"Naeun-ie tidak ingin ikut dengan Appa dan Halmeoni?"
Taeyong bertanya sekali lagi pada putri kecilnya, namun Naeun tetap memberikan jawaban yang sama. Lelaki manis itu lantas menghela napas sebelum menoleh ke sang suami. "Apa kau yakin ingin membawa Naeun bersamamu?"
"Tidak apa-apa, lagipula aku hanya ingin menyelesaikan urusan hiatus di agensi," kata Jaehyun. "Bukan mengurusi ibu hamil yang sangat sensiㅡaduh!"
Naeun tertawa melihat ayah kecilnya kembali memukuli tubuh Jaehyun dengan bantal sofa. Meski awalnya ia kasihan dengan pria berlesung pipit itu, namun Naeun kemudian merasa tenang ketika Taeyong berkata. "Itu permintaan baby, and your dad's fine."
Padahal, jika bayi dalam perut Taeyong bisa berbicara, mungkin ia telah menyangkal kalimat penenang ayah kecilnya.
"Bersiap-siaplah, aku akan mengantarmu ke rumah eomma." Jaehyun menepuk paha Taeyong yang tengah terduduk disebelahnya.
"Hm, tunggu disini."
"Memangnya kau kira aku akan menunggumu di puncak menara Namsan sambil bergelantungan?" Celetuk Jaehyun.
"Kau!"
"Astaga," Jaehyun menutup kedua kuping Naeun. Anak perempuan yang sedang duduk diatas karpet didepan sofa itu mengerjapkan mata. Seolah ia telah paham mengapa ayah kecilnya lagi-lagi berteriak. "Naeun-ah, apa telingamu masih utuh, sayang?"
"Aish, berhentilah membuatku emosi, Jung Jaehyun. Kenapa kau sangat menyebalkan?!" Taeyong mendesis. Tidak, ia yakin bukan dirinya yang sensitif. Tapi suaminya itu lah yang semakin menyebalkan.
Jaehyun berdecak. "Tidak apa-apa, itu hukuman untukmu."
"Huh?" Taeyong dibuat bingung oleh lelaki berlesung pipit itu.
"Aku tahu kau merindukanku setiap detik," Jaehyun berucap santai lalu mengangkat bahu. "Jadi saat aku pergi dari rumah, kau akan kesepian karena tak mengomeliku, sayang. Itu jelas sebuah hukuman." Sambungnya lalu menjulurkan lidah.
Taeyong lantas menganga tak percaya. "Cih, kenapa kau percaya diri sekali?" Ia menendang kaki sang suami.
"Aku bisa berkencan dengan pria lain saat kau pergi. Ah, Sehun lumayan juga, dia kaya, tampan dan baik hati," jelasnya tanpa jeda.
"Jangan katakan hal-hal tak berguna didepan Naeun."
Tiba-tiba nada suara Jaehyun menjadi dingin, Taeyong yang melihatnya sontak berdeham tak enak. Padahal ia hanya berniat untuk membuat Jaehyun cemburu dan kembali menunjukkan tampang kesal yang menurutnya sangat lucu. Namun, yang didapatinya saat ini justru tatapan tajam sang suami.
"Me-memangnya sejak kapan aku mengatakan hal-hal berguna?" Taeyong melipat lengan. "Lagipula aku ini manager Manson House, bukan customer service yang mengatakan hal-hal berguna."
"Bisakah kau berganti pakaian saja sekarang?" Jaehyun masih menatap suami kecilnya nyalang. "Aku bosan melihat tampangmu."
"Aku juga bosan mendengar suaramu," Ucap Taeyong sebelum melenggang ke kamarnya dengan langkah kesal.
Setelah lelaki manis itu meninggalkan ruang tengah, Jaehyun lantas menghela napas panjang. Ia memijat kening sejenak lalu dengan tak sengaja bertemu pandang dengan Naeun yang tengah mendongak padanya. "Ada apa, princess?"
"Kenapa Daddy dan Appa bertengkar?" Tanya Naeun lirih.
Tawa renyah Jaehyun memenuhi ruang tengah. Jemari lelaki berlesung pipit itu refleks mengusap pucuk kepala putri kecilnya. "Tidak, kami tidak bertengkar sayang. Naeun tahu sendiri kan Appa sedang menuruti keinginan baby?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Hilarious | Jaeyong ✓
Fanfiction❝I love being married. It's so great to find one special person you want to annoy for the rest of your life❞ M/M | GENFIC | M-PREG | MATURE | BOOK 2 a sequelㅡread 'Secret Romance' first Kehidupan pernikahan Jaehyun dan Taeyong nyatanya tidak semulus...
