25. Jealousy

7.4K 1K 101
                                        

Sudah seminggu berlalu sejak proses persalinannya, namun Taeyong juga Jung Gunhooㅡsi bungsu Jung bersaudara masih dirawat di rumah sakit. Hal itu lantaran Jaehyun masih khawatir jika terjadi apa-apa pada suami kecilnya.

Terlebih, bekas sayatan pisau bedah pada perut Taeyong belum kering sepenuhnya. Ditambah lagi, tak ada yang bisa menghentikan sikap hyper lelaki manis itu saat telah berada di rumah.Taeyong yang sangat mencintai kebersihan pasti tak akan tanggung-tanggung untuk menyapu setiap ruangan dalam keadaan yang belum seratus persen pulih, pikirnya.

"Apa kau sudah mengganti baju Gunhoo?"

"Hm," Jaehyun yang tengah fokus mengupas buah apel menjawab pertanyaan si submissive dengan gumaman.

"Apa Naeun belum selesai di tempat les?"

"Masih setengah jam lagi."

"Apa susu formula Gunhoo masih ada?"

Jaehyun berdecak lalu melempari Taeyong dengan tatapan kesal. "Apa melahirkan membuatmu amnesia?" Ia menyuapi suaminya dengan potongan apel. "Aku sudah membeli susu untuk Gunhoo saat ke mini market tadi."

Taeyong menelan apel dalam mulutnya lalu mengerucutkan bibir. "Jaehyun, ayo kita pulang ke rumah."

"Tidak, kita akan pulang Minggu depan," jawab si pria berlesung pipi santai.

"Apa kau sudah gila?" Taeyong menghela napas gusar. "Biaya rumah sakit sangat mahal, lagipula aku sudah baik-baik saja. Kau bilang uang tabunganmu sudah semakin menipis tapi kenapa kau justru semakin membuatnya habis denganㅡ"

"Sepertinya aku harus membawamu ke audisi Show Me The Money setelah ini," potong Jaehyun lalu menyentil kening si submissive. "Cepat habiskan apelmu, aku harus bersiap-siap untuk menjemput Naeun."

Taeyong hanya mampu menghela napas pasrah. Ia memandangi Jaehyun yang berjalan ke kamar mandi dengan tatapan kesal sembari menendang-nendang seperti anak kecil diatas ranjang rawat.

"Ck, awas saja jika Jaeyuk sialan itu meraung-raung saat uang tabungannya telah habis," gumam Taeyong.

Ditengah-tengah aktivitasnya melahap buah diiringi suara percikan air dari kamar mandi; tanda jika sang suami sedang membersihkan diri, Taeyong justru tersentak ketika mendengar pintu ruangannya diketuk beberapa kali dari luar. Menautkan alisnya heran, lelaki manis itu kemudian turun dari ranjang dengan langkah pelan. Jika sang dokter yang berkunjung, pintu itu hanya akan diketuk tiga kali sebelum dibuka olehnya sendiri.

Namun kali ini berbeda. Lalu siapa yang datang? Pikirnya.

Memutar kenop pintu pelan, mata Taeyong sontak melebar saat kedua irisnya menangkap objek dihadapannya.

"Astaga, Taeyong! Kenapa kau yang membuka pintunya?" Sosok dihadapan Taeyong refleks menahan tubuh lelaki manis itu dengan melingkarkan lengan pada punggungnya. "Apa kau sudah pulih?"

"Lepaskan tanganmu dari tubuhku," ucap Taeyong dengan nada dingin.

"Aku akan melepasnya saat kau kembali berbaring di ranjang rawatmu."

"Kubilang lepaskan, Oh Sehun!" Taeyong memekik hingga pria tinggi dihadapannya melepas tautan mereka dengan rasa tidak rela.

"Kenapa kau datang kesini?" Taeyong kembali berucap dengan napas tersengal. "Bukan kah sudah kukatakan padamu untuk tidak menemuiku dan mengganggu hidupku lagi?"

"Taeyong, kenapa kau tidak bisa memaafkanku?" Sehun menatap lelaki dihadapannya sendu. "Aku hanya ingin kita berdamai dengan masa lalu. Sangat kekanakan jika kau terus menjauh hanya karena perpisahan kita dulu juga ketidaksengajaan waktu itu."

Hilarious | Jaeyong ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang