11. Lamtur

2.6K 440 23
                                        

Mendekati Pak Ivan, yang katanya pusat informasi semua pergosipan, aku bingung gimana caranya nanya-nanya tentang Sacy.

Sebenernya ini gak penting sih, urusan pribadi orang. Tapi ya.... hamba kepo yalord.

"Pak? Makan siang di luar yuk?!" Ajakku ke Pak Ivan.

"Ciyeee, gak punya temen yhaa?"

"Yee, apaan, males Pak, yang lain pada makan di kantin."

"Dibayarin gak nih?"

"Boleh deh, yuk! Tapi pake motor bapaknya ya?"

"Siap Mas Put!" Serunya, Pak Ivan kemudian bangkit, dan kami berbarengan jalan ke parkiran.

"Pak Ivan lagi pengin makan apa?" Tanyaku.

"Mie ayam, mau gak Mas?"

"Boleh, nurut aja saya."

Pak Ivan mengangguk kemudian ia menjalankan motornya, dekat sini memang ada kedai mie ayam bakso enak.

Sekitar 10 menit, kami sampai di kedai mie ayam, aku langsung pesan dua porsi plus es jeruk untuk tambahan kesegaran di siang yang panas ini.

"Kantor aman Pak?" Tanyaku, basa-basi aja dulu.

"Aman, enjoy!"

"Hah? Maksudnya?"

"Iya kan ihhh ada itu yutuber yang suka ngomong gitu."

"Yailah, kirain apaan."

"Mas Putra tau Mbak Sacy?? Asistennya Pak Musa??"

Tanpa dipancing, udah makan umpan sendiri. Gini nih enaknya ngorek-ngorek admin lambe turah.

"Iya tau, kenapa emang?"

"Ihhh banyak banget yang ngomongin dia, merasa tertipu, apalah, gak jelas."

"Emang kenapa?" Tanyaku.

"Dia baru keterima tahun kemarin kan, seleksi cpns, jadi mulai aktif baru Januari kemarin, katanya bu Fatima sih pas interview pinter gitu, ya saya liatnya sih emang pinter."

"Terus? Tertipu gimana?" Tanyaku, tapi jeda sesaat karena mie ayam bakso pesanan kami datang.

"Iya, di KTP-nya belum menikah, tapi ternyata udah punya anak."

"Lha??" Kalo ini aku kaget beneran, iya sih aku udah pernah liat anaknya Sacy, tapi... dia belum nikah??

"Gosip-gosipnya sih dia bandel gitu, hamil di luar nikah."

"Kalo kata netijen mah Pak, mending hamil di luar nikah daripada hamil di luar angkasa." Sahutku.

"Heueuh, eta pisan, bener! Bahaya, bisi kos di film eta... the space between us, anaknya gak bisa ke bumi gegera gravitasinya beda."

Lha? Ditimpalin serius. Hahaha!

"Terus gimana itu si Sacy?"

"Gak tau, ibu-ibu nu riweh mah, pada nyalahin Bu Fatima nerima orang kaya gitu, bikin malu ceunah. Tapi ya gak apa, da dia ge kerjanya bagus, liat aja... dari bagian kerja sama dipindah langsung jadi sekertarisnya Pak Musa, kan kudu orang kuat yang bisa jadi sekertaris Pak Musa mah, tapi dia aman enjoy aja tuh, gak pernah ada keluhan ke saya."

"Jadi aman enjoy nih pak?" Tanyaku.

"Iya, aman, enjoy!"

"Mantap!"

Aku tersenyum, melanjutkan makan, setidaknya rasa penasaranku sudah terjawab sekarang.

"Ada gosip apa lagi?"

"Mas Putra tah sering digosipin, katanya kapan nikah? Diangkatan PNS mas Putra kan tinggal Masnya doang yang belom double."

"Jodohin atuh, Pak!" Ucapku becanda.

"Mau dijodohin sama siapa? Sok buru ngomong, gampang kalo sama saya mah."

"Lha? Masa milih? Kan namanya dijodohin mah pasrah."

"Oh iya, saha atuh ya?"

"Gak tau ihh."

"Yaudah lah gampang, nanti saya tawar-tawarin ke anak gadis yang ada di kantor, hahahaha!"

Aku ikut tertawa. Kami sudah selesai makan, hanya duduk-duduk sebentar nurunin makanan, baru deh balik ke kantor.

****

Me:
Kalya??

Kalya:
Apaan?

Me:
Mau cerita
Bingung cerita ke siapa

Kalya:
Ketemu deh yuk
Biar enak
Apartment lo gimana?

Me:
Gamau ah
Ngeri
Terakhiran kan...

Kalya:
Masih inget aja
Hahahaha di mana dong?
Sini deh ke rumah

Me:
Oke siap-siap!
Bentar ge otw

Kalya:
Mau apa?
Biar sekalian dibeliin
Aiden lagi di luar soalnya

Me:
Apa aja deh
Tapi sate padang kayanya enak

Kalya:
Oke
Eh iya, lo beneran mau cerita 2an?
Tadinya gue mau undang yang laen

Me:
Duaan aja dah

Kalya:
Okeh!

Aku tak membalas chat dari Kalya tersebut. Entah kenapa aku ingin berbagi ceritaku padanya, mungkin karena aku sudah mengenalnya dari jutaan tahun lalu, pun aku nyaman bersamanya dan... ia sahabatku.

Yak, sahabat.

******

TBC

Thanks for reading
Dont forget to leave a comment and vote this chapter xoxoxo

Singgah yang SungguhTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang