16. Suspicion

5.9K 1K 125
                                        

Taeyong tak henti-henti mengulas senyum tipis sembari mencuri pandang ke arah sang suami yang menyetir disampingnya. Setelah mengantarnya ke dokter kandungan, juga mengunjungi kedua orang tuanya, kini ia Jaehyun juga Naeun berada dalam perjalanan pulang ke rumah. Gadis kecil yang duduk di jok belakang pun telah tertidur pulasㅡNaeun tidak bisa melewatkan jam tidur siangnyaㅡalhasil tak ada lagi celotehan yang mengisi mobil Jaehyun.

Merasa diperhatikan, Jaehyun lantas menggulirkan mata ke arah Taeyong, namun lelaki manis itu justru buru-buru membuang muka keluar jendela. "Cih, jika lehermu patah, aku tidak ingin dipenjara karena tuduhan membuat suamiku sendiri salah tingkah lalu merenggang nyawa."

"Siapa yang salah tingkah?" Protes Taeyong.

Mendengar kata penjara seketika membuat Taeyong kembali bertanya-tanya alasan dikeluarkannya sang suami dengan begitu mudah. Bukan berarti ia tak senang jika Jaehyun bebas dari penjara. Tapi Taeyong hanya takut jika saja ada konsekuensi yang ternyata sosok itu simpan sendiri.

Mungkin sekarang waktu yang tepat untuk bertanya.

"Ngomong-ngomong, apa urusanmu di kepolisian sudah selesai?" Tanya Taeyong.

"Memangnya kenapa? Apa menurutmu aku menjadi buronan saat ini?" Jaehyun melirik sekilas kearah suami kecilnya lalu menyeringai.

Taeyong berdecak kesal. Bertanya pada Jaehyun hanya akan membuat emosinya naik turun. Meminta kejelasan pada Mark atau Jungwoo mungkin lebih membantu, pikirnya. Keheningan pun kembali menyelimuti atmosfer didalam mobil. Baik itu Jaehyun maupun Taeyong sibuk berkutat dengan pikirannya masing-masing.

"Jaehyun."

"Hm?" Jaehyun bergumam, masih memerhatikan jalanan didepannya.

"Kenapa Taehyung menelponmu pagi tadi?" Taeyong menatap sang suami lamat-lamat. "Sejak kapan kalian sedekat itu?"

Menipiskan bibirnya, Jaehyun menarik nafas dalam-dalam lalu memasang tampang menyesal. Ia menoleh sejenak pada Taeyong yang tengah menatapnya kesal lalu berucap. "Ceker-nim, tolong jangan beritahu suamiku jika Taehyung itu selingkuhanku, ya?" Katanya lalu kembali fokus memandangi jalanan.

"Candaanmu benar-benar tidak lucu," Taeyong menyerah. Sangat jelas jika Jaehyun menyembunyikan sesuatu darinya. "Sepertinya kau sudah tidak percaya sepenuhnya padaku," gumamnya lalu tersenyum kecut.

Tak ada lagi percakapan antar sepasang suami itu hingga mobil yang dikemudikan Jaehyun terhenti dihalaman rumah. Sang dominan buru-buru membuka seat belt sebelum menggendong Naeun yang masih tertidur pulas. Sementara itu, Taeyong yang mengekori suaminya dari belakang hanya mampu terdiam.

Benar-benar canggung.

Fakta jika Jaehyun telah menerima maafnya nyatanya tak membuat mereka bisa bercakap-cakap hingga tertawa lepas seperti biasa. Taeyong cukup tahu diri jika rasa kecewa sang suami belum hilang hingga saat ini.

"Ceker-nim," Jaehyun menyentil kening si submissive pelan. Lelaki manis itu berdiri didepan kamar Naeun sembari menatap kosong hingga tak menyadari keberadaannya. "Jangan melamun, kau bisa kerasukan."

Taeyong tidak merespon ucapan Jaehyun. Ia hanya tersenyum tipis sebelum menendang tulang kering sang suami.

"Astaga, bahkan kakiku sudah terbiasa dianiaya." Jaehyun mendesis. "Ah, aku ingin minum kopi," ucapnya lalu berbalik, hendak meninggalkan Taeyong menuju dapur.

"Jangan!" Taeyong menahan lengan sang suami. "Kau tidak boleh meminum kopi lagi."

Jaehyun menautkan alisnya sembari menatap Taeyong heran. Ia tersenyum geli lalu tertawa pelan. "Aku tidak akan mencampurkan obat-obatan kedalam kopiku, sayang."

Hilarious | Jaeyong ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang