya juga anak-anaknya.

Taeyong menghela napasnya pelan. Ia kemudian bangkit dari tempat tidur, melangkah dengan mengendap-endap lalu keluar dari kamar dan menutup pintu sepelan mungkin. Ia tak ingin mengganggu tidur nyenyak sang suami.

Hilarious | Jaeyong ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang