Seoul, 11 januari 2018
Hari ini kita akan bahas tentang pasangan Namjin. Karna ia sudah membantu eommanya untuk acara menyatukan appa dan adiknya.
"Namjoonie"ucap seokjin sambil menatap Namjoon yang sedang fokus untuk menyetir.
"Ada apa, sayang?"tanya Namjoon.
"Apakah kau mau jatah hari ini?"tanya Seokjin.
"Ada apa denganmu, sayang. Tidak biasanya kau begini"ucap Namjoon.
"Entahlah sayang. Aku merasa kasihan dengan eomma dan appa, selalu saja merasa kecewa pada kita"ucap Seokjin sedih.
Namjoon yang melihat istrinya bersedih langsung menghentikan mobil di depan kafe.
"Seokjin, sayang. Aku kan selalu ada untukmu. Jadi apapun masalahnya bicarakan padaku"ucap Namjoon tersenyum tampan.
"Kau memang yang terbaik"ucap Seokjin sambil menangis.
22menit berlalu. Seokjin yang semulanya menangis keras menjadi sedikit lebih tenang akibat pelukan suaminya dan kata-kata menengkannya, contohnya : " tenang saja sayang, semuanya akan baik-baik saja. , aku dan kau pasti bisa menjalani ini semua. , jangan menangis sayang. Aku janji, akan selalu ada untuk. Berhentilah menangis". Itu seperti mantra bagi Seokjin. Dari proses mereka pacar sampai akhirnya mereka menikah kata-kata itu selalu menengkannya.
"Ini sudah hampir senja apakah kau mau makan di kafe itu?"tanya Seokjin.
"Baiklah. Mungkin kau dapat jatahnya besok. Aku janji itu lengkap"ucap Seokjin.
"Baiklah, itu terserah kau saja. Yang penting kau bahagia"ucap Namjoon sambil membukakan pintunya dan turun untuk membukakan pintu istrinya.
"Makasih Namjoonie kau yang terbaik"ucap Seokjin mencium pipinya Namjoon.
"Sama-sama sayang"ucap Namjoon sambil memegang pinggang rampingnya Seokjin dan membukakan pintu cafe untuk dirinya dan istrinya.
"Selamat malam tuan apakah anda mau makan sini atau dibungkus?"tanya pelayan.
"Eh, ternyata tuan Namjoon. Apakah anda mau makan disini atau dibungkus supaya bisa berduaan dengan istri anda?"tanya sang pelayan.
"Oh, Jimin seperti biasa saja tapi ini menunya yang special ya"ucap Namjoon.
"Dan sediakan aku meja yang istimewa untuk istriku ini ya"ucap Namjoon sambil memerhatikan Seokjin yang sudah sangat merah di bagian pipi.
"Baiklah, ikuti aku tuan dan nyonya"ucap Jimin tersenyum.
"Apakah kau selalu makan di sini?"ucap Seokjin berbisik.
"Tidak juga. Kadang aku minta dibungkus untuk bisa mengerjakan dokumen-dokumen itu"ucap Namjoon.
"Nah, ini meja untuk kalian berdua. Semoga bisa bermesra-mesra ria"ucap Jimin sambil meninggalkan pasangan Namjin itu bermesra.
Sedangkan ia langsung pergi kedapur untuk sekedar memberi tahukan kepada chef di cafenya untuk memasakkan makan.
Kembali ke pasangan Namjin.
"Namjoonie"ucap Seokjin.
"Ada apa sayang,apakah ada yang aneh?"ucap Namjoon.
"Tidak. Apakah kau sudah merencanakan ini sebelumnya?"ucap Seokjin.
"Tentu sayang. Kau tahukan hari ini. Hari apa?"tanya Namjoon.
"Hari ini kan hari Anniversary kan?"tanya Seokjin.
"Ne.. ini sudah kerencanakan lama. Jadi ini adalah hadiah hari jadi kita yang special. Apakah ini kurang?"tanya Namjoon.
"Ap-a ya-ng ka-u bi-lang ini sangat special. Bagiku terima kasih Namjoonie. Kau yang terbaik"ucap Seokjin berdiri dari kursinya. Namjoon yang tau apa yang dimaksud Seokjin pun ikut berdiri dan terjadilah pelukan yang sangat special bagi Namjoon dan Seokjin.
"Berhentilah menangis Jinnie"ucap Namjoon sambil menuntun Seokjin kembali ke tempat duduknya.
"Kafe akan menjadi saksi bisu bahwa kita akan saling mencintai untuk selamanya. Aku akan selalu menyayangimu"ucap Namjoon sambil mengelus punggung tangan Seokjin.
"Ehkm... maaf menganggu tuan dan nyonya. Ini pesanan anda sudah kami siapkan untuk kalian"ucap Jimin.
"Oh. Jimin terima kasih telah berusaha keras"ucap Seokjin.
"Tak apa noona. Karna Namjoon hyung bercerita tentang ini kepadamu"ucap Jimin.
"Nah karna ini hari Anniversary kalian. Menu kami ini sangat special dan gratis. Tapi ingat jangan banyak-banyak, bisa-bisa habis nanti stok makananku"ucap Jimin memanyunkan bibirnya.
"Hahahhahhaha, baiklah Jimin. Noona dan Namjoon mengerti dan sekali lagi. Terima kasih sudah bekerja keras"ucap Seokjin.
"Ya.Noona sama-sama. Baiklah aku pergi dulu untuk mengurus beberapa pelanggan nanti"ucap Jimin.
45menit berlalu. Pasangan Namjin ini sudah selesai menghabiskan makanannya. Jika kalian pikir ini karna makan mereka lambat, kalian salah. Mereka makan sambil bercanda. Malah, ini hari Anniversary mereka akan lama kalo menyangkut soal makan.
"Oke Jimin, hyung dan istri hyung, pergi dah"ucap Namjoon.
"Oke, hyung Noona. Semoga datang kembali lagi"ucap Jimin.
Pasangan Namjin itu sudah pergi ke mobil mereka.
"Namjoonie, ini adalah hari yang terbaik di hidupku"ucap Seokjin tersenyum senang.
"Jika kau senang Jinnie. Aku juga akan ikut senang"ucap Namjoon yang ikut tersenyum senang.
23menit berlalu. Pasangan Namjin sudah sampai di rumah mereka.
"Namjoon aku pergi kekamar dulu. Untuk menyiapkan air panas"ucap Seokjin sambil pergi menuju kamar mereka.
"Baiklah sayang. Hati-hati"ucap Namjoon.
14menit berlalu. Seokjin pun datang lengkap dengan membawa handuk.
"Ini untukku?"tanya Namjoon.
"Ne.. mungkin aku tidak bisa membalas ucapan romantismu tadi. Tapi aku bisa memperlakukan mu dengan romantis"ucap Seokjin sambil menunduk malu.
"Baiklah, istriku. Aku ku ambil dan kau bisa beristirahat di kamar"ucap Namjoon sambil pergi menuju kamar mandi di kamar mereka.
23menit berlalu. Seokjin yang sudah berada di atas ranjangpun melihat Namjoon yang sangat tampan dengan badan bagian atas dibiarkan terbuka dan bagian bawah yang terlilit oleh handuk.
"Sudah berapa lama aku tidak melihat Namjoon se-seksi itu?"gumam Seokjin.
"Ada apa sayang?"ucap Namjoon yang melihat istrinya melamun.
"Eh.. tidak ada apa-apa. Apakah kau tidak lembur di ruang kerjamu, sayang?"tanya Seokjin.
"Aku sudah lelah lembut. Dan aku ingin menghabiskan malam ini denganmu"ucap Namjoon.
Seokjin yang mengerti maksud Namjoon pun langsung mencicipi bibirnya yang sangat seksi untuk di santap oleh Seokjin. Sedangkan Namjoon iya sangat jelas terkejut tapi ia menikmatinya.
Malam yang seharusnya tenang pada malam itu hatus di penuhi desahan manja dari Seokjin yang sangat mengairahkan Namjoon untuk main lebih. Entahlah mungkin sampai pagi. Kita lihat saja nanti.
TBC
maaf nggak ada 'itu' tapi bagi kalian yang suka menghalu kalian bisa berpikir bagaimana mereka itu terjadi dan kalian juga bisa berkhayal suara dan gerakannya. Maaf sekali lagi nggak ada itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
dream *kookmin*
De TodoJungkook dan jimin adalah teman mimpi. Tapi mereka hanya saling bertemu di mimpi saja. Dan aneh mereka harus mencari siapa sosok yang ada di mimpi mereka. Lebih anehnya lagi mereka tidak saling mengenal di dunia nyata. Dan mereka selalu memiliki ma...
