[Follow dulu sebelum baca]
❝ 𝙄 𝙡𝙤𝙫𝙚 𝙮𝙤𝙪 𝙨𝙩𝙞𝙡𝙡. 𝙄 𝙖𝙡𝙬𝙖𝙮𝙨 𝙬𝙞𝙡𝙡, 𝙚𝙫𝙚𝙣 𝙩𝙝𝙤𝙪𝙜𝙝 𝙮𝙤𝙪 𝙖𝙧𝙚 𝙬𝙧𝙤𝙣𝙜. ❞ - Hericane, LANY
Mereka bilang, banyak yang lebih baik.
Mereka bilang, kamu itu bencana.
Mereka bilang, aku hanya...
Untuk kelancaran update, yuk divote guys supaya aku semangat😅✨♥️
Sophie Meiers - Don't Be Scared
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
TEPAT saat Estrella hendak mengganti suhu AC kamarnya, Anika dan Giska masuk ke ruangan itu dan dengan sorot prihatib ketika melihat sahabatnya yang duduk di kasur tengah memencet tombol-tombol remote digenggaman. Estrella sakit begini pasti ada kaitannya dengan kejadian malam itu.
"El..." Giska melepas tasnya ke sembarang tempat dan duduk di pinggir kasur sebelum memeluk Estrella yang bangun dari posisinya. "Sumpah you look unwell."
"I know."
"Lo sakit begini pasti gara-gara malem itu deh?" ujar Anika, mengingat kejadian Estrella yang hangover berakhir di rumahnya.
"Ini kita bawain roti bakar sama bubur, makan ya..."
Melihat dua styrofoam yang Giska letakkan di meja, membuat Estrella terpaku. Ia kembali teringat oleh kejadian tadi. Kejadian saat Ghazi memberinya bubur, atau lebih tepatnya saat Ghazi memergokinya berduaan dengan Widura.
"El?"
Estrella menghela napas. Perasaan aneh dari tadi sore masih menghantuinya hingga waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Kejadian di UKS tadi sama memberikan kesan tak biasa. Ia sendiri masih bingung kenapa ia bisa-bisanya merasa bahagia sekaligus bersalah di waktu yang bersamaan itu.
"Kok aku jahat ya..." Estrella menelan ludahnya, berusaha mengusir gelisah di dadanya ketika semua ingatan tentang kejadian di UKS kembali hadir di kepala. "Aku kenapa jadi begini sih?"
"Maksudnya?" ujar Anika.
"Take a breathe first." Kalo ini suara Giska.
"Tadi aku sama Widura di UKS, berduaan gitu, dan aku bahagia banget," Estrella membasahi bibirnya yang sempat kering. "Terus Ghazi masuk, aku heran dia tau darimana aku sakit."
"Dari gue. Kan tadi gue yang kasih tau lo sakit ke dia?" ujar Anika.
"Ah elah! Kenapa malah kamu bilang ke dia sih?!" Semprot Estrella, sewot. Gadis berkaos abu-abu itu langsung mendengus keras.
"Karena gue ngerasa dia bisa diandelin,"
"Kan harusnya gak perlu! Jadinya malah gini kan..."
"Pokoknya dia tuh ngeliatin aku sama Widura, terus dia... kayak minta maaf udah ganggu gitu, dan dia ngasih aku bubur. Abis itu dia langsung keluar, dan selang berapa menit Widura juga keluar."