Krrk
Krrk
Ting!
Srssshhhhh
Aroma kopi yang nikmat menyeruak ketika jemari lentik wanita bersurai emas menekan tombol pada coffee maker yang menghuni counter dapurnya, ia tersenyum tipis ketika cairan pekat itu mengisi penuh mug dalam genggamannya. Hidungnya terangkat tinggi, menghirup aroma klasik dari tepian mug cokelat yang masih mengepulkan uap panas.
Nikmat sekali, arabica robusta pahit kesukaannya.
Hari ini penampilan wanita itu tampak cukup normal, ia mengenakan sebuah dress putih dengan brokat bordir yang manis disetiap bagiannya. Lisa masih mengenakan selop rumahan, menikmati sarapan berupa sandwich kalkun sembari menyalakan televisi di ruang tengah.
'suhu kota Seoul telahㅡ'
'ㅡkat presiden Moon Jae-in yangㅡ'
'Selamat pagi, kembali lagiㅡ'
'ㅡlah tertangkap berupa empat orang remaja lelaki, kasus ini cukup menarik perhatian karena mengingatkan kita akan kasus lama dari Dongdae-mun yang memiliki modus serupa. Akhir-akhir ini kasus kekerasan terhadap anak memang marak terjadi, umumnya dipicu oleh tingkat depresi yang cukup tinggi dalam masyarakat kita. Untuk itu pemerintah berusaha memberi pencegahan, terkait pasangan muda yangㅡ'
"Heh... Kekerasan... pada anak ya...?"
***
"Hhh... Hhh..."
Aroma besi dan basa berputar dalam ruangan gelap itu, sesosok tubuh mungil yang lusuh meringkuk di atas lantai yang kotor dan lembab. Bocah itu menahan tangisnya, seiring dengan derap langkah kaki yang kian menjauh. Ketika suara bantingan pintu besi yang beradu menggema, tubuh mungil yang dipenuhi lebam dan memar berusaha bangkit dengan tertatih.
"Hhh... Hhh..."
Ia memegangi lengannya yang terdapat luka gores, menatap lurus kedalam layar televisi tabung keluaran lama yang menayangkan sebuah siaran berita. Sepasang manik kelam itu terdiam, membiarkan deru nafasnya beradu dengan suara TV yang menjadi satu-satunya sumber suara dalam ruangan luas tersebut.
'Dengan memberikan penyuluhan terkait kesiapan mental untuk memiliki buah hati, komite kesejahteraan anak nasional Korea telah bekerjasama dalam mengatasi masalah kekerasan pada anak usia dini dengan pihak kepolisian. Untuk itu masyarakat diajak untuk berperan aktif dalam mencegah tindak kekerasan pada anak, jika anda melihat tindak kekerasan ini harap segera melaporkannya dengan menghubungi 911, layanan panggilan darurat yang akan langsung menghubungkan anda dengan Golden Time Team kepolisian pusat Seoul. Sekian breaking news dari kami, saya Seo Yu Na TV9 undur diri, terima kasih'
Kepalanya menoleh cepat, menatap ponsel merah muda yang tergeletak di atas meja. Bibirnya yang gemetar digigit kuat, meskipun takut ini adalah satu-satunya kesempatan yang dia punya. Jadi anak itu segera meraih ponselnya, berjalan tertatih-tatih menahan sakit pada kakinya dan segera menuju ke dalam cerobong pembakaran yang tak terpakai.
Noda arang dan darah yang menghiasi tubuhnya membuat penampilan anak itu semakin mengenaskan, ia menggigit ponsel itu dan mulai memanjat dinding cerobong dengan bertumpu pada sela susunan bata. Tangannya kram dan sakit, namun ia tak punya pilihan lain. Ketika tiba pada ketinggian lima meter, ia memasuki celah kecil yang dibuat untuk tempat kendi pada dinding bagian dalam cerobong. Terlalu kecil, namun tubuh kurusnya dapat masuk kesana meski ia harus menekuk kakinya dengan susah payah.

KAMU SEDANG MEMBACA
One Hell [END]
Mystère / ThrillerKarena sebuah kejadian dimasa lalu, Lisa harus kehilangan seseorang yang sangat berharga hingga mengalami trauma. Orangtuanya membuat sang gadis untuk pindah ke Amerika guna menyembuhkan trauma. Bayangan mengerikan dari kasus masa kecil terus membay...