❝I love being married. It's so great to find one special person you want to annoy for the rest of your life❞
M/M | GENFIC | M-PREG | MATURE | BOOK 2
a sequelㅡread 'Secret Romance' first
Kehidupan pernikahan Jaehyun dan Taeyong nyatanya tidak semulus...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Daddy... Bangun."
Merasakan guncangan kecil pada tubuhnya membuat Jaehyun terusik. Ia membuka matanya perlahan lalu menoleh ke sumber suara, seketika senyumnya mengembang melihat seorang gadis kecil berdiri disamping ranjang.
"Morning, Dad."
"Morning, Naeun-ah."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jaehyun mencondongkan badan ke arah sang anak. "Kiss?" Ucapnya dan dibalas anggukan oleh antusias oleh si gadis kecil.
Jung Naeun, kerap juga disapa Eden sebagai nama asingnya. Bukan tanpa sebab, ia dan Jaehyun juga Taeyong pernah tinggal di Amerika selama dua tahun ketika sang aktor debut film layar lebar disana. Gadis kecil itu tak pernah melupakan rutinitasnya setiap pagi untuk menciumi kedua orang tuanya yang amat ia cintai. Seperti saat ini, si kecil berusia empat tahun itu memberikan kecupan singkat pada bibir Jaehyun.
"Dad, aku ingin membangunkan Appa." Naeun berkata setengah berbisik.
Jaehyun terkekeh pelan, bangkit dari posisinya lalu mengangkat Naeun agar naik ke atas ranjang dan duduk disamping Taeyong yang masih terlelap. "Jika Appamutidak segera bangun, tutup saja lubang hidungnya Naeun-ah."
"Tidak mau, Naeun sayang Appa." Gadis kecil itu mencebik sebelum menepuk-nepuk wajah Taeyong. "Appa, sudah pagi. Bangunlah."
Taeyong melenguh pelan. Matanya masih terasa sangat berat. Saat bermimpi digigit kecoa semalam, Naeun menyuruhnya untuk tinggal di kamar si kecil sampai ia benar-benar terlelap. Taeyong pun menunggu hingga tengah malam hingga malaikat kecilnya melepas genggaman tangannya karena ketakutan.
"Appa... Ayo kita sarapan," rengek Naeun hingga lelaki berahang tegas disampingnya membuka mata.
"Appamasih mengantuk," Taeyong memanyunkan bibir lalu menoleh pada Jaehyun yang sibuk dengan ponselnya. "Yah, kenapa kau berleha-leha seperti itu? Cepat ke dapur dan buatkan sarapan untuk aku dan Naeun." Ia mengoceh dengan suara serak, khas orang yang baru bangun tidur.