gadis yang berbeda

1.1K 39 3
                                        


Flashback on

Jalanan hari itu terasa sangat menusuk, udara dingin terus merangsek masuk ke sela-sela pakaian yang digunakan Risa, dia memandangi jalanan dengan tatapan kosong, matanya tampak sayu seperti habis nangis, tapi itulah kenyataanya. dia lelah, capek ingin rasanya dia menyerah pada hidup, sakit sekali rasanya hidup didunia, rasanya seperti kau di lempari pisau tajam oleh ribuan orang dan saat itu kau mati perlahan.

"Oh tuhan, berapa kali lagi aku harus berdoa dan bersujud dihadapanmu tuhan?" Ucap Risa dalam hati, hatinya menangis, menjerit tak tahan rasanya ia ingin mati saja, untuk apa juga ia hidup tak ada gunanya.

Tangannya berpindah kini ia memegang lengannya sendiri, menggosokannya berharap dingin yang dirasakan hilang, tetapi nihil tetap saja suhu hari itu mengalahkan segalanya, dia duduk dihalte sambil menunggu bis lewat yang akan mengantarnya pulang.

Dia menjauhkan badannya sedikit lebih kekiri karena merasakan kehadiran seseorang mendekat, matanya menunduk tak ingin melihat, dia takut, terlalu takut untuk menatap.

seorang laki-laki bertubuh jakung datang dengan keadaan setengah basah, dia mengusapkan sedikit kepalanya yang terkena banyak air, mulutnya mengucapkan sesuatu tetapi tidak begitu jelas tak lama kemudian dia melihat seorang gadis duduk diujung bangku, tadinya ia tak peduli tapi sayang nya gadis itu menyita perhatian, yahh pakaian yang digunakan gadis itu sama seperti dirinya, seragam itu menunjukan logo sekolahnya, berarti gadis ini satu sekolah dengannya, pikir Arka.

Tapi aneh, kenapa dia hanya menunduk saja sedaritadi, ini sudah beberapa menit sejak kedatangannya membuat suasana menjadi canggung, suasana yang sangat-sangat membosankan bagi Arka, mungkin mengajak bicara gadis itu dapat menghilangkan kebosanannya.

"Hei" panggil Arka pelan

"Hei, lo gadis yang daritadi nunduk aja" kali ini Arka menunjuk gadis itu secara langsung

Risa yang merasa dirinya ditunjuk semakin menundukan kepalanya, takut menguasai dirinya

Arka mengernyit tidak mengerti kenapa gadis itu hanya menunduk, kan dia memanggil gadis itu apa gadis itu tidak mendengar? Ah tidak mungkin kecuali kalau gadis itu tuli.

Hahaha itu tidak mungkin juga, pikiran nya mulai meracau tidak jelas intinya dia panggil saja lagi.

"Hei, lo gak denger yah gw panggil?"
Arka yakin kali ini gadis itu menunjukan wajahnya dan benar saja gadis itu perlahan menghadap dirinya.

Arka menatap gadis ini dengan tatapan yang sulit diartikan matanya mengedip beberapa kali wah gadis ini sangat-sangat cantik, kulitnya putih pucat, matanya tampak sayu, bibirnya pucat, alisnya tebal intinya dia begitu menyukai tatapan gadis itu ketika sekali menatapnya, ini seperti hal yang mustahil dihidupnya, lelaki itu biasanya hanya menemukan gadis dengan tatapan centil dan dandanan menor yang menjadi ciri khasnya.

Jauh berbeda gadis yang ada dihadapannya terlihat sangat natural.

Arka hampir melupakan tujuannya tadi, ia ingin mengajak bicara gadis itu yang hanya diam sedaritadi tetapi jadi kehilangan kata-kata, dia sendiri bingung ingin membicarakan apa.

"Sialan kenapa gw jadi grogi gini, duh mana tuh cewek cantik banget, tatapan matanya itu lohh, bikin gw adem"
Arka hanya merutuki sendiri perbuatannya

"Eh hem tadi gw mau bilang, lo sekolah di Nugraha bangsa yah? Soalnya seragam yang lo pake sama kayak seragam gw"

Arka malah terlihat menanyakan pertanyaan konyol, mungkin gadis itu tidak akan menjawabnya karna mulutnya terkunci rapat, pupus sudah harapannya untuk mengajak bicara gadis ini.
Tapi mungkin kali ini akan dijawab

Misteri kematian RisaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang