27. Interruption

5.8K 877 98
                                        

"Jadi kalian benar-benar akan pindah ke Jeju bulan depan?"

Jaehyun mengangguk pelan. Ia kemudian menoleh pada si submissive disampingnya, tapi lelaki manis itu masih sibuk melahap cookies varian baru yang disuguhkan oleh Kim Heechul di ruangan.

Mendengus, Jaehyun lantas berucap, "Sayang, apa kau tidak pernah memakan cookies sejak lahir dan bernapas di bumi?" Bisiknya dengan nada tenang, namun terselip rasa kesal didalamnya.

"Ah, maaf." Taeyong cengengesan sebelum meletakkan toples yang sedari tadi ia pangku ke atas meja. "Jadi tadi sampai dimana, sayang?" Tanyanya sebab ia sama sekali tak memerhatikan percakapan Jaehyun dan Heechul akibat cookies varian baru itu.

"Sampai di dunia lain," Jawab Jaehyun malas lalu kembali memusatkan atensi pada Heechul.

"Aku sepertinya tidak bisa melanjutkan karirku sebagai aktor lagi, Hyung." Jaehyun menunduk. "Aku akan fokus menjadi suami yang lebih baik lagi untuk Taeyong juga Ayah yang hebat bagi anak-anakku."

Taeyong tersenyum tipis ditengah tatapan sendunya yang tertuju pada sang suami. Jemarinya pun bergerak perlahan hingga ia menautkannya dengan milik Jaehyun.

Ia kembali tertegun saat melihat wajah Jaehyun yang lebih serius dari biasanya. Lelaki berlesung pipi itu nampak tengah menahan kesedihan juga kebimbangan. Taeyong yakin, membuat keputusan untuk mundur dari dunia hiburan bukan perkara mudah bagi suaminya.

"Jaehyun-ah, aku tahu kau mungkin masih memikirkan efek dari masalahmu yang lalu." Heechul menghela napas pelan. "Tapi semua orang sudah tahu kebenarannya dan memihak padamu. Tolong jangan berhenti, bakatmu tidak bisa digantikan oleh aktor lain."

Pria yang lebih tua dari Jaehyun itu menipiskan bibir sejenak. "Jika kau ingin fokus pada keluargamu untuk beberapa tahun, tidak apa. Aku akan menunggumu dan tak akan pernah memutus kontrak kerjamu," jelas Heechul.

"Tolong jangan memilih berhenti selamanya, Jaehyun-ah. Ingat bagaimana perjuanganmu untuk menjadi aktor," Sambungnya.

"Aku harus berhenti, Hyung." Jaehyun berkata lirih seraya memandangi sosok yang duduk dihadapannya. "Menjadi aktor memang mimpi terbesarku sejak kecil. Tapi saat ini aku mempunyai mimpi lain, aku ingin hidup bahagia dengan suami dan anak-anakku."

Taeyong hanya mampu terdiam. Ia memandangi Heechul dengan raut pasrah lalu menggeleng pelan. Keputusan suaminya sudah bulat, ia pun tak bisa menghentikan kehendak Jaehyun yang begitu kuat.

"Jaehyun-ah, dengarkan aku baik-baik..." Heechul menarik napas dalam-dalam. "Belajar lah dari Lee Hyori. Apa kau ingin menghilang sepertinya? Dia juga memilih untuk hidup dengan keluarganya di Jeju dan meninggalkan karirnya di Seoul."

Heechul tak henti-henti memandangi sosok yang telah ia anggap adiknya sendiri. "Lihat apa yang terjadi saat ia memutuskan untuk kembali bernyanyi," katanya. "Meski aku tahu ia kembali untuk melepas rindu akan bakatnya itu, tapi orang-orang diluar sana mencemoohnya, berkata jika ia mungkin telah kehabisan uang hingga kembali bernyanyi untuk mengemis."

Jaehyun terdiam. Ia mendengarkan kalimat demi kalimat yang Heechul ucapkan.

"Saat Hyori kembali... Semuanya telah berubah. Sinar dan karirnya perlahan redup, karena dulu ia memilih pergi dan menghilang begitu saja hingga orang lain yang sebenarnya masih belum bisa menandingi bakatnya kemudian merebut posisinya." Heechul menghela napas. "Dan aku tidak ingin kau seperti itu, Jaehyun. Tolong pikirkan ucapan ku baik-baik."

Kepala Jaehyun yang tadinya menunduk sontak terangkat saat ia mendengar suara sobekan kertas dari arah Heechul. Matanya melebar ketika ia melihat lelaki yang lebih tua darinya itu merobek kertas permohonan pemutusan kontraknya.

Hilarious | Jaeyong ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang